Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat

Home / Nasional

Jumat, 1 Juli 2022 - 19:21 WIB

Keamanan Makanan Jemaah Haji Terpantau Lewat TelePetugas

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Kementerian Kesehatan memastikan makanan jemaah haji aman untuk dikonsumsi. Pemantauan dilakukan melalui dashboard TelePetugas.

Melalui TelePetugas, setiap harinya semua petugas kloter melaporkan hasil pemeriksaan. Data laporan makanan yang akan dikonsumsi oleh Jemaah setiap pagi, siang, dan malam secara real time.

Aktivitas ini menjadi early warning system bagi terjaminnya keamanan makanan bagi 100.051 Jemaah haji di 243 kloter di 40 maktab di Makkah selama operasional haji di Tahun 2022.

”Melalui sistem ini, memudahkan petugas melakukan pengawasan makanan bagi Jemaah haji. Makanan yang tidak laik makan, akan langsung diintervensi oleh petugas,” Jelas kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, dalam laporannya, Jumat (1/7/2022).

Baca :  Pesta Gol di Pakansari! Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 pada Laga Perdana Piala AFF 2026

Intervensi dilakukan secara bertahap, lanjut dr. Budi. Intervensi awal dilakukan dengan menghubungi TKH untuk melakukan konfirmasi.

Selain itu juga memastikan jemaah tidak mengkonsumsi makanan yang tidak laik dikonsumsi.

Tahapan selanjutnya dilakukan melalui pemeriksaan langsung yang dilakukan oleh tim sanitasi dan food security.

Pemeriksaan langsung dilakukan bersama tim catering Kementerian Agama langsung kepada katering dimaksud.

”Untuk makanan yang hasilnya baik, tentunya kita tidak lakukan intervensi,” tambah dr. Budi.

Baca :  Pangdam XX/TIB: Keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ Bukti Pengabdian Tulus untuk NKRI

Setiap harinya, Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter akan melakukan input data hasil pemeriksaan terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh Jemaah.

Pemeriksaan dilakukan setiap waktu makan pagi, siang, dan sore. Ada empat indikator dalam penilaian makanan jemaah haji, yaitu nasi atau lauk basi, makanan mentah, makanan berubah warna, dan makanan berubah rasa.

”Laporan yang paling sering ditemui adalah nasi yang kurang matang atau ngletis,” ungkap Ade Mashuri, Tim Sanitasi dan Food Security Daker Makkah.

Selama masa operasional haji, sampai Kamis (30/6) pukul 13.00 WAS, sebanyak 1.616 sampel makanan yang telah diperiksa dan diinput datanya oleh TKH.

Baca :  Dukung HPN dan Porwanas 2027, Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Dari sejumlah tersebut, sebanyak 25 sampel yang tidak laik untuk dikonsumsi, dan dilakukan intervensi.

”Rekomendasi agar pemasakan lebih lama dan menambahkan jumlah air, agar nasi lebih empuk,” tambah Ade.

Rekomendasi lain yang juga diberikan, lanjut Ade adalah jeda waktu antara pemasakan dan distribusi makanan maksimal 6 jam.

Kemudian, proses penyimpanan disimpan dalam box heater (Lemari pemanas makanan) agar kualitas makanan tetap terjaga sesuai rekomendasi kesehatan lingkungan.

Share :

Baca Juga

Nasional

Pasiter Kodim 0415/Jambi Dampingi Gubernur Jambi Tinjau Vaksinasi PMK untuk Hewan Ternak Di Kumpeh

Nasional

Pabung Muaro Jambi Dampingi Pj Bupati Tinjau Pos Pam dan Posyan Idul Fitri 1445 H

Nasional

Kunjungi Mahasiswa Papua, Dandim 0418/Plg : Kita Semua Bersaudara

Nasional

Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri TNI AD Tahun 2024 Resmi Dibuka

Nasional

Satgas Yonif 126/KC Bantu Pemberian Imunisasi Campak Kepada Balita Di Perbatasan Papua

Nasional

Pangdam II/Sriwijaya : “Tingkatkan Pelayanan, Profesionalisme dan Teknologi di Jajaran Kesdam II/Swj”

Nasional

Sukacita Anak SD Sambut Satgas TNI 142/KJ

Nasional

Antusias Masyarakat Sambut Pembukaan TMMD Di Marosebo Ulu