Dari Doa di Tanah Suci Hingga Gerbang Pengabdian Negeri: Kisah M. Raffi Berlian Setiawan Menuju Calon Taruna AU PEPABRI Jambi Hadir dalam Ziarah HARVETNAS, Merawat Ingatan dan Semangat Kebangsaan PWI PROVINSI JAMBI BERDUKA, KELUARGA BESAR PWI KEHILANGAN SOSOK PANUTAN Dr. H. Budi Setiawan Kenang Herry Rawas, Jurnalis Santun yang Selalu Menjaga Etika Profesional dan Transparan, Revitalisasi SDN 219 Kota Jambi Diharapkan Jadi Percontohan Pembangunan Sekolah

Home / Opini

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Dari Doa di Tanah Suci Hingga Gerbang Pengabdian Negeri: Kisah M. Raffi Berlian Setiawan Menuju Calon Taruna AU

JAMBI – Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Di balik sebuah pencapaian, selalu ada perjuangan, doa, pengorbanan, dan dukungan orang-orang tercinta. Begitulah perjalanan M. Raffi Berlian Setiawan, seorang anak yang sejak usia remaja telah menanamkan cita-cita mulia untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Sejak duduk di bangku SMA kelas satu, Raffi telah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang prajurit TNI. Cita-cita itu bukan sekadar impian masa kecil, tetapi sebuah tekad yang kemudian ia perjuangkan dengan penuh kesungguhan.

Salah satu momen yang tidak pernah dilupakan oleh keluarga adalah ketika Raffi menyampaikan doa dan harapannya di Tanah Suci. Di depan Ka’bah, ia memohon kepada Allah SWT agar diberikan jalan untuk menjadi seorang tentara.

Doa sederhana seorang anak tersebut menjadi harapan besar bagi Bunda dan Papa. Hati mereka saat itu bercampur antara rasa haru, bangga, dan kekhawatiran. Haru melihat keteguhan hati anaknya, bangga dengan cita-cita mulia yang dipilihnya, namun juga sadar bahwa jalan menuju pengabdian tidaklah mudah.

Baca :  Babinsa Pematang Sulur Perkuat Sinergi Melalui Komsos dengan Tokoh Masyarakat

Perjalanan itu pun dimulai. Raffi mulai mempersiapkan dirinya dengan disiplin tinggi. Tubuh yang dahulu berisi ia latih menjadi lebih kuat dan bugar. Setiap hari diisi dengan latihan fisik, belajar, serta berbagai persiapan menghadapi rangkaian seleksi Taruna.

Bagi kedua orang tuanya, setiap langkah perjuangan Raffi menjadi cerita yang penuh makna. Mereka melihat bagaimana anaknya berusaha keras mengejar cita-cita. Bahkan ketika melihat Raffi tertidur lelah setelah menjalani latihan, sering kali air mata jatuh karena rasa bangga menyaksikan keteguhan perjuangannya.

Baca :  Kylian Mbappé Rebut Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Cetak Rekor Baru dengan 22 Gol

Saat tiba waktunya melepas Raffi mengikuti seleksi Taruna, doa menjadi bekal utama yang diberikan keluarga. Sang Bunda tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Dalam setiap sujud dan doa, nama Raffi selalu disebut agar Allah SWT memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberhasilan.

Kasih sayang seorang ibu telah menemani perjalanan Raffi sejak kecil. Mengantar dan menjemput sekolah mulai dari TK hingga SMA, mendampingi setiap proses pertumbuhan, hingga akhirnya menyaksikan putranya berdiri menuju gerbang pengabdian kepada negara.

Kini perjuangan itu mulai membuahkan hasil. Raffi telah lulus dan mengikuti pendidikan dasar sebagai Calon Taruna TNI Angkatan Udara (AU). Sebuah langkah awal untuk menjadi bagian dari generasi muda yang dipersiapkan menjaga kehormatan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca :  PWI Provinsi Jambi Harus Menjadi Rumah Besar Wartawan

Dengan penuh rasa bangga, Bunda dan Papa melepas langkah putranya. Mereka berpesan agar Raffi kelak menjadi seorang abdi negara yang bekerja bukan demi pujian, melainkan karena panggilan hati untuk mengabdi.

“Jadilah prajurit yang memiliki disiplin, loyalitas, integritas, dan tanggung jawab. Tetap rendah hati, beriman, serta selalu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.”

Perjalanan panjang masih menanti. Namun dengan bekal doa orang tua, kerja keras, dan semangat pengabdian, M. Raffi Berlian Setiawan diharapkan mampu menggapai cita-cita dan membawa kebanggaan bagi keluarga serta bangsa.

Selamat berjuang, Raffi. Terbanglah tinggi menggapai impian, membawa nama baik keluarga dan mengabdi untuk Indonesia.

Doa dan cinta Bunda serta Papa akan selalu menyertai setiap langkahmu.

Penulis: Dr. H. Budi Setiawan

Editor: Firdaus

Share :

Baca Juga

Opini

Menunggu Hadirnya Negarawan Sejati

Opini

Loreng di Ladang: Babinsa Menjaga Negeri dari Desa, Mengabdi Tanpa Batas

Opini

SEJARAH, VISI, MISI, TUJUAN, DAN BIDANG KEGIATAN PEPABRI

Opini

Bansos dan Money Politic di Pilkada, Cerminan Kegagalan Revolusi Mental

Opini

Maklumat Yogyakarta: Seruan Tegas untuk Mengembalikan Sistem Kelembagaan NKRI yang Dikhianati

Opini

Aspek Terlupakan dari Puasa Ramadhan: Revolusi Pikiran, Energi Kosmik, dan Kesadaran Spiritual

Opini

Jejak Hitam PKI: Dari Sumur Neraka ke Lubang Buaya, Lalu Menjelma Jadi Komunisme Gaya Baru

Opini

KEPEMIMPINAN EFEKTIF DI ERA DIGITAL