Musda X LVRI Jambi, PEPABRI Dorong Pewarisan Semangat Juang ’45 kepada Generasi Penerus SBC Soroti SOP dan Peran Askrindo-Jamkrindo dalam Sidang Kasus Semen Baturaja Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Londerang Pangdam XXII/TB Turun Langsung Pantau Penanganan Karhutla di Kalteng Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut

Home / Opini

Minggu, 9 Maret 2025 - 23:34 WIB

Kota Jambi Darurat Tata Kota! Wali Kota Maulana Ditantang Ubah Jadi Kota Metropolitan

Oleh : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Jambi, (09 Maret 2025) – Kota Jambi, ibu kota Provinsi Jambi, kini berada dalam sorotan tajam. Masyarakat menilai kondisi tata kota jauh tertinggal dibandingkan dengan kota-kota lain di Sumatera, apalagi jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Jawa. Infrastruktur yang kurang memadai, pengelolaan sampah yang buruk, serta minimnya ruang terbuka hijau membuat wajah Kota Jambi tampak kumuh dan tidak menarik.

Di tengah ekspektasi tinggi, Wali Kota Jambi yang baru, *Bapak Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.*, mendapat tantangan besar untuk membenahi kota ini agar sejajar dengan kota metropolitan lain di Indonesia. Masyarakat berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa perubahan besar yang selama ini diabaikan oleh pemimpin sebelumnya.

Kota yang Semakin Kumuh dan Tertinggal

Jika dibandingkan dengan Kota Batam, Palembang, Lampung, atau Pekanbaru, Kota Jambi terlihat jauh tertinggal dalam hal tata kota. Kritik keras dari masyarakat mencuat ke permukaan, mengungkap berbagai permasalahan serius yang harus segera ditangani:

1. Sarana Jalan yang Buruk
Hampir di seluruh wilayah Kota Jambi, kondisi jalan sempit, berlubang, dan kualitas aspal yang buruk sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Buruknya infrastruktur ini tak hanya memperlambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan angka kecelakaan.

Baca :  Komsos Jadi Jembatan Kebersamaan, Babinsa Jambi Timur Perkuat Sinergi dengan Warga dan Pemuda

2. Minimnya Pengelolaan Sampah
Kota Jambi menghadapi krisis kebersihan. Tidak adanya tempat penampungan sampah yang memadai di sudut-sudut kota membuat sampah berserakan di mana-mana. Bau tak sedap, pemandangan yang kumuh, serta potensi penyakit menjadi ancaman nyata bagi warga.

3. Selokan Terbuka, Ancaman Nyata bagi Pejalan Kaki
Got atau drainase di pinggir jalan dibiarkan terbuka lebar tanpa pengamanan. Hal ini tidak hanya memperburuk estetika kota, tetapi juga mengancam keselamatan pejalan kaki dan pengendara.

4. Trotoar yang Tidak Layak
Trotoar yang seharusnya nyaman untuk pejalan kaki justru dalam kondisi yang tidak layak. Banyak yang rusak, sempit, dan tidak memiliki standar yang aman untuk digunakan oleh masyarakat.

5. Ketiadaan Ruang Terbuka Hijau
Minimnya penghijauan membuat Kota Jambi terlihat gersang dan tidak nyaman. Dibandingkan dengan kota-kota lain yang memiliki jalur hijau di sepanjang median jalan, Jambi justru terlihat kering dan panas.

6. Penataan Bangunan yang Amburadul
Hampir di semua jalan utama Kota Jambi, bangunan yang berdiri adalah ruko-ruko yang berjejer tanpa perencanaan yang matang. Ini menyebabkan pemandangan kota tampak monoton dan tidak estetis, menghilangkan karakter kota yang seharusnya lebih beragam.

Baca :  Babinsa Kenali Asam Bawah Hadiri Safari Subuh Berjamaah, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan Umat

7. Kawasan Pinggir Batanghari yang Kumuh
Salah satu pemandangan paling memprihatinkan adalah kawasan pinggir Sungai Batanghari, terutama di depan kediaman Gubernur Jambi. Alih-alih menjadi ikon wisata yang menarik, kawasan ini justru tampak kumuh akibat penataan pedagang yang tidak teratur.

Tantangan Besar untuk Wali Kota Maulana

Masyarakat Jambi kini menaruh harapan besar kepada Wali Kota Maulana. Mereka ingin melihat perubahan nyata dalam waktu dekat. Berikut adalah beberapa langkah konkret yang harus segera dilakukan :

1. Pelebaran dan Perbaikan Jalan
Jalan-jalan utama harus diperbaiki dan diperlebar untuk mengurangi kemacetan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Program perbaikan 101 ruas jalan yang telah dicanangkan harus direalisasikan dengan cepat.

2. Penataan Sampah dan Drainase Kota
Pemkot Jambi harus menyediakan tempat sampah di titik-titik strategis serta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Selain itu, selokan yang terbuka harus segera ditutup agar lebih aman dan lebih bersih.

3. Revitalisasi Trotoar dan Ruang Terbuka Hijau
Trotoar perlu diperbaiki agar layak dan nyaman bagi pejalan kaki. Ruang hijau juga harus diperbanyak untuk memberikan suasana kota yang lebih sejuk dan asri.

4. Penataan Ulang Kawasan Pinggir Sungai Batanghari
Kawasan di sepanjang Sungai Batanghari, terutama yang berada di depan kediaman Gubernur, harus direnovasi menjadi ikon wisata kota. Penataan pedagang dan pembangunan area wisata air bisa menjadi solusi untuk mengubah wajah kota.

Baca :  PPAD, Jasamu Abadi: Pengabdian yang Tak Pernah Pensiun

5. Penghentian Izin Ruko di Pinggir Jalan Utama
Pemkot harus menghentikan penerbitan izin baru untuk pembangunan ruko di sepanjang jalan utama. Sudah saatnya Kota Jambi memiliki perencanaan tata kota yang lebih baik agar tidak terkesan kumuh dan tidak tertata.

6. Promosi Wisata, Kuliner, dan Batik Khas Jambi
Jambi memiliki banyak kuliner khas serta batik yang unik. Pemerintah harus mulai serius dalam mengangkat potensi lokal ini agar bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Jambi Menuju Kota Metropolitan

Jambi punya potensi besar untuk berkembang menjadi kota modern dan maju. Namun, semua itu hanya bisa terwujud jika ada komitmen kuat dari pemerintah daerah, terutama Wali Kota Maulana yang kini dipercaya memimpin.

Masyarakat menunggu gebrakan besar dari beliau. Apakah Jambi akan terus tertinggal dan semakin kumuh, atau justru bangkit dan menjadi kota metropolitan yang bisa dibanggakan?

Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun satu hal yang pasti: *Jambi butuh perubahan, dan perubahan itu harus dimulai sekarang..!*

Share :

Baca Juga

Opini

Secercah Asa Diujung Penantian Panjang Warga Pakpak Bharat Terwujud Lewat TMMD

Opini

74 Tahun Penerangan TNI AD: Bekerja dengan Hati, Menyatukan Negeri

Opini

HUT ke-63 Kerinci, Masihkah Menuduhnya sebagai Tanah Surga?

Opini

Paradoks PIK 2: Antara Pengingkaran dan Kenyataan, Siapa yang Bermain di Balik Pagar Laut..?

Opini

Menabur Kebaikan dan Kesabaran, Kunci Kesejahteraan dan Ketenangan

Opini

Penyamaan Sawit dengan Hutan Alami: Analisis Kritis terhadap Fungsi Ekologis dan Dampak Lingkungan

Opini

Langkah Menuju Neraka Dunia: Kunjungan Menlu Iran ke Moskow Picu Konsolidasi Blok Timur Hadapi AS – Perang Dunia Ketiga Semakin Nyata

Opini

DEMOKRASI YANG DIRINGKAS