Musda X LVRI Jambi, PEPABRI Dorong Pewarisan Semangat Juang ’45 kepada Generasi Penerus SBC Soroti SOP dan Peran Askrindo-Jamkrindo dalam Sidang Kasus Semen Baturaja Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Londerang Pangdam XXII/TB Turun Langsung Pantau Penanganan Karhutla di Kalteng Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut

Home / Opini

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:22 WIB

Menjaga Api Perjuangan, Merawat Masa Depan Bangsa

Hari Ulang Tahun ke-66 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) yang jatuh pada 12 September 2025 mendatang hadir sebagai momen refleksi sekaligus pengingat bagi bangsa bahwa perjuangan tidak berhenti di medan perang. Tema tahun ini, “Menjaga Api Perjuangan, Membangun Masa Depan Bangsa,” menegaskan pentingnya peran moral purnawirawan dalam mengawal integritas dan kepemimpinan bangsa di tengah dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks.

PEPABRI lahir dari pengalaman historis para pejuang yang telah mengangkat senjata demi kemerdekaan. Mereka memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur sosial, budaya, dan politik, menyadari bahwa pertarungan membangun bangsa tidak kalah beratnya dibandingkan peperangan fisik. Kini, tantangan yang dihadapi bangsa bukan lagi kolonial bersenjata, melainkan ketimpangan ekonomi, degradasi moral, dan berkurangnya kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Baca :  PWI Provinsi Jambi Harus Menjadi Rumah Besar Wartawan

PEPABRI adalah singkatan dari Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri, organisasi mandiri yang menghimpun pensiunan TNI dan Polri serta janda/duda (warakawuri) dari mereka. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah silaturahmi, menjaga kekompakan, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda, serta berperan sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan nasional. Keberadaan PEPABRI menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal masa pensiun; moral dan integritas yang diwariskan oleh para pendiri republik harus terus dijaga.

Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi, Kolonel (Purn) Bunadi, menekankan pentingnya anggota PEPABRI untuk tetap memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga dan Tribrata, serta Pepabri, sambil senantiasa peduli dan berjuang untuk kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Dalam mengawal perjalanan bangsa ini menuju cita-cita nasional, kita memiliki kewajiban moral untuk mengawal perjalanan pemerintahan terpilih pada 2024 hingga selesai, yaitu pemerintahan Prabowo,” ujarnya.

Baca :  Jurnal Senja: Catatan Pengabdian

Sejumlah sesepuh tokoh purnawirawan TNI dan Polri serta Warakawuri mengingatkan bahwa moto “Sekali Pejuang Tetap Pejuang, Sekali Prajurit Tetap Prajurit, Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara” bukan sekadar simbolik. Moto ini mencerminkan bahwa pengabdian kepada bangsa harus terus dihidupkan, terutama dalam menjaga kedaulatan moral bangsa di tengah arus kepentingan politik yang kadang mengaburkan nilai-nilai etika dan integritas.

Dalam konteks sosial-politik saat ini, Pepabri memiliki posisi unik sebagai pengawas moral. Keberanian organisasi ini untuk menegur dan mengingatkan baik pemerintah maupun masyarakat menjadi cermin bahwa perjuangan kemerdekaan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal keteguhan prinsip dan tanggung jawab kolektif terhadap masa depan bangsa. PEPABRI berperan sebagai jangkar moral, memastikan bahwa sejarah bangsa tidak disederhanakan menjadi nostalgia semata, tetapi menjadi panduan nyata bagi generasi muda untuk memahami arti pengabdian sejati.

Baca :  Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Pantau Pembangunan Drainase di RT 01 Bagan Pete

Bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan arah. Api perjuangan yang diwariskan pendiri republik hanya akan terus menyala jika dijadikan cahaya penuntun menuju masa depan yang adil, berdaulat, dan bermartabat. Peringatan HUT ke-66 PEPABRI bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bagi seluruh anggota dan masyarakat untuk merefleksikan makna pengabdian, moral, dan integritas dalam membangun bangsa. (JT54)

Penulis: Letkol (Purn) Firdaus

Share :

Baca Juga

Opini

Polemik Pagar Laut: Hiro Taime dan Soleman Ponto Minta Ketegasan Penegakan Hukum

Opini

REFORMASI HUKUM PROFETIK: Membangun Kebijakan Nasional Berbasis Nilai Langit yang Universal

Opini

Membaca Lansekap Jambi: Mengurai Kompleksitas, Menata Konektivitas

Opini

74 Tahun Penerangan TNI AD: Bekerja dengan Hati, Menyatukan Negeri

Opini

Janji Para Raja dan Sultan Nusantara: Kedaulatan, Kekayaan Alam, dan Amanah Konstitusi UUD 1945 yang Diabaikan

Opini

Asa Dibalik Berkah Hari Bhayangkara

Nasional

ATOM: Viralitas yang Mengguncang Peta Politik Indonesia Menuju Pilpres 2029

Opini

Menabur Kebaikan dan Kesabaran, Kunci Kesejahteraan dan Ketenangan