Jambi, SRIWIJAYADAILY — Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi terus berupaya membesarkan peringatan Hari Pertempuran Simpang Tiga Sipin sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan penguatan identitas budaya daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan upacara peringatan yang khidmat di Tugu Juang Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi, Senin (29/12/2025).
Kepala Disbudpar Provinsi Jambi Imron Rosyadi, S. Sos., M, SI., melalui Kepala Bidang Pengembangan Sejarah dan Purbakala, Drs. Toni, menyampaikan bahwa peringatan Pertempuran Simpang Tiga Sipin memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Jambi dan perlu terus dikenalkan, khususnya kepada generasi muda.
“Pertempuran Simpang Tiga Sipin bukan hanya peristiwa militer, tetapi sejarah kolektif rakyat Jambi. Ini adalah warisan sejarah yang harus kita rawat, kita besarkan, dan kita wariskan,” ujar Toni di sela kegiatan.
Menurutnya, pembesaran upacara peringatan ini merupakan bagian dari strategi Disbudpar dalam menjadikan situs-situs sejarah perjuangan sebagai ruang edukasi, refleksi, sekaligus destinasi wisata sejarah yang bermartabat.
Upacara peringatan tahun ini dipimpin oleh Gubernur Jambi Al Haris bertindak selaku Inspektur Upacara. Kegiatan mengusung tema “Menapak Jejak Pejuang”.
Salah satu rangkaian yang mendapat perhatian peserta adalah pembacaan narasi sejarah Pertempuran Simpang Tiga Sipin oleh Humaidi, putra salah seorang pejuang. Narasi tersebut mengisahkan detik-detik perlawanan rakyat dan pejuang Jambi menghadapi agresi militer Belanda pada 29 Desember 1948.
Toni menambahkan, keterlibatan keluarga pejuang, pelajar, serta komunitas sejarah dalam peringatan ini merupakan langkah penting agar sejarah tidak berhenti sebagai teks, melainkan hidup dan dirasakan lintas generasi.
“Ketika anak-anak muda mendengar langsung kisah dari keturunan pejuang, sejarah itu menjadi lebih manusiawi dan menyentuh. Di situlah nilai edukatif dan kebudayaannya,” kata Toni.
Selain upacara, Disbudpar Provinsi Jambi juga mendukung penampilan pameran foto perjuangan, senjata pejuang, serta stan UMKM, sebagai bagian dari penguatan narasi sejarah yang terhubung dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat masa kini.
Upacara diikuti oleh unsur TNI dan Polri, para veteran dan anggota PEPABRI, organisasi keluarga besar TNI/POLRI, anak-anak dan keluarga pejuang, pelajar, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi.
Melalui pembesaran peringatan Pertempuran Simpang Tiga Sipin, Disbudpar Provinsi Jambi berharap nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan para pendahulu tetap hidup serta menjadi fondasi pembangunan kebudayaan dan pariwisata sejarah di Provinsi Jambi. (Firdaus)










