Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Dampingi Pembersihan Drainase, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan Babinsa Olak Kemang Sambangi Pedagang Ikan Sungai, Serap Aspirasi dan Dukung Pelaku UMKM Komsos Babinsa Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Desa Sekati Gedang, Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Ngopi Bareng, Babinsa dan Polsek Pasar Perkuat Sinergitas TNI-Polri Demi Keamanan Wilayah Babinsa Hadiri Musyawarah Gugus Depan SDN 09/IV Kota Jambi, Dukung Pembinaan Karakter Generasi Muda Melalui Pramuka

Home / Daerah / Opini

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:12 WIB

Inovasi Batik Tapis, Upaya Menjaga Tradisi Lampung Tetap Relevan

LAMPUNG — Di tengah perkembangan industri fesyen modern, kain tapis Lampung tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu identitas budaya yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Tidak hanya sebagai busana adat, tapis juga mencerminkan nilai sosial dan hubungan masyarakat Lampung dengan lingkungan sekitarnya.

Upaya pelestarian sekaligus pengembangan tapis kini dilakukan oleh pelaku usaha kreatif seperti Asri Tapis Lampung. Melalui pendekatan inovatif, tapis tidak lagi terbatas pada penggunaan tradisional, melainkan mulai diadaptasi ke dalam produk fesyen yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masa kini.

Baca :  Mengungkap Fakta Di Balik Insiden Munisi Nyasar Di UNP, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat

Keunikan tapis terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik manual. Para perajin menggunakan alat tradisional yang dikenal sebagai tekang untuk membentangkan kain, sebelum kemudian menyulam benang emas dengan teknik khas Lampung.

Proses ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak singkat. Pengerjaan satu kain tapis dapat memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat kerumitan motif yang dihasilkan. Setiap motif yang dibuat pun memiliki makna tersendiri, mulai dari flora, fauna, hingga simbol kehidupan seperti kapal yang melambangkan perjalanan hidup manusia.

Dalam perkembangannya, inovasi dilakukan dengan memadukan teknik batik dan sulaman tapis. Perpaduan ini dinilai mampu memperluas fungsi tapis sebagai busana yang dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun semi-formal.

Baca :  Senkom Jambi Siap Bergerak Cepat, Gubernur Al Haris Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026

Selain inovasi desain, aspek keberlanjutan juga mulai diperhatikan. Penggunaan pewarna alami dari bahan tumbuhan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mempertahankan keaslian produk.

Di sisi lain, pengembangan tapis juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan. Kegiatan produksi menjadi sumber penghasilan sekaligus sarana pemberdayaan berbasis keterampilan tradisional.

Harga kain tapis yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, mencerminkan nilai kerja dan proses panjang di balik setiap helai kain. Melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta partisipasi dalam pameran, tapis Lampung mulai menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca :  Idul Adha 2026, LDII Jambi Tebar Kurban 527 Sapi, 324 Kambing, dan 4 Kerbau untuk Masyarakat

Di tengah tren fesyen cepat, keberadaan tapis menjadi alternatif yang mengedepankan nilai budaya, kualitas, dan keberlanjutan. Dengan inovasi yang terus dilakukan, tapis Lampung diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif nasional. (Hermansyah/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Senkom Mitra Polri Kota Jambi Gelar Sholat Id Di Pelataran Bandara Sutha

Daerah

IPU ke-144 di Bali Akan Dihadiri 115 Negara

Daerah

Belasan Ruko Di Kualatungkal Ludes Dimakan Api

Daerah

H. Nurhamid Hadi Semangati Ratusan Pesilat di Pasanggiri Persinas ASAD Jambi 2025

Daerah

HD Buka Kejurnas Boling Soetopo Jananto dan Junior 2021, 95 Atlet dari 9 Provinsi Berlaga

Daerah

KONI Kota Jambi Membuka Pintu untuk Bola Tangan

Daerah

H. Budi Setiawan Terima Penghargaan ITS-NU Jambi atas Dedikasi Memajukan Pendidikan

Opini

Manfaat Puasa bagi Tubuh Kita