Khairil Amri Nahkodai ISORI Jambi, Siap Kembangkan Organisasi hingga Daerah Sambut HUT Ke-81 TNI, Korem 042/Gapu Gelar Donor Darah, Sunatan Massal, dan Pengobatan Gratis TNI AD Fair 2026, Alutsista dan Inovasi Jadi Magnet Pengunjung di Monas DPD PEPABRI Jambi Evaluasi dan Bubarkan Panitia HUT ke-67, Tekankan Tertib Administrasi dan Penguatan Pengabdian Purna Tugas Bukan Akhir Persaudaraan, Rekan Seperjuangan Datang Menjenguk Suhartono

Home / Opini

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Dari Doa di Tanah Suci Hingga Gerbang Pengabdian Negeri: Kisah M. Raffi Berlian Setiawan Menuju Calon Taruna AU

JAMBI – Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Di balik sebuah pencapaian, selalu ada perjuangan, doa, pengorbanan, dan dukungan orang-orang tercinta. Begitulah perjalanan M. Raffi Berlian Setiawan, seorang anak yang sejak usia remaja telah menanamkan cita-cita mulia untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Sejak duduk di bangku SMA kelas satu, Raffi telah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang prajurit TNI. Cita-cita itu bukan sekadar impian masa kecil, tetapi sebuah tekad yang kemudian ia perjuangkan dengan penuh kesungguhan.

Salah satu momen yang tidak pernah dilupakan oleh keluarga adalah ketika Raffi menyampaikan doa dan harapannya di Tanah Suci. Di depan Ka’bah, ia memohon kepada Allah SWT agar diberikan jalan untuk menjadi seorang tentara.

Doa sederhana seorang anak tersebut menjadi harapan besar bagi Bunda dan Papa. Hati mereka saat itu bercampur antara rasa haru, bangga, dan kekhawatiran. Haru melihat keteguhan hati anaknya, bangga dengan cita-cita mulia yang dipilihnya, namun juga sadar bahwa jalan menuju pengabdian tidaklah mudah.

Baca :  Ketika Kritik Disebut "Antek Asing" dan "Londo Ireng"

Perjalanan itu pun dimulai. Raffi mulai mempersiapkan dirinya dengan disiplin tinggi. Tubuh yang dahulu berisi ia latih menjadi lebih kuat dan bugar. Setiap hari diisi dengan latihan fisik, belajar, serta berbagai persiapan menghadapi rangkaian seleksi Taruna.

Bagi kedua orang tuanya, setiap langkah perjuangan Raffi menjadi cerita yang penuh makna. Mereka melihat bagaimana anaknya berusaha keras mengejar cita-cita. Bahkan ketika melihat Raffi tertidur lelah setelah menjalani latihan, sering kali air mata jatuh karena rasa bangga menyaksikan keteguhan perjuangannya.

Baca :  Ketum PWI Pusat Ajak Keluarga Besar PWI Provinsi Jambi Jaga Kekompakan

Saat tiba waktunya melepas Raffi mengikuti seleksi Taruna, doa menjadi bekal utama yang diberikan keluarga. Sang Bunda tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Dalam setiap sujud dan doa, nama Raffi selalu disebut agar Allah SWT memberikan kemudahan, kesehatan, dan keberhasilan.

Kasih sayang seorang ibu telah menemani perjalanan Raffi sejak kecil. Mengantar dan menjemput sekolah mulai dari TK hingga SMA, mendampingi setiap proses pertumbuhan, hingga akhirnya menyaksikan putranya berdiri menuju gerbang pengabdian kepada negara.

Kini perjuangan itu mulai membuahkan hasil. Raffi telah lulus dan mengikuti pendidikan dasar sebagai Calon Taruna TNI Angkatan Udara (AU). Sebuah langkah awal untuk menjadi bagian dari generasi muda yang dipersiapkan menjaga kehormatan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca :  Babinsa Sijenjang Pererat Silaturahmi dengan Warga Lewat Komsos

Dengan penuh rasa bangga, Bunda dan Papa melepas langkah putranya. Mereka berpesan agar Raffi kelak menjadi seorang abdi negara yang bekerja bukan demi pujian, melainkan karena panggilan hati untuk mengabdi.

“Jadilah prajurit yang memiliki disiplin, loyalitas, integritas, dan tanggung jawab. Tetap rendah hati, beriman, serta selalu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.”

Perjalanan panjang masih menanti. Namun dengan bekal doa orang tua, kerja keras, dan semangat pengabdian, M. Raffi Berlian Setiawan diharapkan mampu menggapai cita-cita dan membawa kebanggaan bagi keluarga serta bangsa.

Selamat berjuang, Raffi. Terbanglah tinggi menggapai impian, membawa nama baik keluarga dan mengabdi untuk Indonesia.

Doa dan cinta Bunda serta Papa akan selalu menyertai setiap langkahmu.

Penulis: Dr. H. Budi Setiawan

Editor: Firdaus

Share :

Baca Juga

Opini

Dahulukan “BerBudi”, Sejahtera dan Bahagia Akan Mengikuti

Opini

Generasi Bangsa dalam Bahaya: Tragedi LGBT dan Pelajaran bagi Kita Semua

Opini

Mengungkap Fakta Ilmiah: Jakarta Tenggelam karena Penurunan Tanah, Bukan Abrasi..!

Opini

Silaturahmi Tak Terduga: Jurnalis Rosyid Temukan Sahabat Lama di Tengah Liburan Keluarga ke Batam

Opini

“Manifesto Kebangsaan Seri Ketiga: Kedaulatan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat — Bukan untuk Segelintir Elite”

Opini

Penyamaan Sawit dengan Hutan Alami: Analisis Kritis terhadap Fungsi Ekologis dan Dampak Lingkungan

Opini

RPJMD dan Pembangunan yang Berakar pada Kebutuhan Rakyat

Opini

UU TNI 2025 Bukan Dwifungsi Gaya Baru: Ini Penjelasan Lengkap dan Landasan Hukumnya