Timnas Indonesia Takluk 0-3 dari Vietnam, Laga Kontra Singapura Jadi Penentuan Nasib Garuda Babinsa Desa Awin Bantu Warga Turunkan Material Bangunan, Wujud Nyata Kepedulian TNI Babinsa Kelurahan Selamat Dampingi BPN dan PN Jambi Lakukan Pencocokan Lahan Sengketa, Pastikan Berjalan Aman dan Tertib Babinsa Paal Merah Bersama Warga Gotong Royong Cor Jalan Lingkungan, Wujudkan Akses yang Aman dan Nyaman Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Komsos Bersama Warga Desa Bukit Subur

Home / Opini

Jumat, 31 Mei 2024 - 23:08 WIB

KOPI PAHIT (2): Pilkada dan Gaple Syar’i

Oleh : Hery FR

BAGI sebagian masyarakat di Jambi permainan domino atau main gap ini cukup populer dan digemari.

Selain jadi ajang silaturahmi juga dapat menjadi wadah pengumpulan massa yang cukup efesien karena dibangun dalam komunitas hobi yang sama.

Tak heran menjelang perhelatan Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang, turnamen gaple menjadi salah satu agenda “politik tipis-tipis” yang cukup efektif dan efesien.

Langkah cerdas seperti yang dilakukan Tim Pemenangan Keluarga Besar Budi Setiawan yang menggelar turnamen gaple untuk masyarakat Kota Jambi.
Tim yang beranggotakan 200 orang tersebut ditambah dengan ratusan peserta dari setiap kelurahan dalam Kota Jambi hampir setara dengan jumlah responden survey internal partai Golkar baru ini (just kidding).

Baca :  Ketika Kritik Disebut "Antek Asing" dan "Londo Ireng"

Kita sepakat dengan kegiatan survey sepanjang sesuai norma-norma akademik.

Hasil survei itu menempatkan Maulana di posisi teratas. 76,8 persen responden memilihnya. sementara Budi Setiawan yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi 12,8 persen responden memilihnya.

Salah satu akademisi Unja yang juga pengamat politik Dr Dori Efendi mengkritisi kualitas survei tersebut.
Sebagai orang yang tidak asing dengan aktivitas survei, ia memberi beberapa catatan.

“Responden yang hanya 400 responden itu margin of error nya besar sekali, 4,6 persen. Artinya itu belum mencerminkan yang sesungguhnya,” ujar Dor mengkritisi.

Baca :  Mantan Dandenpom Jambi Kolonel Purn. M. Nurdin Ikuti Ziarah HUT ke-80 Pomad di TMP Satria Bhakti

Juga itu survey internal yg seharusnya tidak perlu dipublikasi. Tapi itulah fenomena politik memiliki kesamaan karateristik dengan permainan Gaple penuh strategy, misteri dan emosi dengan perhitungan-perhitungan yang matang.

Juga dalam politik ada kegembiraan dan hempasan-hempasan.

Gaple Syar’i

Mungkin istilah gaple syar’i masih asing ditelinga kita. Tapi perlu kita kenalkan ke khalayak Jambi sebagai Kota yang kental dengan budaya melayu islam, “Adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah”.

Bukankah kanjeng Sunan Kalijaga telah banyak membuat inovasi-inovasi cerdas “Mensya’ikan budaya”.

Penulis sendiri bersama teman-teman penghobi gaple memiliki komunitas Gaple Sya’i Tim Bravo 17.

Baca :  Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Komsos Bersama Warga Desa Bukit Subur

Dalam komunitas Bravo 17 dengan latar belakang lintas profesi, menyepakati bersama bahwa permainan gaple sebagai wadah mempererat silahturahmi, ajang latihan strategi yang penuh kegembiraan.

Dan yang paling penting ketika terdengar azan harus berhenti saat itu juga untuk menunaikan kewajiban Sholat.

Tidak berlebihan rasanya sebagai masyarakat Kota Jambi berharap Pilkada 27 November 2024 mendatang berjalan secara syar’i sebagaimana permainan gaple sya’i yang senantiasa menjaga silaturahmi ditengah adu strategi dan gagasan.

Ini sesuai dengan tawaran poltik para Cawako saat ini, Budi Setiawan mengusung “Kota Jambi Berbudi”, H Maulana Kota Jambi Bahagia dan HAR dengan tagline Kota Jambi Sejahtera.***

Share :

Baca Juga

Opini

HUT Polri ke-80: Menjaga Kepercayaan Publik di Tengah Dinamika Zaman

Opini

Forkopimda Muara Enim Perkuat Komunikasi Dua Arah dengan Masyarakat

Opini

Panen Raya Oligarki: Saatnya Negara Kembali ke Pangkuan Rakyat..!

Opini

Menjaga Prinsip Kebersamaan dalam Pemilihan Ketua PPAD Provinsi Jambi

Opini

Pentingnya Peranan Medsos Di Era Digitalisasi

Daerah

Ketua KONI Ideal: Integritas di Atas Ambisi, Prestasi di Atas Politik

Opini

Budi dan Fadhil Bertemu…

Opini

Menyusuri Jejak KH. Kemas Abdussomad, Menyemai Ketahanan Sosial Menuju Kota Jambi Bahagia