TNI AD Tegaskan Babinsa Tidak Miliki Kewenangan Urusan Pajak, Sinergi dengan DJP Sebatas Koordinasi Babinsa Pematang Sulur Hadiri Mediasi Sengketa Tanah Waris, Dorong Penyelesaian Lewat Musyawarah Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Olak Kemang Perkuat Sinergi dengan LPM Demi Kondusivitas Wilayah

Home / Ekonomi / Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

ISPO Didorong Jadi Standar Global, Sawit Indonesia Tembus USD 36,4 Miliar

PALEMBANG – Pemerintah Indonesia menegaskan kembali posisi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai instrumen utama dalam memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional di tengah ketatnya tuntutan pasar global.

Dalam Seminar Sesi III Andalas Forum VI bertema “Positioning dan Keberterimaan ISPO Menghadapi Tuntutan dan Tantangan Pasar Global” di Palembang, Kementerian Pertanian menyoroti besarnya kontribusi sektor sawit terhadap ekonomi nasional yang pada 2025 mencapai USD 36,4 miliar serta menyerap sekitar 16,5 juta tenaga kerja.

Baca :  Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Kuntoro Boga Andri, menegaskan bahwa sawit Indonesia kini berada pada tekanan global terkait isu deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan transparansi rantai pasok.

Dalam konteks tersebut, ISPO diposisikan bukan sekadar sertifikasi, melainkan instrumen legitimasi sawit Indonesia di pasar internasional. Sistem ini menekankan kepatuhan hukum, praktik perkebunan berkelanjutan, perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, hingga transparansi produksi.

Baca :  Batik Jambi Curi Perhatian di Event Persit Bisa Vol 2 Jakarta, Pesanan Meningkat

“ISPO bukan hanya standar sertifikasi, tetapi wajah Indonesia dalam pengelolaan sawit berkelanjutan,” ujarnya dalam forum yang dihadiri pelaku industri, GAPKI, dan BPDP.

Pemerintah juga mendorong transformasi sistem sawit nasional melalui penerapan wajib ISPO, digitalisasi sertifikasi dan pelacakan (traceability), penguatan pekebun rakyat, integrasi data nasional, serta diplomasi perdagangan berbasis keberlanjutan.

Baca :  Babinsa Dampingi Penutupan TPS di Selamat, Program Kampung Bahagia Didorong Berbasis Warga

Di tengah krisis energi global, sawit kembali diproyeksikan sebagai penopang biofuel dan energi terbarukan. Namun, pemerintah menegaskan seluruh pengembangan tetap harus berada dalam koridor keberlanjutan.

Andalas Forum VI yang digelar 16–17 April 2026 di Palembang menjadi ruang konsolidasi pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah baru industri sawit Indonesia yang berdaya saing global. (Rosyid)

Share :

Baca Juga

Nasional

Asintel Kasdam II/Swj Bersama Dua Pejabat Kodam Resmi Diganti

Nasional

Progres Pengerjaan Tempat Wudhu Dan MCK TMMD Kodim Bute Capai 85 Persen

Nasional

Yonif 144/JY Mendapat Kunjungan Pertama Dari Danbrigif 8/GC Setelah Sertijab

Nasional

Prajurit Badak Hitam 511 Edukasi Warga Perbatasan Cara Bertani Yang Benar

Nasional

Pastikan Berjalan Tertib, Babinsa Serka Miskaryanto Monitor Penyaluran Bansos Beras

Nasional

Kasad Pimpin Sertijab 14 Jabatan Strategis, Mayjen TNI Tandyo Budi Revita Kini Jabat Wakasad

Nasional

Peringati HUT Persit Ke-77, Persit KCK Koorcab Korem 174 Gelar Donor Darah

Nasional

Kunjungi Kodim 0416/Bute, Itpusterad Brigjen TNI Dany Budiyanto : Apkowil Kuasai Lima Kemampuan Ter