Babinsa Pematang Sulur Hadiri Mediasi Sengketa Tanah Waris, Dorong Penyelesaian Lewat Musyawarah Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi dengan Pelaku Usaha Lewat Komsos Babinsa Olak Kemang Perkuat Sinergi dengan LPM Demi Kondusivitas Wilayah Babinsa Lopak Aur Perkuat Sinergi dengan Perangkat Desa Jaga Kondusivitas Wilayah

Home / Daerah

Senin, 20 Desember 2021 - 17:32 WIB

Aktivitas Malam Tahun Baru Kota Jambi Dibatasi, Area Publik Ditutup

Sriwijayadaily

Pemerintah Kota Jambi memperketat pengamanan pada malam pergantian tahun, guna mencegah penyebaran Covid-19. Selama malam tahun baru hiburan ditiadakan. Pada malam itu juga area publik dan tempat wisata ditutup. Namun tempat wisata akan dibuka kembali pada tanggal 1 Januari 2022 pukul 06.00 WIB.

Selama malam tahun baru, operasional pusat keramaian seperti mall dan hotel, kafe, restoran akan dibatasi. “Untuk rumah makan dan perayaan makan di hotel tetap diperbolehkan dengan batas waktu yang sudah ditentukan,” jelas Walikota Jambi Sy Fasha, Jumat (17/12)

Pada malam tahun baru, rumah makan, kafe, dan restoran hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB. Peraturan ini akan berlaku dari tanggal 24 Desember 2021 sampai tanggal 02 Januari 2022. “Nanti akan dikeluarkan edaran resmi melalui instruksi Wali Kota,” kata Sy Fasha.

Baca :  Musprov IPSI Jambi 2026–2030 Resmi Dibuka, Fokus Tingkatkan Prestasi dan Karakter Atlet

Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi menghimbau warga tidak menggelar kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun, baik di tempat umum atau pun di perkampungan penduduk. Masyarakat diminta tetap mematuhi protokol Kesehatan, guna mengendalikan kasus Covid-19 di Jambi.

Selain membatasi kegiatan pada malam pergantian tahun, Pemerintah Kota Jambi juga mengatur ibadah Natal. Ini sesuai dengan hasil rapat yang dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Jambi beserta toko agama. “Proses ibadah Natal diperbolehkan di geraja masing-masing dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Nantinya akan dibantu petugas keamanan untuk menjaga dan memantau hal tersebut,” jelas Sy Fasha.

Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kota Jambi akan banyak didatangi warga dari kabupaten. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Jambi akan melakukan pengetatan. “Tidak ada penyekatan, tapi warga dari kabupaten atau daerah yang masuk ke Kota Jambi akan diperiksa sertifikat vaksin dosis dua serta menjalankan protokol kesehatan,” ujar Sy Fasha.

Baca :  Ketum PWI Pusat Ajak Keluarga Besar PWI Provinsi Jambi Jaga Kekompakan

Keputusan Pemerintah Kota Jambi tersebut mendapat berbagai pandangan dari warga masyarakat. Aan (30) pedagang makanan kaki lima di Kawasan Sipin menyikapi positif. “Sama seperti tahun sebelumnya, kita berjualan hanya sampai jam 10 malam. Kalau tidak ada pembatasan dan aturan, nanti malah terjadi kerumunan dan berisiko tertular Covid-19,” ucap Aan.

Tanggapan sama juga disampaikan pakde (55) Bakso Urat di Sipin. “Malam tahun baru Pakde tetap jualan sampai jam 10. Pembeli bisa pesan lewat ojek online atau datang ke sini. Ada pembatasan waktu dari pemerintah, biasanya jam 9 malam saja jualan sudah mulai sepi. Orang-orang malas keluar, karena biasanya ada razia,” jelas Pakde.

Baca :  LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Salurkan Sembako untuk Warga Tanjab Timur

Disamping itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi gencar melakukan razia penerapan prokes dan pengecekan bukti vaksin. Untuk masuk ke mall, pusat-pusat hiburan, kafe dan restoran di Kota Jambi, harus mengantongi bukti sudah vaksin kedua.

Mustari Kepala Satpol PP Kota Jambi menjelaskan kegiatan razia atau operasi Yustisi monitoring kepatuhan Prokes bagi masyarakat dan pelaku usaha akan ditingkatkan. Mereka yang terkena razia, harus menunjukkan sertifikat atau bukti vaksinasi melalui aplikasi pedulilindungi. Bagi pengunjung yang tidak memiliki bukti vaksinasi Covid-19 dosis kedua, akan diberikan teguran lisan dan bagi pemilik usaha yang melanggar akan dikenakan sanksi usaha. (ynn)

Ditulis: Yusnaini

Share :

Baca Juga

Daerah

Mengawali 2026, Senkom Mitra Polri Kota Jambi Perkuat Soliditas Lewat Rapat Koordinasi

Daerah

Universitas Adiwangsa Jambi Laksanakan Wisuda Sarjana dan Profesi ke IX, Momen Gemilang bagi Wisudawan/i Unaja

Daerah

Semangat Tak Surut, LDII Jambi Selatan Gelar Pengajian Akbar Penuh Makna di Masjid Tawakkal

Daerah

Kodim 0420/Sarko Bersama BKSDA Kehutanan Jambi Sosialisasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar

Daerah

Danramil Telanaipura Hadiri Silaturahmi Forum RT di Kantor Kecamatan Alam Barajo

Daerah

Pemudik Wajib Isi eHAC, Berikut Cara Pengisiannya

Daerah

26 Pejabat Administrator dan Pengawas Di Lingkup Pemkab Tanjab Barat Resmi Dilantik

Daerah

Sungai Meluap, 390 Rumah di Musi Banyuasin Terendam Banjir