Babinsa dan Manggala Agni Perkuat Strategi Sosialisasi Cegah Karhutla Babinsa Gelar Komsos di Desa Pelempang, Perkuat Kedekatan dengan Warga Babinsa Ma Bulian Ikut Gerakan Tanam Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Batanghari Babinsa Lakukan Anjangsana, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan Babinsa Bantu Warga Pasang Plafon, Perkuat Semangat Gotong Royong di Jambi

Home / Artikel

Sabtu, 21 Juni 2025 - 14:58 WIB

“Manifesto Kebangsaan Seri Ketiga: Kedaulatan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat — Bukan untuk Segelintir Elite”

Oleh : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Indonesia tidak miskin. Rakyatnya yang dimiskinkan.

Kalimat ini bukan tuduhan kosong, melainkan potret menyakitkan yang telah lama dirasakan oleh jutaan rakyat Indonesia di pedalaman, di pesisir, di gunung-gunung, di pasar-pasar tradisional, hingga di lorong-lorong kota besar yang bising dan penuh polusi.

“Manifesto Kebangsaan Seri Ketiga” hadir sebagai suara lantang yang menyuarakan kebenaran yang sudah lama dikubur: bahwa kekayaan alam Indonesia — dari tambang, hutan, laut, hingga energi — tidak sedang dikelola untuk rakyat, tetapi untuk segelintir elite dan kepentingan asing yang terselubung.

Sementara negeri ini kaya dengan batu bara, nikel, emas, gas alam, dan hasil bumi lainnya, jutaan anak bangsa masih kesulitan makan, pendidikan mahal, dan hidup dari utang ke utang.

Baca :  Sejarah Batik Jambi Mengangkat Ekonomi dengan Warisan Budaya

Ini adalah kegagalan sistemik. Dan ini harus diakhiri.

Oleh karena itu, Manifesto ini menyuarakan dengan jelas dan lugas :

“Sudah saatnya Sumber Daya Alam (SDA) dikelola secara konstitusional, berbasis keadilan sosial, dan diarahkan langsung untuk peningkatan kualitas hidup rakyat — bukan untuk pertumbuhan angka statistik yang menipu.”

Manifesto Seri Ketiga ini bukan sekadar retorika. Ia menawarkan kerangka operasional dan solusi konkret, antara lain :

Revisi total Undang-Undang tentang Minerba, Energi, dan Kehutanan agar kembali sesuai Pasal 33 UUD 1945.

Pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana CSR, dan Pajak SDA untuk :

• Pendidikan vokasi berbasis lokalitas

Baca :  Ketika Langit Tidak Lagi Milik Siapa-Siapa

• Koperasi rakyat

• Riset dan teknologi anak bangsa

Pelibatan masyarakat lokal sebagai pemilik saham mayoritas dalam investasi SDA.

Audit menyeluruh terhadap seluruh perizinan tambang, HGU, dan konsesi yang cacat hukum dan bertentangan dengan kepentingan nasional.

Pembangunan kawasan industri berbasis bahan baku lokal, bukan ekspor mentah. 

Lebih dari itu, Manifesto ini menyampaikan pesan moral dan konstitusional :

“Negara tidak boleh netral ketika rakyat berhadapan dengan korporasi raksasa. Negara harus memihak kepada rakyat.

Karena sesungguhnya, kedaulatan tidak berarti apa-apa jika kekayaan negeri ini tidak bisa dinikmati oleh mereka yang hidup dan mati di atas tanah air ini.

Ini bukan sekadar gagasan — ini adalah panggilan sejarah.

Baca :  Trias Politica di Persimpangan: Ketika Kekuasaan Saling Menyapa Terlalu Akrab

Kepada para kepala daerah, ini adalah arah baru pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Kepada para legislator, ini adalah cermin kejujuran di tengah perumusan undang-undang.

Kepada para pemuda, ini adalah ajakan untuk bangkit, belajar, dan bersuara.

Karena masa depan Indonesia tidak akan dibangun oleh mereka yang diam.
Masa depan Indonesia dibangun oleh mereka yang berani berpikir dan bertindak.

Dan “Manifesto Kebangsaan Seri Ketiga” adalah bekal kita untuk itu.

Kedaulatan SDA = Kesejahteraan Rakyat.

Tanpa itu, kita bukan negara merdeka — kita hanya menjadi ladang eksploitasi.

Mari kita tutup bab sejarah ketimpangan, dan kita buka lembaran baru Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera untuk semua.

Share :

Baca Juga

Artikel

Fenomena Seragam Militer di Ormas dan Klarifikasi Pengunduran Diri Prabowo Subianto: Mencegah Penyalahgunaan Nama Presiden RI

Artikel

Ledakan Hoaks di Medsos: Tantangan Literasi Digital di Era Banjir Informasi

Artikel

Aklamasi, Legitimasi, dan Ujian Kepemimpinan H. Budi Setiawan

Artikel

Lebaran di Tengah Perbedaan: Memaknai Kedewasaan dan Persatuan

Artikel

Ilusi Perwakilan Rakyat: Membongkar Realitas Legislasi di DPR RI

Artikel

Dirgahayu TNI ke-79: Transformasi Menuju Kekuatan Modern dan Penjaga Stabilitas Nasional

Artikel

Silaturahmi Tak Terduga: Jurnalis Rosyid Temukan Sahabat Lama di Tengah Liburan Keluarga ke Batam

Artikel

Paradoks PIK 2: Antara Pengingkaran dan Kenyataan, Siapa yang Bermain di Balik Pagar Laut..?