SBC Soroti SOP dan Peran Askrindo-Jamkrindo dalam Sidang Kasus Semen Baturaja Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Londerang Pangdam XXII/TB Turun Langsung Pantau Penanganan Karhutla di Kalteng Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut Belajar Menerima dan Melepaskan, Agar Hidup Tak Selalu Menjadi Peperangan

Home / TNI-POLRI

Selasa, 15 September 2026 - 18:23 WIB

Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut

PALANGKA RAYA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup dilakukan dari ruang komando. Ketika api kembali mengancam kawasan Palangka Raya, unsur pimpinan TNI turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terpadu, dan tetap mengutamakan keselamatan personel.

Brigjen TNI Debok Sumantokoh, S.H., M.H., bersama Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, M.Si., turun langsung meninjau sekaligus membantu penanganan karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kehadiran keduanya di lokasi menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan langsung seluruh unsur, terutama ketika kondisi medan dan arah api dapat berubah sewaktu-waktu.

Di lokasi, Brigjen TNI Debok bersama Kasdam XXII/Tambun Bungai memantau kondisi titik api dan aktivitas personel yang melakukan pemadaman. Mereka juga melihat secara langsung situasi medan yang dihadapi petugas dalam upaya mencegah api meluas.

Baca :  Babinsa Sungai Putri Gelar Komsos di Danau Sipin, Perkuat Keamanan Kawasan Wisata

Brigjen TNI Debok menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons setiap titik kebakaran. Namun, kecepatan tersebut harus tetap dibarengi dengan kewaspadaan karena keselamatan personel merupakan prioritas.

Penanganan karhutla, menurutnya, membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang solid. Setiap perkembangan di lapangan harus segera dilaporkan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Kehadiran pimpinan TNI di tengah personel yang berjibaku dengan api juga memberikan pesan bahwa upaya memadamkan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam, relawan dan masyarakat harus berada dalam satu gerak untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Brigjen TNI Debok sendiri bukan pejabat struktural Kodam XXII/Tambun Bungai. Ia merupakan Pa Sahli Tk. II Was Eropa dan Amerika Bidang Hubint Sahli Panglima TNI. Jabatan tersebut diembannya sejak Januari 2025, sebelum kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI pada Maret 2025.

Baca :  Hadiri Yasinan Rutin, Babinsa Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Kamtibmas

Dengan demikian, keterlibatan Brigjen TNI Debok dalam penanganan karhutla di Palangka Raya menunjukkan kepedulian dan keterlibatan perwira tinggi TNI dalam mendukung penanganan persoalan kebencanaan di daerah, sementara koordinasi kewilayahan di lingkungan Kodam XXII/Tambun Bungai berada pada jajaran komando setempat.

Sementara itu, Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono berada pada posisi penting dalam membantu Pangdam mengendalikan dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas Kodam di wilayahnya.

Karhutla bukan hanya persoalan api. Dampaknya dapat merembet pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi hingga keselamatan warga.

Karena itu, langkah cepat di lapangan menjadi sangat penting. Api yang terlambat ditangani berpotensi menjalar mengikuti kondisi angin dan karakteristik lahan.

Dari kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, pesan yang terlihat sederhana tetapi penting: jangan menunggu api membesar untuk bergerak.

Baca :  Babinsa Koramil Mersam Gelar Komsos Bersama Warga, Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Pencegahan, deteksi dini, pemadaman cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Di tengah panas dan kepulan asap, para personel di lapangan tetap bekerja. Kehadiran pimpinan yang turun langsung menjadi bentuk dukungan moral sekaligus penegasan bahwa perjuangan memadamkan api dilakukan bersama-sama.

Satu titik api mungkin terlihat kecil. Namun jika dibiarkan, ia dapat menjadi ancaman besar bagi lingkungan dan masyarakat. Karena itu, setiap api harus ditangani sedini mungkin.**

Berita ini disusun berdasarkan laporan Seputar Borneo, “Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Padamkan Karhutla di Tjilik Riwut Km 21 Palangka Raya”, terbit 15 September 2026.

Sumber: Seputar Borneo — 15 September 2026.

Editor: Firdaus

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Koramil 03/Ma Tembesi Gelar Pemeriksaan Kesehatan, Fokus pada Deteksi Dini Penyakit dan Pencegahan Kanker Serviks

TNI-POLRI

Jelang Ramadhan, Babinsa dan Warga Bukit Makmur Gotong Royong Bersihkan Makam

TNI-POLRI

Halal Bihalal Jadi Momen Perkuat Sinergi Babinsa dan Warga Payo Lebar

TNI-POLRI

Babinsa Komsos dengan Warga: Jaga Ketertiban dan Keindahan Wisata Tanggo Rajo

TNI-POLRI

Cegah Karhutla, Babinsa Mersam Intensifkan Patroli dan Edukasi Warga

TNI-POLRI

Menyatu dengan Warga, Babinsa Teluk Pulai Raya Hadir sebagai Sahabat dan Pendengar

TNI-POLRI

Koramil Ma Tembesi Gelar Patroli Terpadu Perkuat Keamanan Wilayah

TNI-POLRI

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, Danrem 042/Gapu Terima Kunjungan Silaturahmi Kepala OJK Provinsi Jambi