Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Babinsa Beliung Hadiri Ceramah Agama di Masjid Al Ikhlas Babinsa Koramil Mersam Gotong Royong Bantu Pembangunan Rumah Warga Safari Dakwah di Prabumulih, Ustaz Jarir dan Ustaz Rofiq Fatah Ajak Jamaah Perkuat Bekal Akhirat Irwansyah Kembali Pimpin PWI Kota Jambi, Tegaskan Komitmen pada Etika dan Profesionalisme Pers Ketum PWI Pusat Ajak Keluarga Besar PWI Provinsi Jambi Jaga Kekompakan

Home / Opini

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:41 WIB

Forkopimda Muara Enim Perkuat Komunikasi Dua Arah dengan Masyarakat

FOTO: Marsidi/SriwijayaDaily

FOTO: Marsidi/SriwijayaDaily

Muara Enim, SriwijayaDaily.com – Selama ini kita sering mendengar Forkopimda.Namun seperti apa Forkopimda yang sesungguhnya dan bagaimana skema komunikasi yang elok sehingga tercipta komunikasi dua arah humanis dan objektif.

Diketahui bahwasanya Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) adalah forum vital untuk komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pimpinan eksekutif (Bupati/Wali Kota), legislatif (DPRD), serta unsur TNI, POLRI, Kejaksaan dan Pengadilan di tingkat daerah.

Forkopimda yang bertujuan membahas dan menyelesaikan isu pemerintahan umum, pembangunan, keamanan, serta ketertiban masyarakat, dengan komunikasi sebagai jantung untuk mencapai kesepahaman dan solusi bersama demi stabilitas dan kemajuan daerah.

Baca :  Komsos Babinsa, Sinergi TNI dan Warga Aur Kenali untuk Lingkungan Aman

Tujuan Utama Forkopimda Dan Peran Komunikasi

Media komunikasi dan Derivatnya merupakan bentuk serta upaya koordinasi sebagai salah satu wadah utama untuk bertukar pikiran, informasi, dan menyelaraskan langkah meskipun konsep dinamika akan menjadi faktor dominan dan bukan sebagai faktor etiologi.

Skema dan konsep dan peran aktif komponen masyarakat dalam mendukung pemerintahan secara umum dan menunjang kelancaran pelaksanaan urusan pemerintahan umum sesuai UU No. 23 Tahun 2014.

Baca :  Wujud Kepedulian terhadap Dunia Pendidikan, Babinsa Beliung Hadiri Tasyakuran Kelulusan SDN 94/IV

Update dan saran positif masyarakat dan solusi terhadap isu-isu faktual, keamanan, dan ketertiban yang kompleks di daerah merupakan simbol dari sebuah wujud sinergi pembangunan.

Membangun harmonisasi antar-instansi dan upaya menjalin komunikasi yang elok dengan masyarakat adalah bentuk upaya positif dalam mendukung keberhasilan program pembangunan dan pelayanan publik yang lebih efektif.

Skema dan pintu masuk elemen masyarakat baik berupa diskusi dan tanya jawab dengan media dan LSM untuk mendapatkan masukan konstruktif termasuk memperkuat komunikasi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait hingga ke level terdepan baik di level pedesaan, kecamatan hingga pemangku kepentingan strategis.

Baca :  Danrem 042/Gapu Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Jambi, Tekankan Semangat Persatuan Bangsa

Disadari atau tidak ,tanpa komunikasi yang baik, sulit mencapai kesamaan visi, persepsi, dan tujuan bersama.

Pada akhirnya dan meskipun dianggap tabu, komunikasi terputus (“ghosting”) lambat laun akan membentuk tirani dan menyulitkan membaca pesan implisit bagi pemangku kebijakan strategis dan terbaca sebagai pesan publik yang mudah dimengerti. **

Salam Sejawat

Marsidi

Share :

Baca Juga

Opini

Langkah Menuju Neraka Dunia: Kunjungan Menlu Iran ke Moskow Picu Konsolidasi Blok Timur Hadapi AS – Perang Dunia Ketiga Semakin Nyata

Opini

Panen Raya Oligarki: Saatnya Negara Kembali ke Pangkuan Rakyat..!

Opini

Empati dan Dedikasi: Pekerja Sosial Masyarakat Menciptakan Perubahan Positif

Opini

Maklumat Yogyakarta: Seruan Tegas untuk Mengembalikan Sistem Kelembagaan NKRI yang Dikhianati

Opini

Kopi sebagai Sumber Inspirasi dan Simbol Kreativitas di Era Digital

Opini

“Prabowo, Jokowi, dan Badai Politik: Antara Harapan, Kekecewaan, dan Jalan Menuju Indonesia Emas 2045”

Opini

“Dak Biso Eloki, Jangan Ngerusak” — Menjaga Marwah PEPABRI dengan Jiwa Kesatria dan Semangat Kebangsaan

Opini

KOPI PAHIT (2): Pilkada dan Gaple Syar’i