Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Dampingi Pembersihan Drainase, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan Babinsa Olak Kemang Sambangi Pedagang Ikan Sungai, Serap Aspirasi dan Dukung Pelaku UMKM Komsos Babinsa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Desa Sekati Gedang, Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Ngopi Bareng, Babinsa dan Polsek Pasar Perkuat Sinergitas TNI-Polri Demi Keamanan Wilayah Babinsa Hadiri Musyawarah Gugus Depan SDN 09/IV Kota Jambi, Dukung Pembinaan Karakter Generasi Muda Melalui Pramuka

Home / Opini

Selasa, 4 Maret 2025 - 08:32 WIB

Manfaat Puasa bagi Tubuh Kita

Oleh : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Puasa bukan sekadar ibadah spiritual, tetapi juga sebuah metode ilmiah yang terbukti memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia. Dalam dunia medis, puasa dikenal sebagai salah satu cara alami untuk meremajakan sel, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperbaiki berbagai fungsi organ. *lIslam telah mensyariatkan puasa lebih dari 1.400 tahun lalu, dan kini sains modern membuktikan bahwa di balik perintah ini tersimpan hikmah kesehatan yang luar biasa. 

Puasa: Mekanisme Penyembuhan Alami

Tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Saat berpuasa, tubuh memasuki kondisi autophagy, yaitu proses di mana sel-sel tua atau rusak didaur ulang dan diperbaiki. Penemuan ini diperkuat oleh penelitian ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi, yang mendapatkan Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 2016 atas penelitiannya tentang autophagy. Proses ini membantu membersihkan racun dalam tubuh, mengurangi risiko kanker, serta memperlambat penuaan. 

Baca :  Merawat Indonesia: Saat Rasa, Paham, dan Semangat Kebangsaan Diuji

Selain itu, puasa juga meningkatkan sensitivitas insulin, yang berperan dalam mengontrol kadar gula darah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 serta meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

Puasa dan Kesehatan Otak

Tak hanya bermanfaat bagi tubuh, puasa juga berdampak positif pada kesehatan otak. Selama berpuasa, tubuh meningkatkan produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu protein yang berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan sel-sel saraf. Peningkatan BDNF ini dapat mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Studi yang dilakukan oleh National Institute on Aging menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan fungsi kognitif, daya ingat, serta kemampuan belajar. Inilah sebabnya banyak ilmuwan menyebut puasa sebagai “nutrisi bagi otak”.

Baca :  Jurnal Senja: Catatan Pengabdian

Puasa dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan bentuk penyucian jiwa dan raga. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” (HR. Thabrani)

Hadis ini kini terbukti secara ilmiah. Dalam Al-Qur’an, Allah juga berfirman:

“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa puasa memiliki manfaat yang mungkin belum sepenuhnya kita pahami, tetapi sains modern terus membuktikan keajaiban yang terkandung di dalamnya.

Puasa: Solusi Kesehatan yang Murah dan Efektif

Tidak seperti obat-obatan yang sering kali memiliki efek samping, puasa adalah metode penyembuhan yang alami, murah, dan mudah dilakukan. Tidak ada industri farmasi atau perusahaan makanan yang diuntungkan dari puasa—justru kita sendirilah yang mendapatkan manfaatnya secara langsung.

Baca :  Inovasi Batik Tapis, Upaya Menjaga Tradisi Lampung Tetap Relevan

Kini, banyak ahli kesehatan dan dokter yang merekomendasikan puasa intermiten sebagai terapi alami untuk berbagai penyakit kronis. Puasa bukanlah kelaparan, tetapi sebuah sistem yang terencana, di mana kita memiliki kendali penuh atas waktu makan dan beristirahatnya organ pencernaan.

Kesimpulan

Puasa adalah anugerah luar biasa yang telah disyariatkan oleh Islam dan kini diakui oleh sains modern sebagai metode penyembuhan alami. Dengan berpuasa, tubuh kita tidak hanya terbebas dari racun dan lemak berlebih, tetapi juga memperoleh perlindungan dari berbagai penyakit kronis, meningkatkan fungsi otak, serta memperlambat proses penuaan.

Mari kita jadikan puasa sebagai gaya hidup sehat, bukan hanya sebagai ibadah tahunan di bulan Ramadan. Dengan memahami ilmu di balik puasa dan melaksanakannya secara rutin, kita dapat mengambil kembali kendali atas kesehatan kita. Semoga bermanfaat..!

Share :

Baca Juga

Opini

45 Menit Ngobrol Asyik Bersama Yan Iswara Rosya Sang “Nakhoda” OJK Jambi

Nasional

Dinamika Konsumsi Musiman Jadi Katalis Utama Perekonomian

Opini

Gizi Anak Bangsa dan Ujian Integritas Kebijakan Publik

Opini

Menyalahkan Kopi, Menyelamatkan Izin

Olahraga

Prestasi Bukan Mimpi: Menatap Masa Depan Atlet Jambi

Opini

KOPI PAHIT (2): Pilkada dan Gaple Syar’i

Opini

Kavaleri Hebat, Angkatan Darat Kuat: Menapak Usia 76 Tahun

Opini

Membuat Media (Siber)