JAMBI — Pemerintah pusat memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi di Ruang VIP Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu (2/9/2026).
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin turut mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Jambi. Kehadiran unsur TNI menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung penanganan karhutla secara cepat, terpadu, dan terukur.
Rakor tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi penanganan karhutla, terutama menghadapi kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah rawan.
Pemerintah pusat menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan instansi terkait. Koordinasi dilakukan mulai dari pencegahan, patroli, pemadaman, pendinginan hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran ilegal.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan penguatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing sebagai bagian dari strategi penanganan karhutla, terutama di wilayah gambut yang memiliki karakteristik khusus.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan pentingnya penggunaan metode pemadaman yang sesuai dengan kondisi medan. Pengawasan terhadap wilayah yang telah terbakar juga harus tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Rakor tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Setiap unsur memiliki peran dalam mencegah meluasnya kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap, serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Kehadiran Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB di Jambi menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi karhutla di daerah. Koordinasi pusat dan daerah diperkuat, sementara personel di lapangan terus bergerak melakukan pencegahan dan penanganan.
Pesannya jelas: api harus segera dikendalikan, masyarakat harus dilindungi, dan hutan serta lahan Jambi harus dijaga. (BL)










