New York — Selebrasi juara seharusnya menjadi milik para pemain. Namun, pada final Piala Dunia 2026, sorotan publik kembali tertuju kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sesaat setelah menyerahkan trofi kepada kapten tim juara, Trump tidak langsung meninggalkan panggung. Ia tetap berdiri di area podium ketika para pemain mulai bersiap merayakan keberhasilan mereka mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Momen tersebut sontak mengingatkan publik pada peristiwa serupa di final Piala Dunia Antarklub tahun lalu.
Kala itu, Trump juga menjadi perbincangan karena tetap berada di atas panggung saat para pemain merayakan gelar juara. Banyak penggemar menilai panggung seharusnya menjadi ruang bagi para pemain, pelatih, dan staf tim untuk menikmati buah perjuangan mereka selama turnamen.
Di final Piala Dunia kali ini, situasi serupa memang sempat terjadi. Namun bedanya, prosesi berlangsung lebih singkat. Pihak FIFA bersama Presiden FIFA Gianni Infantino segera mengarahkan jalannya seremoni sehingga Trump akhirnya menepi dan memberikan ruang sepenuhnya kepada para pemain untuk merayakan kemenangan mereka.
Meski hanya berlangsung beberapa saat, rekaman video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Beragam komentar pun bermunculan. Ada yang menganggapnya sekadar bagian dari seremoni kenegaraan mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Namun tidak sedikit pula yang menilai perhatian seharusnya tetap terfokus kepada para juara, bukan kepada tokoh politik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa panggung olahraga dan panggung politik sering kali sulit dipisahkan, terutama ketika turnamen berskala global digelar di sebuah negara dengan kepala negara yang memiliki karakter kuat dan selalu menjadi pusat perhatian.
Pada akhirnya, apa pun kontroversinya, malam itu tetap menjadi milik tim juara. Trofi terangkat tinggi, para pemain bersorak, dan jutaan pendukung merayakan keberhasilan tim kesayangannya. Sementara momen Donald Trump yang kembali menjadi sorotan hanyalah satu fragmen kecil dari malam bersejarah yang akan terus dikenang dalam perjalanan Piala Dunia 2026. (Red)










