KOTA JAMBI, SRIWIJAYADAILY — Sejumlah generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memilih mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan mengaji dan pembinaan keagamaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membentengi diri dari berbagai tren negatif yang kerap muncul di momen akhir tahun.
Dalam pengajian akhir tahun yang digelar di Kota Jambi, Ustaz Nurhamid Hadi menekankan pentingnya generasi muda memiliki filter diri yang kuat di tengah derasnya pengaruh pergaulan dan budaya populer.
“Anak-anak muda harus punya benteng iman. Pergantian tahun sering dijadikan ajang hura-hura yang tidak memberi manfaat, bahkan menjurus pada perilaku negatif. Mengaji adalah pilihan sadar untuk menjaga diri,” ujar Nurhamid.
Ia menjelaskan, kegiatan pengajian bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sarana membangun karakter, akhlak, dan pola pikir yang sehat. Menurutnya, generasi muda yang memiliki fondasi agama kuat akan lebih mampu menyaring pengaruh lingkungan dan teknologi.
Pengajian akhir tahun tersebut diikuti puluhan generasi penerus (generus) LDII dari berbagai usia. Selain kajian keagamaan, kegiatan juga diisi dengan nasihat akhlak, motivasi belajar, serta penguatan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.
LDII menilai, kegiatan positif seperti pengajian akhir tahun perlu terus diperkuat sebagai alternatif bagi generasi muda agar momentum pergantian tahun tidak diisi dengan aktivitas yang sia-sia.
Melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan, LDII berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan sikap yang bijak.**
Sumber: M. Rosyid










