Jambi – Semangat bela negara dan cinta tanah air kembali digaungkan di Provinsi Jambi. Ketua Pemuda Peduli Nias (PPN) Provinsi Jambi, Urbanus Tafonao, didampingi pengurus harian Watua Anemala Waruwu dan Amonita Zai, menghadiri Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Lingkup Masyarakat Provinsi Jambi Tahun 2026 di Hotel BW Luxury, Jambi, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Cadangan Nasional Pusat Bela Negara tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Workshop dibuka secara resmi oleh Kapus Bela Negara, Brigjen TNI Luhut Marpaung. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bela negara sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Menjaga keutuhan NKRI adalah tugas kita bersama. Mari kita perkuat diri, keluarga, dan generasi penerus agar selalu mencintai Indonesia serta memiliki semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Brigjen TNI Luhut Marpaung.
Bela Negara Dimulai dari Kepedulian
Ketua PPN Provinsi Jambi, Urbanus Tafonao, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, bela negara bukan hanya berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Bela negara, kata Urbanus, dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan, menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, serta ikut memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Kegiatan ini sangat positif dan patut kita apresiasi. Pembinaan kesadaran bela negara penting untuk terus menumbuhkan rasa cinta kepada NKRI, terutama di kalangan generasi muda,” kata Urbanus.
Ia menilai keberagaman masyarakat Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Karena itu, semangat persatuan dan saling menghormati perlu terus dibangun agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk berjalan bersama.
“Kita harus terus berkolaborasi menjaga persatuan bangsa agar Indonesia tetap utuh, tidak mudah terpecah belah, dan bersama-sama memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan nusa, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Urbanus juga berharap kegiatan pembinaan kesadaran bela negara dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak elemen masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai bela negara akan semakin kuat apabila tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat bela negara harus tumbuh dari kesadaran dan ketulusan. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan organisasi masing-masing. Dengan saling menghargai, menjaga kerukunan dan bergotong royong, kita ikut menjaga Indonesia,” tuturnya.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga masa depan bangsa. Karena itu, mereka perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, rasa tanggung jawab, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran untuk menjaga persatuan.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang seharusnya menjadi kekayaan yang mempererat persaudaraan. Inilah semangat bela negara yang perlu terus kita rawat bersama,” pungkas Urbanus. (Rosyid)
Editor: Firdaus










