Babinsa dan Manggala Agni Perkuat Strategi Sosialisasi Cegah Karhutla Babinsa Gelar Komsos di Desa Pelempang, Perkuat Kedekatan dengan Warga Babinsa Ma Bulian Ikut Gerakan Tanam Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Batanghari Babinsa Lakukan Anjangsana, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan Babinsa Bantu Warga Pasang Plafon, Perkuat Semangat Gotong Royong di Jambi

Home / Artikel

Selasa, 24 Juni 2025 - 14:28 WIB

Iran Balas Serangan: Pangkalan Militer AS di Qatar Dihantam Rudal, Wilayah Israel Dilanda Hujan Drone dan Roket Presisi Tinggi

Oleh : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Teheran, 24 Juni 2025 — Setelah satu dekade bersabar dan terus menerus ditekan, Iran akhirnya melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target strategis Amerika Serikat dan Israel. Aksi ini merupakan tanggapan langsung atas serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran dan keterlibatan Israel dalam serangan preemptive di beberapa kota Iran.

TARGET PERTAMA: PANGKALAN MILITER AS DI QATAR

Pada pukul 03.42 waktu Teheran, Iran meluncurkan 12 rudal balistik jarak menengah jenis Zolfaghar dan Dezful ke arah Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, markas komando utama AS di Timur Tengah.

Dampak serangan :

• 3 hanggar pesawat tempur F-15 dan F-35 terbakar.

• 7 tentara AS dilaporkan tewas, 23 lainnya luka-luka (menurut laporan tidak resmi dari sumber Timur Tengah).

• Sistem pertahanan udara Patriot gagal mencegat seluruh rudal.

Baca :  Sejarah Batik Jambi Mengangkat Ekonomi dengan Warisan Budaya

• Aktivitas pangkalan untuk sementara “dihentikan total” selama 6 jam setelah ledakan.

Juru bicara militer Iran, Brigjen Abdolrahim Qasemi_ menyatakan :

“Pangkalan militer mana pun yang menjadi peluncur serangan terhadap Iran akan kami anggap sebagai target sah dan akan dihancurkan secara proporsional.”

TARGET KEDUA: SERANGAN TERKOORDINASI KE ISRAEL

Serangan ke wilayah Israel dimulai tepat pukul 04.00 waktu setempat, dan dilakukan secara simultan oleh :

1. Pasukan Quds Iran — meluncurkan rudal Fateh-110 ke arah pelabuhan Haifa dan instalasi militer di Ashdod.

2. Hizbullah Lebanon — menembakkan lebih dari 200 roket Grad dan Katyusha ke wilayah Galilea dan Dataran Golan.

3. Milisi Houthi Yaman — mengirim drone Shahed-136 dari Laut Merah ke arah Tel Aviv dan Be’er Sheva.

4. Milisi Hashd al-Shaabi di Irak — ikut menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Erbil, Irak.

Baca :  Dengan Kendaraan Maung, Bupati Batanghari Tinjau Pekerjaan TMMD ke-127 Kodim 0415/Jambi

Kerusakan dilaporkan :

• Bandara Ben Gurion ditutup sementara.

• Sistem Iron Dome Israel bekerja keras, namun kewalahan.

• Kebakaran besar di fasilitas militer Negev, diperkirakan akibat serangan drone presisi tinggi.

• 6 warga Israel tewas dan 41 luka-luka.

PERNYATAAN RESMI IRAN: HUKUMAN INI BARU PERMULAAN

Kementerian Pertahanan Iran menyebut serangan ini sebagai “Operasi Qassem Soleimani”, sebagai bentuk penghormatan terhadap jenderal top Iran yang dibunuh oleh AS pada 2020.

“Operasi ini adalah babak pertama. Kami akan terus menyerang semua pusat agresi hingga keamanan dan kedaulatan Iran dipulihkan sepenuhnya.”

REAKSI DUNIA: KECAMATAN DAN KEKHAWATIRAN GLOBAL

• PBB mengadakan rapat darurat, namun tidak menghasilkan resolusi karena veto Rusia dan China.

• Uni Eropa menyerukan de-eskalasi namun tidak mengecam Iran secara langsung.

• Rusia dan China menyebut serangan Iran sebagai hak bela diri sah menurut Pasal 51 Piagam PBB”.

Baca :  Trias Politica di Persimpangan: Ketika Kekuasaan Saling Menyapa Terlalu Akrab

ANALISIS STRATEGIS: PERANG TELAH MELUAS

Dengan serangan langsung ke Qatar dan Israel, Iran telah mematahkan tabu geopolitik: menyerang pangkalan utama AS di wilayah Teluk secara terbuka. Ini mengubah lanskap konflik dari proksi menjadi perang langsung.

Blok Barat kini berada dalam dilema :

• Jika membalas secara besar-besaran, perang akan meluas menjadi konflik global.

• Jika mundur, citra dominasi militer AS di Timur Tengah runtuh.

KESIMPULAN: JALAN MENUJU PERANG DUNIA TIDAK LAGI HIPOTESI

Dengan Iran menyerang AS dan Israel secara langsung, blok-blok kekuatan dunia kini sedang bergerak menuju konfrontasi total. Dunia sedang memasuki fase perang terbuka multipolar, yang tidak bisa lagi dicegah hanya dengan pernyataan diplomatik.

“Jika kekuatan tidak diimbangi dengan keadilan, maka balasan rakyat tertindas akan datang seperti badai.”

Share :

Baca Juga

Artikel

Kekuasaan Tidak Ada yang Abadi

Artikel

Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu

Artikel

Kota Jambi Darurat Tata Kota! Wali Kota Maulana Ditantang Ubah Jadi Kota Metropolitan

Artikel

Koalisi Golkar-PSI Dukung Budi Untuk Kota Jambi BerBudi

Artikel

Membuat Media (Siber)

Artikel

Kebangkrutan Demokrasi: Generasi Menjadi Taruhan

Artikel

Arab Saudi Beralih ke Naga Timur: Perjanjian Nuklir Saudi–Pakistan Tunjukkan Lindungan Tiongkok, Gugurkan Dominasi Amerika di Timur Tengah

Artikel

Sumur Soco: Tragedi Kemanusiaan, Peringatan Abadi Bagi Bangsa Menjelang 30 September