SRIWIJAYADAILY.COM – Ketua Elang Tiga Hambalang (ETH) Provinsi Jambi, Ricardo Sianturi, menyoroti dugaan praktik curang sejumlah perusahaan perkebunan sawit di wilayah Jambi yang dinilai tidak taat aturan dan berpotensi merugikan negara.
Ricardo menegaskan bahwa masih banyak perusahaan sawit yang beroperasi tanpa izin yang jelas, menunggak pajak, dan terlibat konflik dengan masyarakat terkait batas lahan. Ia menyerukan agar aparat penegak hukum menindak tegas oknum pengusaha yang melakukan pelanggaran.
“Kami akan mendorong agar penegakan hukum berjalan transparan dan adil. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum, apalagi jika tindakannya merugikan negara dan rakyat,” ujar Ricardo di hadapan awak media, Jumat (3/10/2025).
Menurut Ricardo, praktik manipulasi pajak dan penyalahgunaan izin di sektor perkebunan sawit harus segera dihentikan karena berdampak langsung terhadap perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menegakkan aturan di sektor tersebut.
Lebih lanjut, Ricardo menyatakan bahwa Elang Tiga Hambalang (ETH) siap berperan aktif mendukung upaya pemerintah dalam memberantas mafia tanah dan praktik ilegal di bidang perkebunan.
“ETH mendukung penuh langkah pemerintah dalam menegakkan keadilan dan memberantas mafia tanah serta perkebunan ilegal. Kami akan selalu berpihak pada kepentingan rakyat dan negara,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas di kalangan masyarakat Jambi, mengingat isu konflik lahan dan pengelolaan perkebunan sawit di daerah ini telah lama menjadi persoalan yang kompleks. Kehadiran organisasi masyarakat seperti ETH diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam mengawal transparansi dan kepatuhan hukum di sektor perkebunan.**/M.Rosyid.










