JAMBI — Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, kepedulian kepada sesama terkadang hadir dalam bentuk yang sederhana. Sebuah kunjungan, perhatian, dan doa mungkin terlihat kecil, tetapi bagi seseorang yang sedang menghadapi ujian kesehatan, kehadiran orang-orang terdekat dapat menjadi sumber kekuatan yang sangat berarti.
Semangat itulah yang ditunjukkan Tim Regu Besuk BSPP DPC PEPABRI Kota Jambi, Rabu, 12 Agustus 2026. Tim tersebut meluangkan waktu untuk mengunjungi dua anggota yang sedang menghadapi persoalan kesehatan, yakni Binsar Surya dan Peltu Purn Lianri Lubis.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian, perhatian, dan rasa persaudaraan keluarga besar BSPP dan PEPABRI kepada anggota yang sedang membutuhkan dukungan.
Bagi sebuah organisasi yang dibangun atas dasar kebersamaan, kepedulian seperti ini memiliki arti penting. Sebab, persaudaraan tidak hanya ditunjukkan ketika anggota berkumpul dalam kegiatan resmi, tetapi juga ketika ada saudara yang sedang sakit atau menghadapi kesulitan.
Salah satu keluarga yang mendapat kunjungan Tim Regu Besuk adalah keluarga Peltu Purn Binsar S. Istrinya sedang menjalani perawatan di Rumkit Dr. Bratanata (DKT), Ruang Hesti No. 16.
Namun, kondisi kesehatan keluarga tersebut ternyata tidak hanya dialami sang istri. Peltu Purn Binsar S. sendiri sudah sekitar dua bulan menjalani perawatan di rumah. Sementara putrinya juga baru saja menyelesaikan perawatan di rumah sakit.
Kondisi tersebut disampaikan Sertu Purn Robin Simangunsong, selaku Bendahara BSPP.
“Bukan hanya sang istri yang sedang menjalani perawatan. Peltu Purn Binsar S. sendiri sudah sekitar dua bulan menjalani perawatan di rumah. Sementara putrinya juga baru saja menyelesaikan perawatan di rumah sakit,” ujar Robin.
Menurut Robin, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi keluarga besar BSPP dan PEPABRI untuk hadir memberikan dukungan.
“Karena itu, kehadiran kami bukan sekadar membesuk. Kami ingin memberikan semangat sekaligus menunjukkan bahwa keluarga besar BSPP dan PEPABRI tetap peduli dan hadir ketika ada saudara yang sedang menghadapi kesulitan,” katanya.
Kunjungan itu menjadi bentuk sederhana dari semangat gotong royong dan kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan organisasi.
Ketua Tim Besuk bulan Agustus, Letkol Purn Heman Sinaga, mengatakan bahwa kegiatan besuk merupakan bagian dari kepedulian sekaligus upaya menjaga rasa persaudaraan di antara sesama anggota.
Menurutnya, seorang anggota tidak seharusnya merasa sendirian ketika sedang menghadapi persoalan, terlebih ketika persoalan tersebut berkaitan dengan kesehatan dan keluarga.
“Kita mungkin tidak bisa membantu banyak secara materi, tetapi kehadiran, perhatian, dan doa adalah bagian penting dari persaudaraan. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini, keluarga Pak Binsar merasa tidak sendiri dalam menghadapi ujian,” ujar Heman.
Ia berharap kepedulian semacam itu terus dipelihara di lingkungan BSPP dan PEPABRI.
Sebab, menurutnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terlihat dari seberapa banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa kuat anggotanya saling peduli ketika salah satu di antara mereka sedang menghadapi kesulitan.
Sementara itu, Ketua DPC PEPABRI Kota Jambi, Peltu Purn H. Mujiono, menyampaikan apresiasi kepada Tim Regu Besuk yang telah meluangkan waktu untuk mengunjungi dan memberikan dukungan kepada anggota yang sedang sakit.
Menurut Mujiono, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan PEPABRI.
Organisasi, katanya, bukan hanya tempat berkumpul dalam kegiatan resmi. Lebih dari itu, organisasi harus menjadi ruang bagi para anggotanya untuk saling menguatkan ketika salah satu anggota atau keluarganya sedang menghadapi kesulitan.
“Kita adalah satu keluarga besar. Karena itu, ketika ada anggota atau keluarga anggota yang sedang sakit, sudah semestinya kita hadir memberikan perhatian, semangat, dan doa. Mungkin sederhana, tetapi bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan, kehadiran saudara-saudara sangat berarti,” ujar Mujiono.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga silaturahmi dan kepedulian.
“Jangan sampai ada saudara kita yang sedang mengalami kesulitan merasa berjalan sendirian,” katanya.
Kegiatan besuk terhadap dua anggota tersebut pada akhirnya menjadi pengingat bahwa persaudaraan bukan sekadar tentang sering bertemu, berkumpul, atau berada dalam satu organisasi.
Persaudaraan justru menemukan maknanya ketika seseorang bersedia hadir pada saat saudaranya sedang membutuhkan.
Sakit adalah bagian dari perjalanan hidup yang tidak selalu dapat diprediksi. Hari ini mungkin orang lain yang sedang terbaring di rumah sakit. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi pada hari esok.
Karena itu, kepedulian perlu dirawat sejak sekarang.
Tidak semua orang mampu memberikan bantuan materi. Tidak semua persoalan juga dapat kita selesaikan. Namun, setiap orang masih bisa memberikan perhatian, menyampaikan semangat, datang menjenguk, dan memanjatkan doa.
Bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian, hal-hal sederhana tersebut bisa menjadi kekuatan yang sangat berarti.
Di situlah nilai kemanusiaan dan persaudaraan menemukan maknanya.
PEPABRI bukan hanya tentang masa lalu, sejarah pengabdian, atau atribut organisasi. PEPABRI juga tentang bagaimana para anggotanya tetap menjaga kebersamaan setelah melewati perjalanan panjang pengabdian.
Ketika seorang anggota mengalami kesulitan, saudara-saudaranya memberikan perhatian.
Ketika seorang anggota sedang berada dalam ujian, doa menjadi bentuk dukungan yang tidak ternilai.
Semoga istri Peltu Purn Binsar S., Binsar Surya, dan Peltu Purn Lianri Lubis segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Semoga Peltu Purn Binsar S. yang telah sekitar dua bulan menjalani perawatan di rumah juga diberikan kesehatan dan kekuatan. Begitu pula putrinya, semoga senantiasa diberikan kesehatan.
Semoga seluruh keluarga yang sedang menghadapi ujian diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan.
Pada akhirnya, kepedulian mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seseorang yang sedang menghadapi kesulitan, sebuah kunjungan, sebuah genggaman tangan, sebuah kalimat penguat, dan sebuah doa dapat memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Sebab persaudaraan yang sejati bukan hanya hadir ketika kita tertawa bersama, tetapi juga ketika salah satu dari kita sedang menghadapi kesulitan dan membutuhkan seseorang untuk berkata:
“Kami ada bersama Anda.”
Semoga lekas sehat dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
~ Firdaus










