Plh. Dansatgas Karhutla Jambi Tegaskan Aksi Nyata Hadapi Puncak Musim Kemarau di TVRI Lewat Pendekatan Humanis, TNI AD Antar Dua Eks Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI Danramil 415-07/Pelayangan Hadiri Pembukaan MTQ, Tegaskan Komitmen Dukung Generasi Qurani Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Pererat Silaturahmi dengan Warga Tempino Melalui Komsos Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Hadiri Forum Ketua RT, Perkuat Sinergi Membangun Lingkungan

Home / Daerah

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:57 WIB

Bukan Sekadar Buka Puasa, Ramadan Mempertemukan Rindu di Rumah Pak Basyir

PRABUMULIH, SRIWIJAYADAILY.com — Sore itu, suasana di Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, terasa berbeda. Di rumah sederhana milik Sunari Abdul Basyir, tawa anak dan cucu memecah keheningan menjelang azan maghrib, Sabtu (21/2/2026).

Bagi pria yang akrab disapa Pak Basyir dan istrinya, Indun Nani, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bulan suci menjadi ruang untuk memeluk kembali kebersamaan yang kerap terpisah jarak dan kesibukan.

Di ruang keluarga yang hangat, anak, menantu, dan cucu duduk melingkar. Sebagian memang belum dapat hadir. Ada yang menetap di Batam, Merangin, hingga Kota Jambi. Namun bagi pasangan lanjut usia itu, pertemuan yang ada sudah cukup menumbuhkan rasa syukur.

Baca :  Babinsa Koramil 415-07/Pelayangan Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Perkuat Kerukunan dan Kamtibmas

Indun Nani, ibu dari tujuh anak—Hisbullah, Husnul Khotimah, Istiqomah, M. Rosyid, Mahmudi, Amanah, dan Abdullah Chasan—mengaku kebahagiaan sederhana seperti ini tak ternilai harganya.

“Nginak anak, menantu gok cucong ngumpol lok ini la senang nian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Harapannya sederhana: Idul Fitri nanti seluruh keluarga dapat berkumpul lengkap. Sehat, rukun, dan tetap menjaga ibadah di tengah kesibukan masing-masing.

Baca :  Pantau Harga dan Situasi Pasar, Babinsa Koramil Muara Tembesi Perkuat Komsos dengan Pedagang

Pak Basyir, pria kelahiran Jawa Timur itu, menyampaikan pesan yang tak jauh berbeda. Menurutnya, pekerjaan dan kesibukan tak boleh membuat seseorang lalai pada kewajiban spiritual.

“Jangan sampai karena urusan pekerjaan lalai beribadah. Perbanyak sedekah dan jaga silaturahmi. Dunia ini hanya sementara,” katanya.

Pesan itu meluncur tanpa nada menggurui. Ia lebih menyerupai titipan nilai dari orangtua kepada generasi penerus—bahwa hidup bukan sekadar tentang capaian materi, melainkan tentang menjaga iman dan kekompakan keluarga.

Baca :  Diduga Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Lima Kendaraan di Sibolangit, Tiga Orang Meninggal Dunia

Buka puasa bersama itu mungkin sederhana dari sisi hidangan. Namun di balik meja makan yang tak mewah, tersimpan doa panjang dan harapan yang tak terucap seluruhnya. Ramadan kembali menjadi jembatan yang mempertemukan rindu dan meneguhkan cinta dalam lingkar keluarga.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, momen seperti itulah yang mengingatkan: kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk paling sederhana—berkumpul, berdoa, dan saling menguatkan. (Rosyid/red)

Share :

Baca Juga

Daerah

SDN 222/IV Kota Jambi Gelar Rapat Sosialisasi SPMB 2025, Perkuat Sinergi Sekolah dan Wali Murid

Daerah

Panitia Kejurprov Tinju Amatir 2025 Mantapkan Persiapan

Daerah

Era Digital, Industri Kehumasan Berpotensi Tumbuh

Daerah

LDII Tambaksari Kota Jambi Sembelih 7 Sapi dan 1 Kambing, Bagikan Daging Kurban ke Warga Sekitar

Daerah

Idul Adha 2026, LDII Jambi Tebar Kurban 527 Sapi, 324 Kambing, dan 4 Kerbau untuk Masyarakat

Daerah

Besok, Saksikan Lesung Luci Pergelaran Teater Tonggak Gratis di Taman Budaya Jambi

Daerah

DPW LDII Provinsi Jambi Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Publikasi Dakwah

Daerah

Budi Setiawan Tinjau dan Berikan Sembako Kepada Korban Kebakaran di Kota Jambi