Jambi – Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kota Jambi dan sekitarnya memadati Lapangan Makorem 042/Garuda Putih pada Rabu (15/7/2026) malam untuk mengikuti Festival Rakyat Nobar Bola Gembira Piala Dunia 2026. Kegiatan yang memadukan nonton bareng semifinal Piala Dunia, bazar UMKM, dan hiburan rakyat itu berlangsung meriah serta menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi perekat persatuan masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi Korem 042/Garuda Putih bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jambi serta TVRI tersebut menjadi magnet bagi masyarakat. Sejak sore hari, kawasan Makorem telah dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati suasana festival sekaligus menyaksikan laga semifinal Piala Dunia antara Argentina melawan Inggris melalui layar raksasa.
Festival Rakyat dibuka secara resmi oleh Kasrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf Davy Darma Putra yang mewakili Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wadah untuk mempererat silaturahmi antara TNI dan rakyat.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jambi yang telah hadir. Festival Rakyat ini kami hadirkan sebagai wadah kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Mari kita nikmati pertandingan dengan suasana yang aman, tertib, penuh kegembiraan, dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan meskipun memiliki tim favorit yang berbeda,” ujar Kolonel Inf Davy.
Selain menghadirkan hiburan, festival juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar yang diikuti puluhan pelaku UMKM lokal. Stan kuliner, minuman, kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif khas Jambi dipadati pengunjung sejak sore hingga acara berakhir.
Ketika pertandingan dimulai, perhatian ribuan warga langsung tertuju ke layar raksasa. Suasana semakin menegangkan saat Inggris berhasil unggul lebih dulu. Pendukung Argentina tampak cemas, sementara sorakan pendukung Inggris menggema di Lapangan Makorem.
Namun, mereka yang mengikuti perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 tahu bahwa tim asuhan Lionel Scaloni bukanlah tim yang mudah menyerah.
Pada babak sebelumnya saat menghadapi Mesir, Argentina juga sempat mengalami kesulitan. Mesir tampil disiplin dengan pertahanan rapat dan nyaris menciptakan kejutan besar. Laga tersebut mengajarkan Argentina arti kesabaran, ketenangan, dan pentingnya menjaga mental hingga menit terakhir.
Pelajaran itulah yang kembali terlihat saat menghadapi Inggris.
Meski tertinggal, Argentina tidak kehilangan arah permainan. Mereka tetap sabar membangun serangan sambil menunggu celah.
Momen yang ditunggu akhirnya datang pada menit-menit akhir. Lionel Messi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin tim. Sang kapten melepaskan umpan matang yang diselesaikan dengan tendangan indah oleh Enzo Fernández untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Sorak sorai ribuan warga di Lapangan Makorem langsung pecah. Suasana nobar berubah menjadi lautan kegembiraan.
Belum sempat euforia itu reda, Messi kembali memperlihatkan magisnya. Umpan presisi yang dilepaskannya disambut sundulan Lautaro Martínez yang mengoyak gawang Inggris pada masa injury time.
Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina 2-1 sekaligus mengantarkan La Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026.
Dua assist Messi kembali menegaskan bahwa meski usianya tidak lagi muda, visi bermain, ketenangan, dan kepemimpinannya tetap menjadi pembeda di level tertinggi.
Kemenangan atas Inggris sekaligus mewujudkan final impian yang sejak awal diprediksi banyak pengamat, yakni mempertemukan Argentina dengan Spanyol.
Spanyol datang dengan status juara EURO 2024 dan diperkuat generasi muda berbakat seperti Lamine Yamal yang dipadukan dengan pemain-pemain berpengalaman. Sementara Argentina membawa modal sebagai juara Piala Dunia 2022 dan Copa América 2024, serta mental juara yang terus terjaga sepanjang turnamen.
Final nanti diperkirakan menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola. Spanyol mengandalkan penguasaan bola dan pressing tinggi, sedangkan Argentina mengandalkan efektivitas, pengalaman, serta kecerdasan Lionel Messi dalam menentukan ritme permainan.
Di luar pertandingan, Festival Rakyat Nobar Bola Gembira juga menuai apresiasi. Salah seorang pelaku UMKM, Fitri, mengaku penjualannya meningkat tajam berkat ramainya pengunjung.
Sementara itu, jurnalis Jambi M. Rosyid menilai kegiatan tersebut merupakan inovasi yang mampu mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat untuk meningkatkan silaturahmi serta mempererat keakraban masyarakat. Saya melihat ini sebagai inovasi baru. TNI terasa semakin dekat dengan rakyat dan masyarakat pun merasa nyaman berkumpul di Lapangan Korem 042/Gapu,” ujarnya.
Keberhasilan Festival Rakyat Nobar Bola Gembira Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa olahraga bukan hanya soal pertandingan di lapangan hijau. Melalui kolaborasi antara TNI, Kadin, TVRI, pelaku UMKM, media, dan masyarakat, tercipta ruang kebersamaan yang mampu mempererat persaudaraan, menggerakkan ekonomi lokal, serta menghadirkan hiburan yang sehat bagi masyarakat.
Semangat comeback Argentina di lapangan pun seolah menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Jambi. Perbedaan pilihan tim tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati, menikmati pertandingan dengan sportivitas, dan merayakan indahnya sepak bola sebagai pemersatu. (Redaksi)










