Musda X LVRI Jambi, PEPABRI Dorong Pewarisan Semangat Juang ’45 kepada Generasi Penerus SBC Soroti SOP dan Peran Askrindo-Jamkrindo dalam Sidang Kasus Semen Baturaja Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Londerang Pangdam XXII/TB Turun Langsung Pantau Penanganan Karhutla di Kalteng Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut

Home / TNI-POLRI

Senin, 24 Maret 2025 - 13:32 WIB

Pangdam XVII/Cenderawasih Kecam Kebiadaban OPM yang Menyerang Guru dan Nakes di Yahukimo

Jayapura – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M., mengecam keras aksi keji yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap para guru dan tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo. Serangan brutal yang terjadi pada Jumat (21/3) itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Pangdam menyampaikan kecaman tersebut saat menjenguk para korban yang kini tengah dirawat di RS Marthen Indey (RSMI) Jayapura pada Senin (24/3). Para korban adalah:

Sdri. RLS (30), Guru, asal NTT – Meninggal dunia

Sdr. K (29), Guru, asal NTT – Luka-luka

Sdr. FL (32), Guru, asal NTT – Luka-luka

Sdr. T (28), Guru, asal NTT – Luka-luka

Sdri. P (30), Guru, asal NTT – Luka-luk

Sdri. I (27), Nakes, asal NTT – Luka-luka

Sdri. F (32), Guru, asal Sorong, Papua – Luka-luka

Baca :  PORTUGAL SUSUL SPANYOL, DERBI IBERIA TERSAJI DI 16 BESAR PIALA DUNIA 2026

Menurut laporan yang diterima, OPM secara tiba-tiba menyerang dan membakar rumah para guru pada Jumat sore. Para korban berusaha menyelamatkan diri dengan bantuan warga dan berhasil selamat meski mengalami luka-luka. Mereka kemudian mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Anggruk.

Namun, dalam aksi brutalnya, OPM juga merusak alat komunikasi berupa SSB dan Starlink, menyebabkan gangguan komunikasi bagi masyarakat. Situasi yang semakin tidak aman membuat sebagian besar warga Distrik Anggruk memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pada Sabtu (22/3) pagi, aparat keamanan TNI bergerak cepat untuk menguasai wilayah tersebut dan mengevakuasi para korban serta masyarakat yang terdampak. Proses evakuasi ke Jayapura dilakukan pada Minggu (23/3) pukul 14.00 WIT, di mana ketujuh korban berhasil dipindahkan ke RS Marthen Indey untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca :  Babinsa Dampingi Festival Sepak Bola Usia Dini di Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Pembinaan Generasi Muda

Saat ini, jenazah Sdri. RLS masih berada di RSMI, menunggu keputusan dari pihak keluarga dan Pemerintah Daerah Yahukimo terkait proses pemakaman. Sementara itu, enam korban lainnya terus menjalani perawatan hingga kondisi mereka stabil.

Dalam keterangannya kepada awak media, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, menegaskan bahwa tindakan kejam OPM ini membuktikan bahwa mereka bukan pejuang kemerdekaan, melainkan justru penindas masyarakat Papua sendiri.

“Tidak masuk akal jika mereka mengklaim berjuang untuk Papua tetapi justru membunuh orang asli Papua dan tenaga pendidik serta kesehatan yang membantu masyarakat,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut, ia membantah tuduhan OPM yang menyebut bahwa para korban adalah intelijen militer. “Itu hanya kedok mereka untuk membenarkan aksi brutalnya. Masyarakat sendiri tahu bahwa korban adalah guru dan tenaga kesehatan yang datang untuk mengabdi,” tambahnya.

Baca :  Kasad: Kejurnas Judo Piala Kasad XVI 2026 Pecahkan Rekor Peserta

Saat ini, aparat TNI telah sepenuhnya mengamankan Distrik Anggruk, dan masyarakat yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 34 warga telah kembali ke kampung mereka.

Sementara itu, aparat keamanan masih terus menyelidiki motif di balik serangan kejam ini dan memastikan tidak ada lagi ancaman bagi warga maupun tenaga pendidik dan kesehatan di wilayah tersebut.

Kejadian ini semakin menegaskan bahwa kekerasan oleh kelompok bersenjata di Papua harus segera dihentikan. Keberadaan guru dan tenaga kesehatan sangat vital dalam membantu masyarakat, dan tindakan brutal terhadap mereka hanya akan memperburuk kondisi pendidikan dan kesehatan di Papua.

TNI bersama aparat keamanan lainnya terus berupaya menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Papua, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang ingin hidup damai dan sejahtera.**

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Babinsa Olak Kemang Pantau Harga Telur, Perkuat Komsos dengan Pedagang untuk Jaga Stabilitas Pangan

TNI-POLRI

Babinsa, Lurah, dan Bhabinkamtibmas Tinjau Lokasi Pembangunan Koperasi Merah Putih di Pinang Merah

TNI-POLRI

Apel Korve Gabungan, Pgs. Kasdim Tegaskan Pentingnya Kebersihan Lingkungan

TNI-POLRI

Gelar Rapat Koordinasi, Baramuda 08 Jambi Siap Hadir untuk Masyarakat, Fokus pada Pengabdian dan Kolaborasi

TNI-POLRI

Warna Hijau Tampak di Poskamling, Satgas TMMD Bangkitkan Semangat Jaga Keamanan Lingkungan

TNI-POLRI

Ratusan Personel Kodim 0415/Jambi Meriahkan Fun Run 5K dan Bazar HUT ke-66 Korem 042/Gapu

TNI-POLRI

Dandim 0415/Jambi Tekankan Kesiapsiagaan dan Disiplin Prajurit Lewat Jam Komandan

TNI-POLRI

Babinsa Desa Mekar Sari Hadiri Pembukaan Kejuaraan Pencak Silat PSHT Cup II Tahun 2025