PALANGKA RAYA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., turun langsung meninjau lokasi karhutla di wilayah Kilometer 21 hingga sepanjang Jalan Lintas Palangka Raya–Buntok, kawasan Bukit Rawi dan Kahayan Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memantau upaya pemadaman yang dilaksanakan personel gabungan.
Rombongan juga mengecek kondisi akses jalan dan situasi sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah api meluas ke kawasan lainnya serta memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Di tengah kegiatan tersebut, Pangdam XXII/TB memberikan bantuan minuman kepada anggota tim pemadam yang sedang bertugas. Dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril kepada para personel yang bekerja di tengah cuaca panas dan kondisi medan yang cukup berat.
Pangdam XXII/TB menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi dan kerja bersama seluruh unsur terkait. Kodam XXII/Tambun Bungai terus mendukung pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan unsur lainnya dalam upaya mencegah serta menanggulangi karhutla.
Komitmen tersebut kembali disampaikan Pangdam ketika meninjau lokasi karhutla di Taman Wisata Alam (TWA) Galeget Tiawu, Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Minggu (13/9/2026).
Menurut Zainul Arifin, koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar penanganan karhutla berjalan optimal. Sinergi seluruh pihak diperlukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Selain kesiapan personel, dukungan sarana dan prasarana juga menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Kodam XXII/TB menyatakan akan terus memperkuat dukungan kepada pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait.
Pangdam juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu terjadinya karhutla.
Upaya pencegahan tersebut menjadi semakin penting mengingat dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan persoalan kesehatan akibat asap.
Sebelumnya, dalam rapat evaluasi Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., di Pos Lapangan Karhutla Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (11/9/2026), Pangdam XXII/TB menjelaskan bahwa Kodam terus memperkuat dukungan melalui pengerahan personel di sejumlah titik.
Personel juga ditempatkan pada pos-pos siaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi dan bergerak cepat apabila terjadi kebakaran, terutama di wilayah yang dinilai vital.
Dengan keterlibatan langsung pimpinan daerah, pengerahan personel, kesiapan sarana pendukung serta koordinasi lintas sektor, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah terus diarahkan agar berlangsung cepat, terpadu dan mampu mencegah meluasnya kebakaran. (BL)
Sumber: Daulat Rakyat, Barito Raya Post, dan ANTARA Kalteng.
Editor: Firdaus










