PALANGKA RAYA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup dilakukan dari ruang komando. Ketika api kembali mengancam kawasan Palangka Raya, unsur pimpinan TNI turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terpadu, dan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Brigjen TNI Debok Sumantokoh, S.H., M.H., bersama Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, M.Si., turun langsung meninjau sekaligus membantu penanganan karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kehadiran keduanya di lokasi menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan langsung seluruh unsur, terutama ketika kondisi medan dan arah api dapat berubah sewaktu-waktu.
Di lokasi, Brigjen TNI Debok bersama Kasdam XXII/Tambun Bungai memantau kondisi titik api dan aktivitas personel yang melakukan pemadaman. Mereka juga melihat secara langsung situasi medan yang dihadapi petugas dalam upaya mencegah api meluas.
Brigjen TNI Debok menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons setiap titik kebakaran. Namun, kecepatan tersebut harus tetap dibarengi dengan kewaspadaan karena keselamatan personel merupakan prioritas.
Penanganan karhutla, menurutnya, membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang solid. Setiap perkembangan di lapangan harus segera dilaporkan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Kehadiran pimpinan TNI di tengah personel yang berjibaku dengan api juga memberikan pesan bahwa upaya memadamkan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam, relawan dan masyarakat harus berada dalam satu gerak untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Brigjen TNI Debok sendiri bukan pejabat struktural Kodam XXII/Tambun Bungai. Ia merupakan Pa Sahli Tk. II Was Eropa dan Amerika Bidang Hubint Sahli Panglima TNI. Jabatan tersebut diembannya sejak Januari 2025, sebelum kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI pada Maret 2025.
Dengan demikian, keterlibatan Brigjen TNI Debok dalam penanganan karhutla di Palangka Raya menunjukkan kepedulian dan keterlibatan perwira tinggi TNI dalam mendukung penanganan persoalan kebencanaan di daerah, sementara koordinasi kewilayahan di lingkungan Kodam XXII/Tambun Bungai berada pada jajaran komando setempat.
Sementara itu, Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono berada pada posisi penting dalam membantu Pangdam mengendalikan dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas Kodam di wilayahnya.
Karhutla bukan hanya persoalan api. Dampaknya dapat merembet pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi hingga keselamatan warga.
Karena itu, langkah cepat di lapangan menjadi sangat penting. Api yang terlambat ditangani berpotensi menjalar mengikuti kondisi angin dan karakteristik lahan.
Dari kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, pesan yang terlihat sederhana tetapi penting: jangan menunggu api membesar untuk bergerak.
Pencegahan, deteksi dini, pemadaman cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Di tengah panas dan kepulan asap, para personel di lapangan tetap bekerja. Kehadiran pimpinan yang turun langsung menjadi bentuk dukungan moral sekaligus penegasan bahwa perjuangan memadamkan api dilakukan bersama-sama.
Satu titik api mungkin terlihat kecil. Namun jika dibiarkan, ia dapat menjadi ancaman besar bagi lingkungan dan masyarakat. Karena itu, setiap api harus ditangani sedini mungkin.**
Berita ini disusun berdasarkan laporan Seputar Borneo, “Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Padamkan Karhutla di Tjilik Riwut Km 21 Palangka Raya”, terbit 15 September 2026.
Sumber: Seputar Borneo — 15 September 2026.
Editor: Firdaus










