Babinsa Koramil Muara Tembesi Berikan Pembekalan Persyaratan Administrasi Pendaftaran TNI kepada Siswi MAN 2 Batanghari Babinsa Koramil Sebapo Pantau Perbaikan Jalan Desa, Serap Aspirasi Warga di Suka Makmur Melalui Komsos, Babinsa Koramil Mersam Perkuat Semangat Persatuan dan Kedekatan dengan Warga Hadapi Musim Kemarau, Danrem 042/Garuda Putih Dipercaya Pimpin Satgas Karhutla Jambi 2026 Senkom Jambi Siap Bergerak Cepat, Gubernur Al Haris Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026

Home / Opini

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:51 WIB

Di Bawah Hujan Jambi, Setia Kawan Para Purnawirawan Tak Pernah Gugur

Oleh: Firdaus

Hujan yang mengguyur Kota Jambi sejak pagi tak menyurutkan langkah para purnawirawan yang tergabung dalam Pepabri. Jalanan basah dan langit kelabu justru menjadi latar yang menegaskan keteguhan mereka untuk tetap hadir. Bagi para purnawirawan, hujan hanyalah cuaca; persaudaraan adalah janji yang tak mengenal musim.

Di kantin Rumah Sakit Dokter Bratanata, secangkir kopi hangat menjadi pengantar obrolan ringan. Tak ada diskusi politik atau romantisme berlebihan tentang masa lalu. Yang mengalir justru kisah-kisah sederhana: kesehatan yang menurun, keluarga di rumah, dan tawa kecil untuk menjaga hati tetap lapang. Tempat itu menjadi ruang jeda sebelum mereka membesuk Ketua DPC Pepabri Kota Jambi, Peltu (Purn) Haji Mujiono, yang tengah menjalani perawatan.

Baca :  Menjaga Kesempurnaan Ibadah: Zakat Fitrah, Waktu, dan Ketepatan Penyalurannya

Membesuk bukan sekadar rutinitas organisasi. Ia adalah refleksi nilai yang terus dirawat Pepabri: setia kawan. Dalam ruang-ruang sempit rumah sakit, hierarki luluh. Pangkat dan jabatan ditanggalkan, berganti kepedulian yang setara. Hadir, duduk, dan mendoakan—itulah bentuk pengabdian paling manusiawi.

Di Pepabri Kota Jambi, kepedulian itu dijalankan secara lebih terstruktur melalui Bantuan Sosial Peduli Purnawirawan (BSPP). Program ini menjadi denyut sosial organisasi, di mana setiap bulan dibentuk kelompok khusus untuk membesuk sekaligus menyalurkan bantuan kepada purnawirawan yang sakit atau membutuhkan perhatian. Dalam kegiatan ini, sekat pangkat tak lagi relevan—senior dan yunior berjalan beriringan, menyatukan empati.

Baca :  Di Balik Batu Domino: Pelajaran Kehidupan dari Sebuah Permainan

Pada bulan ini, kelompok besuk BSPP dipimpin oleh AKP (Purn) Efendi, dengan didampingi para senior serta jajaran pengurus DPC Pepabri Kota Jambi.

“Bagi kami, membesuk kawan yang sakit itu bukan kewajiban organisasi semata, tapi panggilan hati. Dulu kami bersama dalam tugas, sekarang kami bersama dalam doa dan kepedulian. Itulah makna Pepabri,” ujar Efendi.

Baca :  Komsos Jadi Sarana Deteksi Dini, Babinsa Dekatkan Diri dengan Warga

Pepabri di Jambi menunjukkan bahwa nasionalisme tak selalu hadir dalam seremoni atau pidato panjang. Ia hidup dalam gestur kecil yang konsisten: tetap datang meski hujan, tetap peduli meski usia menua, dan tetap berbagi meski seragam telah lama dilipat.

Di bawah langit Jambi yang basah, para purnawirawan itu memberi pesan sunyi namun kuat: pengabdian pada bangsa tak berakhir saat masa dinas selesai. Ia terus hidup dalam persaudaraan, kepedulian, dan kesetiaan pada sesama.

Share :

Baca Juga

Opini

Menabur Kebaikan dan Kesabaran, Kunci Kesejahteraan dan Ketenangan

Opini

Koalisi Golkar-PSI Dukung Budi Untuk Kota Jambi BerBudi

Opini

Pentingnya Peranan Medsos Di Era Digitalisasi

Opini

Dari Danrem 042/Gapu ke Tenaga Ahli Lemhannas: Karier Mayjen Rachmad

Opini

“Tertampar” Wartawan Muda, Kopi Makin Pahit

Opini

Sumur Soco: Tragedi Kemanusiaan, Peringatan Abadi Bagi Bangsa Menjelang 30 September

Opini

Mengungkap Fakta Ilmiah: Jakarta Tenggelam karena Penurunan Tanah, Bukan Abrasi..!

Opini

Asa Dibalik Berkah Hari Bhayangkara