TNI AD Tegaskan Babinsa Tidak Miliki Kewenangan Urusan Pajak, Sinergi dengan DJP Sebatas Koordinasi Babinsa Pematang Sulur Hadiri Mediasi Sengketa Tanah Waris, Dorong Penyelesaian Lewat Musyawarah Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Olak Kemang Perkuat Sinergi dengan LPM Demi Kondusivitas Wilayah

Home / Opini / TNI-POLRI

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:49 WIB

Dari Danrem 042/Gapu ke Tenaga Ahli Lemhannas: Karier Mayjen Rachmad

Foto: Mayjen TNI Rachmad, S.I.P.

Foto: Mayjen TNI Rachmad, S.I.P.

Oleh: Letkol (Purn) Firdaus

Lahir di Banjarmasin, 10 Oktober 1969, Mayjen TNI Rachmad, S.I.P. menapaki perjalanan panjang dari barisan infanteri hingga ruang kelas strategis Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Kariernya mencerminkan lintasan klasik perwira TNI Angkatan Darat: berangkat dari medan, ditempa di satuan, lalu bermuara pada pemikiran strategis kebangsaan.

Lulusan Akademi Militer 1993 ini mengawali pengabdian sebagai Dantonpan Yonif 142/KJ, kemudian Dankipan-C Yonif 142/KJ (1998). Setelah itu, ia memasuki fase jabatan staf dan komando menengah yang mengasah kemampuan operasional sekaligus manajerial.

Sejumlah posisi penting pernah diembannya, antara lain Pabanda Operasi Sopsdam IV/Diponegoro (2004), Kasdim 0722/Kudus Korem 073/Makutarama (2006), hingga Kasiops Korem 044/Gapo (2013). Di jajaran Kodam II/Sriwijaya, Rachmad pernah menjabat Dandenmadam II/Swj (2015), Kabaglat Rindam II/Swj, dan Wadanrindam II/Swj (2018)—jabatan-jabatan yang menuntut ketelitian, disiplin, serta kemampuan membina prajurit lintas generasi.

Baca :  Babinsa Lakukan Anjangsana, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan

Pendidikan pengembangan turut membentuk pola berpikirnya. Ia mengikuti Pendidikan Suslapa Infanteri (2002), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2012, serta Pendidikan Lemhannas RI (2023). Kombinasi pengalaman lapangan dan pendidikan strategis inilah yang kemudian mengantarkannya ke jabatan-jabatan analis kebijakan di tingkat pusat, seperti Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Perang (OMP) Pangdam I/Bukit Barisan (2021) dan Paban Sahli Kasad Bidang Narkoba (2022). Pada tahun yang sama, ia dipercaya sebagai Koorsmin Kasad Mabesad.

Puncak karier lapangan Rachmad tercatat saat menjabat Danrem 042/Gapu yang membawahi wilayah strategis Provinsi Jambi. Di posisi ini, ia berhadapan langsung dengan tantangan klasik teritorial: menjaga stabilitas keamanan, memperkuat pembinaan wilayah, memastikan kesiapsiagaan bencana, serta menegakkan netralitas TNI menjelang dan selama agenda politik nasional. Korem bukan sekadar satuan komando, melainkan simpul antara negara dan masyarakat—dan di sanalah karakter seorang perwira benar-benar diuji.

Baca :  Babinsa Pasir Panjang Tekankan Kolaborasi dalam Musyawarah Pembangunan Kelurahan

Usai dari Korem 042/Gapu, Rachmad dipromosikan menjadi Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta (Kasdam Jaya)—sebuah posisi strategis yang berkaitan langsung dengan pusat pemerintahan, objek vital nasional, dan dinamika keamanan ibu kota.

Babak berikutnya dimulai pada 15 Agustus 2025, ketika Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meneken Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Melalui keputusan tersebut, Mayjen TNI Rachmad resmi ditunjuk sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas RI.

Di Lemhannas, Rachmad kini berperan mentransformasikan pengalaman lapangan menjadi bahan ajar strategis bagi para peserta pendidikan pimpinan nasional. Ia terlibat dalam pembentukan cara pandang komprehensif tentang pertahanan negara, stabilitas keamanan, serta tantangan geopolitik dan kebangsaan di era kontemporer.

Baca :  Bahu Membahu Bersihkan Kampung, Babinsa dan Warga Sulanjana Hidupkan Semangat Gotong Royong

Di mata penulis—yang pernah bersama-sama bertugas di jajaran Kodam II/Sriwijaya semasa masih berpangkat Perwira Pertama (Pama)—Rachmad dikenal sebagai sosok tenang, tidak gemar menonjolkan diri, namun konsisten dalam bekerja. Ia bukan tipe perwira yang mencari sorotan, melainkan membiarkan kinerja berbicara. Dalam keseharian, ia terbiasa berdiskusi, mendengar, dan memberi ruang kepada junior tanpa kehilangan ketegasan sebagai atasan. Karakter ini yang perlahan membentuk reputasinya: perwira lapangan dengan nalar rapi dan sikap matang.

Perjalanan Mayjen TNI Rachmad menunjukkan satu garis lurus: dari barak, ruang staf, medan teritorial, hingga ruang diskursus strategis. Sebuah lintasan karier yang menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya dibangun dengan senjata, tetapi juga dengan pikiran yang terlatih dan pengalaman yang teruji.**

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Babinsa Ulu Gedong Dampingi Petani Tomat Dukung Swasembada Pangan

TNI-POLRI

Babinsa Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Pemuda Desa Garunggung

TNI-POLRI

Danrem 044/Gapo Dampingi Pangdam II/Swj Jalin Kerja Sama Strategis dengan PT Arwana

TNI-POLRI

Babinsa Hadiri Halal Bihalal Bersama Bupati dan Para Dai: Pererat Ukhuwah, Jaga Semangat Syiar Islam

TNI-POLRI

Danramil dan Perwira Staf Kodim 0415/Jambi Resmi Berganti, Dandim Tekankan Penguatan Koperasi Merah Putih

TNI-POLRI

Kasad: Angkatan Darat Harus “Gila” Pengabdian dan Pengorbanan serta Selalu Siap untuk Bangsa dan Negara!

TNI-POLRI

Babinsa Handil Jaya Hadiri Musrenbang Kelurahan, Dorong Pembangunan Berbasis Aspirasi Warga

TNI-POLRI

Babinsa Muara Tembesi Pererat Kedekatan dengan Warga Lewat Komsos Rutin