Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Babinsa Beliung Hadiri Ceramah Agama di Masjid Al Ikhlas Babinsa Koramil Mersam Gotong Royong Bantu Pembangunan Rumah Warga Safari Dakwah di Prabumulih, Ustaz Jarir dan Ustaz Rofiq Fatah Ajak Jamaah Perkuat Bekal Akhirat Irwansyah Kembali Pimpin PWI Kota Jambi, Tegaskan Komitmen pada Etika dan Profesionalisme Pers Ketum PWI Pusat Ajak Keluarga Besar PWI Provinsi Jambi Jaga Kekompakan

Home / Opini

Minggu, 9 Maret 2025 - 23:34 WIB

Kota Jambi Darurat Tata Kota! Wali Kota Maulana Ditantang Ubah Jadi Kota Metropolitan

Oleh : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Jambi, (09 Maret 2025) – Kota Jambi, ibu kota Provinsi Jambi, kini berada dalam sorotan tajam. Masyarakat menilai kondisi tata kota jauh tertinggal dibandingkan dengan kota-kota lain di Sumatera, apalagi jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Jawa. Infrastruktur yang kurang memadai, pengelolaan sampah yang buruk, serta minimnya ruang terbuka hijau membuat wajah Kota Jambi tampak kumuh dan tidak menarik.

Di tengah ekspektasi tinggi, Wali Kota Jambi yang baru, *Bapak Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.*, mendapat tantangan besar untuk membenahi kota ini agar sejajar dengan kota metropolitan lain di Indonesia. Masyarakat berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa perubahan besar yang selama ini diabaikan oleh pemimpin sebelumnya.

Kota yang Semakin Kumuh dan Tertinggal

Jika dibandingkan dengan Kota Batam, Palembang, Lampung, atau Pekanbaru, Kota Jambi terlihat jauh tertinggal dalam hal tata kota. Kritik keras dari masyarakat mencuat ke permukaan, mengungkap berbagai permasalahan serius yang harus segera ditangani:

1. Sarana Jalan yang Buruk
Hampir di seluruh wilayah Kota Jambi, kondisi jalan sempit, berlubang, dan kualitas aspal yang buruk sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Buruknya infrastruktur ini tak hanya memperlambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan angka kecelakaan.

Baca :  Danrem 042/Gapu Terima Audiensi Pimpinan Perum Bulog Wilayah Jambi, Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan

2. Minimnya Pengelolaan Sampah
Kota Jambi menghadapi krisis kebersihan. Tidak adanya tempat penampungan sampah yang memadai di sudut-sudut kota membuat sampah berserakan di mana-mana. Bau tak sedap, pemandangan yang kumuh, serta potensi penyakit menjadi ancaman nyata bagi warga.

3. Selokan Terbuka, Ancaman Nyata bagi Pejalan Kaki
Got atau drainase di pinggir jalan dibiarkan terbuka lebar tanpa pengamanan. Hal ini tidak hanya memperburuk estetika kota, tetapi juga mengancam keselamatan pejalan kaki dan pengendara.

4. Trotoar yang Tidak Layak
Trotoar yang seharusnya nyaman untuk pejalan kaki justru dalam kondisi yang tidak layak. Banyak yang rusak, sempit, dan tidak memiliki standar yang aman untuk digunakan oleh masyarakat.

5. Ketiadaan Ruang Terbuka Hijau
Minimnya penghijauan membuat Kota Jambi terlihat gersang dan tidak nyaman. Dibandingkan dengan kota-kota lain yang memiliki jalur hijau di sepanjang median jalan, Jambi justru terlihat kering dan panas.

6. Penataan Bangunan yang Amburadul
Hampir di semua jalan utama Kota Jambi, bangunan yang berdiri adalah ruko-ruko yang berjejer tanpa perencanaan yang matang. Ini menyebabkan pemandangan kota tampak monoton dan tidak estetis, menghilangkan karakter kota yang seharusnya lebih beragam.

Baca :  Lebaran di Tengah Perbedaan: Memaknai Kedewasaan dan Persatuan

7. Kawasan Pinggir Batanghari yang Kumuh
Salah satu pemandangan paling memprihatinkan adalah kawasan pinggir Sungai Batanghari, terutama di depan kediaman Gubernur Jambi. Alih-alih menjadi ikon wisata yang menarik, kawasan ini justru tampak kumuh akibat penataan pedagang yang tidak teratur.

Tantangan Besar untuk Wali Kota Maulana

Masyarakat Jambi kini menaruh harapan besar kepada Wali Kota Maulana. Mereka ingin melihat perubahan nyata dalam waktu dekat. Berikut adalah beberapa langkah konkret yang harus segera dilakukan :

1. Pelebaran dan Perbaikan Jalan
Jalan-jalan utama harus diperbaiki dan diperlebar untuk mengurangi kemacetan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Program perbaikan 101 ruas jalan yang telah dicanangkan harus direalisasikan dengan cepat.

2. Penataan Sampah dan Drainase Kota
Pemkot Jambi harus menyediakan tempat sampah di titik-titik strategis serta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Selain itu, selokan yang terbuka harus segera ditutup agar lebih aman dan lebih bersih.

3. Revitalisasi Trotoar dan Ruang Terbuka Hijau
Trotoar perlu diperbaiki agar layak dan nyaman bagi pejalan kaki. Ruang hijau juga harus diperbanyak untuk memberikan suasana kota yang lebih sejuk dan asri.

4. Penataan Ulang Kawasan Pinggir Sungai Batanghari
Kawasan di sepanjang Sungai Batanghari, terutama yang berada di depan kediaman Gubernur, harus direnovasi menjadi ikon wisata kota. Penataan pedagang dan pembangunan area wisata air bisa menjadi solusi untuk mengubah wajah kota.

Baca :  Gizi Anak Bangsa dan Ujian Integritas Kebijakan Publik

5. Penghentian Izin Ruko di Pinggir Jalan Utama
Pemkot harus menghentikan penerbitan izin baru untuk pembangunan ruko di sepanjang jalan utama. Sudah saatnya Kota Jambi memiliki perencanaan tata kota yang lebih baik agar tidak terkesan kumuh dan tidak tertata.

6. Promosi Wisata, Kuliner, dan Batik Khas Jambi
Jambi memiliki banyak kuliner khas serta batik yang unik. Pemerintah harus mulai serius dalam mengangkat potensi lokal ini agar bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Jambi Menuju Kota Metropolitan

Jambi punya potensi besar untuk berkembang menjadi kota modern dan maju. Namun, semua itu hanya bisa terwujud jika ada komitmen kuat dari pemerintah daerah, terutama Wali Kota Maulana yang kini dipercaya memimpin.

Masyarakat menunggu gebrakan besar dari beliau. Apakah Jambi akan terus tertinggal dan semakin kumuh, atau justru bangkit dan menjadi kota metropolitan yang bisa dibanggakan?

Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun satu hal yang pasti: *Jambi butuh perubahan, dan perubahan itu harus dimulai sekarang..!*

Share :

Baca Juga

Opini

Iran Balas Serangan: Pangkalan Militer AS di Qatar Dihantam Rudal, Wilayah Israel Dilanda Hujan Drone dan Roket Presisi Tinggi

Opini

Menabur Kebaikan dan Kesabaran, Kunci Kesejahteraan dan Ketenangan

Opini

Perang Bukan Milik Kita, Tapi Dampaknya Nyata: Strategi Indonesia di Era Krisis Global

Opini

PENGUASA TANPA NURANI: PEMAGARAN LAUT 30,16 KM DI TANGERANG, BANTEN – KEZALIMAN TERSTRUKTUR DAN PENGKHIANATAN BELA NEGARA!

Opini

Api Pancasila Tak Pernah Padam: Menolak Lupa, Menjaga Bangsa

Opini

Membaca Pilkada Tanjabtim

Opini

Problema Batubara

Opini

Forkopimda Muara Enim Perkuat Komunikasi Dua Arah dengan Masyarakat