Babinsa Desa Awin Bantu Warga Turunkan Material Bangunan, Wujud Nyata Kepedulian TNI Babinsa Kelurahan Selamat Dampingi BPN dan PN Jambi Lakukan Pencocokan Lahan Sengketa, Pastikan Berjalan Aman dan Tertib Babinsa Paal Merah Bersama Warga Gotong Royong Cor Jalan Lingkungan, Wujudkan Akses yang Aman dan Nyaman Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Komsos Bersama Warga Desa Bukit Subur Babinsa Payo Selincah Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Parit, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Home / Opini

Kamis, 26 Juni 2025 - 18:00 WIB

Hijrah adalah Perjalanan yang Tak Terlihat oleh Mata, Tapi Dirasakan oleh Jiwa

DENGAN resonansi spiritual dan relevansi sosial, Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, tetapi ajakan mengganti cara berpikir dan bersikap—dari ego menuju empati, dari diam menuju aksi nyata. Momentum 1 Muharram 1447 H mengajak kita pada hijrah yang hakiki, yakni bukan hanya perpindahan fisik, melainkan perpindahan hati menuju cahaya, kebermanfaatan, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Tahun Baru Islam bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah panggilan untuk berubah, merenung, dan memperbaiki arah hidup. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah bukan sekadar perjalanan geografis, tetapi peralihan peradaban dari kegelapan menuju cahaya. Di masa kini, hijrah tidak lagi harus berpindah kota, melainkan berpindah pola pikir dan orientasi hidup—dari kehidupan yang berpusat pada diri sendiri menuju kehidupan yang memberi arti bagi sesama.

Baca :  Pesta Gol di Pakansari! Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 pada Laga Perdana Piala AFF 2026

Hijrah adalah proses spiritual yang dalam dan menyentuh batin. Setiap pergantian tahun mengajak kita mengevaluasi: apakah hati kita masih keras atau mulai melembut? Apakah langkah kita semakin mendekat kepada Allah atau justru menjauh? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting agar kita tidak sekadar melewati waktu, tetapi mengisi waktu dengan makna. Sebab waktu yang hilang tak akan pernah kembali, namun niat dan tekad untuk berubah selalu bisa diperbarui.

Tahun Baru Islam juga menjadi ruang untuk hijrah sosial. Di tengah realitas kehidupan yang penuh tantangan—kemiskinan, krisis pangan, ketidakadilan akses pendidikan dan kesehatan—kita diajak tidak hanya memperbaiki ibadah pribadi, tetapi juga memperluas makna keimanan melalui tindakan nyata. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Maka iman sejati bukan hanya hidup di dalam hati, tetapi juga harus hadir dalam tindakan: memberi makan yang lapar, menguatkan yang lemah, memperjuangkan yang terpinggirkan.

Baca :  Babinsa Hadiri Rencana MTQ, Perkuat Sinergi dengan Aparatur Kelurahan

Hijrah juga berarti membebaskan diri dari kebiasaan buruk. Dari amarah yang tak terkendali, dari lisan yang menyakitkan, dari hati yang iri, serta dari gaya hidup yang hanya mengejar dunia semata. Tahun Baru Islam adalah panggilan untuk berpindah—dari kelalaian menuju kesadaran, dari kegaduhan menuju ketenangan, dari dunia yang bising menuju keheningan perenungan batin.

Baca :  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat Jaga Kondusivitas Wilayah

Kini, 1 Muharram 1447 H telah tiba. Mari jadikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik tolak perubahan. Mari berhijrah, meski perlahan, asal terus melangkah. Jangan takut berubah. Dunia tidak akan berubah jika manusia tidak berubah. Dan manusia tidak akan pernah berubah tanpa niat hijrah yang jujur dan sungguh-sungguh.

Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Semoga langkah hijrah kita menjadi cahaya bagi diri, keluarga, dan sesama. Semoga hati kita berpindah ke tempat yang lebih terang, lebih lembut, dan lebih berarti.

Penulis: Jagat Taniwara54

Share :

Baca Juga

Opini

Budi Setiawan, Milenial dan Kota Jambi BerBudi 2024

Opini

Menghargai Setiap Profesi: Sebuah Pelajaran tentang Adab dalam Berkomunikasi

Opini

Proses Seleksi Anggota KPU dan Bawaslu Perlu Keterlibatan Publik

Daerah

Ketua KONI Ideal: Integritas di Atas Ambisi, Prestasi di Atas Politik

Opini

Tips Sehat dan Pilih Pemimpin Berbudi Ala Opung

Opini

Senja Solidaritas: Kisah Pengabdian Tak Berujung dalam Keluarga Besar Pepabri

Opini

Menabur Kebaikan dan Kesabaran, Kunci Kesejahteraan dan Ketenangan

Opini

Secercah Asa Diujung Penantian Panjang Warga Pakpak Bharat Terwujud Lewat TMMD