Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut Belajar Menerima dan Melepaskan, Agar Hidup Tak Selalu Menjadi Peperangan Purna Tugas Bukan Purna Pengabdian, Api Perjuangan PEPABRI Tak Boleh Padam BSPP PEPABRI Kota Jambi Rawat Persaudaraan, Besuk Peltu Purn Muryanto di Rumah Sakit DIRGAHAYU PEPABRI KE 67: “MENGUATKAN API PERJUANGAN DAN PERSATUAN BANGSA”

Home / Nasional

Minggu, 26 Mei 2024 - 17:48 WIB

Kapendam Cenderawasih : Tidak Benar RSUD Madi Paniai ditutup oleh TNI Polri

Papua, sriwijayadaily.co.id – Beredar berita HOAX di tengah kehidupan masyarakat di wilayah Kab. Paniai tentang tuduhan adanya pengusiran pasien RSUD Madi dan ruang IGD ditutup oleh Aparat TNI Polri.

Berkaitan berita HOAX tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan (26/5) menegaskan bahwa berita yang beredar di Media Sosial tentang adanya pengusiran pasien RSUD Madi Paniai Timur Kab. Paniai dan ruang IGD ditutup oleh Aparat TNI Polri adalah HOAX atau tidak benar.

“Berita yang menyebar itu adalah HOAX yang sengaja dihembuskan oleh OPM dan simpatisannya,” tegas Kapendam.

Baca :  Pesta Gol di Pakansari! Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 pada Laga Perdana Piala AFF 2026

“Justru saat ini aparat TNI dari Yonif 527 membantu melaksanakan pengamanan RSUD Madi Paniai karena adanya pengaduan dari masyarakat bahwa gerombolan OPM akan membakar RSUD tersebut.”

“Bahkan aparat TNI hadir di RSUD Madi atas permintaan dari Tim Medis karena merasa terancam dari aksi OPM,” imbuhnya.

Terkait adanya video yang beredar bahwa pintu RSUD ditutup dengan cara dipalang, bahkan beredar isu pasien anak-anak tidak diperhatikan dan dipaksa cari rumah sakit lainnya, serta beredarnya foto-foto lama yang kemudian dinarasikan tidak sesuai fakta sebenarnya.

Baca :  Dukung HPN dan Porwanas 2027, Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Kapendam mengatakan bahwa telah mengkonfirmasi ke pihak RSUD, pihak RSUD menjelaskan bahwa pihaknya menutup pintu dengan memalang karena kunci pintu rusak, sehingga takut obat-obatan dan alat medis hilang. Demikian pula karena tidak memiliki Dokter spesialis anak, sehingga pasien anak-anak saat ini dialihkan ke RS Deiyai. Diungkapkan pula bahwa foto-foto yang beredar merupakan tidak sesuai fakta terkini.

“Tenaga Medis dan pihak RSUD Madi telah membantah berita HOAX itu. Bahkan menegaskan bahwa pegawai RSUD menutup pintu dengan cara memalang karena takut obat-obatan dan alat medis hilang. Sedangkan pasien anak-anak dialihkan ke RS Deiyai karena tidak memiliki Dokter spesialis anak. Jadi sekarang sudah jelas bahwa TNI tidak pernah mengusir pasien. Foto itu kejadian lama, sedangkan saat ini tidak seperti itu kondisinya. Jadi semua itu pemberitaan HOAX yang sengaja dihembuskan oleh gerombolan OPM dan simpatisannya,” ungkap Candra.

Baca :  Garuda Tanpa Dignity

“Terbukti dan nyata beberapa waktu lalu (21/5) OPM telah membakar Kios milik warga dan membakar sekolah YPPGI di kampung Madi dan Kopo Kab. Paniai,” tutup Kapendam. (Pendam Cenderawasih)

Share :

Baca Juga

Nasional

Dandim 0415/Jambi, Yoga Cahya Prasetya Resmi Menyandang Pangkat Kolonel

Nasional

Bedah Rumah Program TMMD Bantu Kesejahteraan Warga Desa

Nasional

Kedatangan Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa Disambut Pejabat Kodam XVII/Cenderawasih

Nasional

Sebanyak 11 Ribu Pengunjung Padati Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai

Nasional

Satgas Yonif Raider 142 Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Cartenz 2022

Nasional

Tiga Kali Tes Baru Lulus, Anak Kuli Kini Dilantik Menjadi Prajurit TNI AD Oleh Pangdam V/Brawijaya

Nasional

Babinsa Kodim 0415/Jambi Dampingi Tim BSIP Meninjau Optimasi Lahan Pertanian di Desa Talang Duku

Nasional

Doa Bersama Prajurit Korem 043/Gatam: Wujud Syukur dan Harapan di Awal Tahun