Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat Karhutla Tahura Batanghari Kembali Terjadi, Kasiops Korem 042/Gapu Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Lokasi

Home / Daerah

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:57 WIB

Bukan Sekadar Buka Puasa, Ramadan Mempertemukan Rindu di Rumah Pak Basyir

PRABUMULIH, SRIWIJAYADAILY.com — Sore itu, suasana di Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, terasa berbeda. Di rumah sederhana milik Sunari Abdul Basyir, tawa anak dan cucu memecah keheningan menjelang azan maghrib, Sabtu (21/2/2026).

Bagi pria yang akrab disapa Pak Basyir dan istrinya, Indun Nani, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bulan suci menjadi ruang untuk memeluk kembali kebersamaan yang kerap terpisah jarak dan kesibukan.

Di ruang keluarga yang hangat, anak, menantu, dan cucu duduk melingkar. Sebagian memang belum dapat hadir. Ada yang menetap di Batam, Merangin, hingga Kota Jambi. Namun bagi pasangan lanjut usia itu, pertemuan yang ada sudah cukup menumbuhkan rasa syukur.

Baca :  Tangis Haru Warnai Pelepasan Siswa SD Negeri 47 Kota Jambi Tahun Ajaran 2025/2026

Indun Nani, ibu dari tujuh anak—Hisbullah, Husnul Khotimah, Istiqomah, M. Rosyid, Mahmudi, Amanah, dan Abdullah Chasan—mengaku kebahagiaan sederhana seperti ini tak ternilai harganya.

“Nginak anak, menantu gok cucong ngumpol lok ini la senang nian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Harapannya sederhana: Idul Fitri nanti seluruh keluarga dapat berkumpul lengkap. Sehat, rukun, dan tetap menjaga ibadah di tengah kesibukan masing-masing.

Baca :  Senkom Mitra Polri Jambi Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi pada HUT Bhayangkara ke-80

Pak Basyir, pria kelahiran Jawa Timur itu, menyampaikan pesan yang tak jauh berbeda. Menurutnya, pekerjaan dan kesibukan tak boleh membuat seseorang lalai pada kewajiban spiritual.

“Jangan sampai karena urusan pekerjaan lalai beribadah. Perbanyak sedekah dan jaga silaturahmi. Dunia ini hanya sementara,” katanya.

Pesan itu meluncur tanpa nada menggurui. Ia lebih menyerupai titipan nilai dari orangtua kepada generasi penerus—bahwa hidup bukan sekadar tentang capaian materi, melainkan tentang menjaga iman dan kekompakan keluarga.

Baca :  Menuju Empat Besar: Siapa Paling Layak ke Semifinal Piala Dunia 2026?

Buka puasa bersama itu mungkin sederhana dari sisi hidangan. Namun di balik meja makan yang tak mewah, tersimpan doa panjang dan harapan yang tak terucap seluruhnya. Ramadan kembali menjadi jembatan yang mempertemukan rindu dan meneguhkan cinta dalam lingkar keluarga.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, momen seperti itulah yang mengingatkan: kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk paling sederhana—berkumpul, berdoa, dan saling menguatkan. (Rosyid/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Mat Sanusi Beri Motivasi, Barongsai Jambi Siap Ukir Prestasi di Kejurnas Bali 2025

Daerah

“Awas Ada Penyakit” Isyarat Melarikan Diri di Kampung Boncos Palmerah

Daerah

Suasana Hangat Pos Ronda RT 15 Kenali Besar, Warga Kompak Dukung Keamanan Lingkungan

Daerah

Bencana Banjir Awal Tahun di Kerinci dan Sungai Penuh, Ribuan Rumah di 9 Kecamatan Terendam

Daerah

SDN 222/IV Kota Jambi Gelar Rapat Sosialisasi SPMB 2025, Perkuat Sinergi Sekolah dan Wali Murid

Daerah

Cegah COVID-19 di HPN 2022, Gubernur Sultra Minta Penerapan Prokes Ketat

Daerah

DPP Seroja Provinsi Jambi Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah

Daerah

Minimalisir Dampak Lingkungan, Babinsa Koramil Telanaipura Sambut Program Pakar Kasih Bersama Warga