Solidaritas Warga Nias di Jambi Bantu Korban Kebakaran Simpang Limo Ketika Langit Tidak Lagi Milik Siapa-Siapa Letjen TNI Mohamad Hasan: Jejak Perwira Kopassus dari Ranah Minang Menuju Puncak Kepemimpinan TNI AD Tembakan Salvo Iringi Kepergian Kolonel (Purn) Sutrisno, Dedikasinya Dikenang Sepanjang Masa Babinsa Muara Bulian dan Warga Tebing Tinggi Intensifkan Patroli Karhutla

Home / Opini

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:41 WIB

Forkopimda Muara Enim Perkuat Komunikasi Dua Arah dengan Masyarakat

FOTO: Marsidi/SriwijayaDaily

FOTO: Marsidi/SriwijayaDaily

Muara Enim, SriwijayaDaily.com – Selama ini kita sering mendengar Forkopimda.Namun seperti apa Forkopimda yang sesungguhnya dan bagaimana skema komunikasi yang elok sehingga tercipta komunikasi dua arah humanis dan objektif.

Diketahui bahwasanya Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) adalah forum vital untuk komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pimpinan eksekutif (Bupati/Wali Kota), legislatif (DPRD), serta unsur TNI, POLRI, Kejaksaan dan Pengadilan di tingkat daerah.

Forkopimda yang bertujuan membahas dan menyelesaikan isu pemerintahan umum, pembangunan, keamanan, serta ketertiban masyarakat, dengan komunikasi sebagai jantung untuk mencapai kesepahaman dan solusi bersama demi stabilitas dan kemajuan daerah.

Baca :  Sombong yang Tak Perlu dalam Bahasa Kekuasaan

Tujuan Utama Forkopimda Dan Peran Komunikasi

Media komunikasi dan Derivatnya merupakan bentuk serta upaya koordinasi sebagai salah satu wadah utama untuk bertukar pikiran, informasi, dan menyelaraskan langkah meskipun konsep dinamika akan menjadi faktor dominan dan bukan sebagai faktor etiologi.

Skema dan konsep dan peran aktif komponen masyarakat dalam mendukung pemerintahan secara umum dan menunjang kelancaran pelaksanaan urusan pemerintahan umum sesuai UU No. 23 Tahun 2014.

Baca :  Ketika Jabatan Usai, Nilai Harus Tetap Hidup

Update dan saran positif masyarakat dan solusi terhadap isu-isu faktual, keamanan, dan ketertiban yang kompleks di daerah merupakan simbol dari sebuah wujud sinergi pembangunan.

Membangun harmonisasi antar-instansi dan upaya menjalin komunikasi yang elok dengan masyarakat adalah bentuk upaya positif dalam mendukung keberhasilan program pembangunan dan pelayanan publik yang lebih efektif.

Skema dan pintu masuk elemen masyarakat baik berupa diskusi dan tanya jawab dengan media dan LSM untuk mendapatkan masukan konstruktif termasuk memperkuat komunikasi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait hingga ke level terdepan baik di level pedesaan, kecamatan hingga pemangku kepentingan strategis.

Baca :  Babinsa Paal Merah Hadiri Reses DPRD Provinsi Jambi, Dukung Penyerapan Aspirasi Warga

Disadari atau tidak ,tanpa komunikasi yang baik, sulit mencapai kesamaan visi, persepsi, dan tujuan bersama.

Pada akhirnya dan meskipun dianggap tabu, komunikasi terputus (“ghosting”) lambat laun akan membentuk tirani dan menyulitkan membaca pesan implisit bagi pemangku kebijakan strategis dan terbaca sebagai pesan publik yang mudah dimengerti. **

Salam Sejawat

Marsidi

Share :

Baca Juga

Opini

Meluruskan Paradigma Tentang Ideologi Pancasila

Opini

Hijrah adalah Perjalanan yang Tak Terlihat oleh Mata, Tapi Dirasakan oleh Jiwa

Opini

Mengenang Tragedi 30 September: Sejarah Kelam, Pelajaran Abadi

Opini

Ini Budi

Opini

Negara Tak Hadir, Preman Menjadi Hukum: Kajian Akademisi Australia soal Hercules dan Demokrasi Bayangan di Indonesia

Opini

DEMOKRASI YANG DIRINGKAS

Nasional

Dinamika Konsumsi Musiman Jadi Katalis Utama Perekonomian

Opini

RPJMD dan Pembangunan yang Berakar pada Kebutuhan Rakyat