TELANAIPURA, SRIWIJAYADAILY — Pembangunan fisik kerap dilihat sebatas soal beton dan tenggat waktu. Namun di balik itu, ada aspek keselamatan, ketertiban, dan koordinasi yang menentukan keberlangsungan sebuah proyek. Di titik inilah komunikasi sosial menjadi penting, terutama di lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi.
Jumat, 9 Januari 2026, Babinsa Kelurahan Bagan Pete, Koramil 415-09/Telanaipura, Kodim 0415/Jambi, Peltu Edi Candra, melaksanakan komunikasi sosial bersama petugas keamanan Sugiarto dan petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, RT 11 Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Dialog dilakukan langsung di area proyek. Bagi Babinsa, kehadiran di lapangan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya pembinaan teritorial untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Melalui komunikasi yang terbuka, potensi gangguan keamanan maupun risiko kecelakaan kerja dapat diidentifikasi sejak dini.
“Selain menjalin silaturahmi, kami ingin memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan aman dan lancar,” ujar Peltu Edi Candra. Menurut dia, koordinasi dengan petugas security dan K3 menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan efisien.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pendidikan berasrama gratis dari pemerintah, yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Karena itu, proses pembangunannya tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga tanggung jawab sosial agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan.
Kegiatan komunikasi sosial ini menjadi bagian dari langkah pencegahan. Dengan pengawasan dan dialog rutin, potensi bahaya kerja dapat ditangani lebih awal, sehingga risiko kecelakaan maupun hambatan pembangunan dapat diminimalkan.
Dari lokasi pembangunan di Bagan Pete, komunikasi menjadi fondasi: menjaga keselamatan pekerja hari ini, demi masa depan pendidikan anak-anak yang akan belajar di Sekolah Rakyat esok hari.
Sumber: Pendim 0415/Jambi










