Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Koramil Muara Bulian Gencarkan Patroli dan Sosialisasi kepada Warga Babinsa Kenali Asam Bawah Hadiri Safari Subuh Berjamaah, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan Umat Babinsa Koramil Muara Tembesi Berikan Pembekalan Persyaratan Administrasi Pendaftaran TNI kepada Siswi MAN 2 Batanghari Babinsa Koramil Sebapo Pantau Perbaikan Jalan Desa, Serap Aspirasi Warga di Suka Makmur Melalui Komsos, Babinsa Koramil Mersam Perkuat Semangat Persatuan dan Kedekatan dengan Warga

Home / Nasional

Kamis, 26 Mei 2022 - 21:04 WIB

Suap Masih Jadi Kasus Korupsi Terbanyak Ditangani KPK

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Sebagian besar perkara yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terkait korupsi suap. Tercatat sebanyak 791 perkara suap yang telah ditangani hingga sekarang. Bahkan data Data World Bank menyebut 1 triliun dolar setiap tahun, dibayarkan untuk suap.

Hal itu diungkapkan, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, dalam Seminar Series Strategi Pemberantasan Korupsi : Deteksi dan Pencegahan pada Pascasarjana Perbanas Institute yang berlangsung secara daring, Rabu (25/05/2022).

Kasus terbanyak kedua adalah kecurangan pengadaan barang dan jasa. “Tapi kalau dibedah lagi, penyuapan itu juga menyangkut pengadaan barang dan jasa serta menyangkut memperoleh perizinan dan pelakunya sebagian besar melibatkan pelaku usaha atau kalangan swasta ,” jelas Alex pada ratusan peserta seminar, yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana Perbanas Institute.

Baca :  Babinsa Dampingi Penutupan TPS di Selamat, Program Kampung Bahagia Didorong Berbasis Warga

Dari dialog yang dilakukan bersama kalangan dunia usaha terkait suap yang terjadi pada pengadaan barang dan jasa, terungkap bahwa selama ini sarat dengan suap.

“Penetapan pengadaan barang dan jasa bahkan sudah disusun saat masih dalam tahap perencanaan APBN atau ABPD sehingga lelang pengadaan barang lebih ke seremoni saja,” papar Alex.

Menurut Alex, saat proses perencanaan, lelang dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sarat dengan suap, maka saat menjadi temuan dalam proses audit atau pertanggungjawabannya, juga akan ditutupi dengan suap.

“Agar tidak menjadi permasalahan, auditornya juga disuap sehingga proses ini jadi rangkaian panjang penyuapan dari hulu sampai hilir. Ini yang masih dihadapi KPK sampai saat ini,” terangnya.

Baca :  ISPO Didorong Jadi Standar Global, Sawit Indonesia Tembus USD 36,4 Miliar

Sementara itu, Guru Besar Institute Bisnis dan Informatika Kesatuan Bogor, Bambang Pamungkas, melihat fraud dalam tindak pidana korupsi juga termasuk penyalahgunaan aset dan kecurangan dalam menyampaikan pelaporan.

“Sehingga dalam konteks audit menjadi penting untuk dipahami apa-apa saja yang bisa menyebabkan kecurangan terjadi,” jelas Bambang.

Pencegahan korupsi di sektor usaha ini telah menjadi konsern KPK sejak lama. Tahun 2020 KPK memiliki Direktorat Antikorupsi Badan Usaha yang melakukan pemantauan dan mengkaji korupsi pada badan usaha. Direktorat ini berfokus pada bidang infrastruktur, kesehatan, hutan, migas, pangan dan keuangan sebagai faktor strategis.

Dari hasil kajian tersebut KPK melakukan rekomendasi perbaikan baik dari tata kelola dan sisi regulasi. KPK kemudian menindaklanjuti perbaikannya, memonitoring rekomendasi yang telah diberikan termasuk upaya-upaya untuk melakukan perbaikan, penyempurnaan regulasi berupa peraturan perundangan dan standar operasional maupun sistem yang sedang berjalan.

Baca :  Pemerintah Umumkan Pemberian THR dan BHR Idulfitri 2026

“KPK mengajak perusahaan untuk tidak sekedar mengejar keuntungan. KPK berharap dalam proses berusaha mendapatkan keuntungan perusahaan juga menyeimbangkan antara pertumbuhan, tanggung jawab sosial dan keberlanjutan baik lingkungan hidup dan lingkungan di sekitar perusaaan,” pungkas Alex.

Seminar ini dibuka Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar dan diikuti oleh seluruh jajaran dan mahasiswa pascasarjana perbanas institute. Selain Alex dan Bambang, narasumber lainnya adalah Dekan Pascasarjana Perbanas Institute Haryono Umar, Ketua Umum Persatuan Guru Besar Indonesia Gimbal Doloksaribu dan CEO Bank Syariah Indonesia TBK Heri Gunardi.

Share :

Baca Juga

Nasional

Kasad Cek Kesiapan Akhir Pos Komando Kesehatan G20 Bali

Nasional

Ukir Prestasi, Prajurit Yonzipur 2/SG Sumbang Medali Emas Muay Thay

Nasional

Kodam XVII/Cenderawasih Ikuti Rakornis TMMD Ke-114 TA 2022 Secara Virtual

Nasional

Kasad Berikan Tali Asih Kepada Keluarga Prajurit Yang Sakit Berat dan Anak Berkebutuhan Khusus

Nasional

Kodim 0408/BS Berbagi 350 Paket Takjil

Nasional

Pangdam II/Sriwijaya Tutup Pendidikan Pertama Bintara TNI AD TA 2021 (Over Load)

Nasional

Dandim 1703/Deiyai Bersama Forkopimda Kabupaten Paniai Resmikan Kampung Pancasila

Nasional

Dikunjungi KSAD, Kapolri Pastikan Sinergitas TNI-Polri Dioptimalkan Hadapi Segala Bentuk Ancaman