Sebapo, SriwijayaDaily.com – Pagi di halaman SMAN 3 Muaro Jambi terasa lebih khidmat dari biasanya. Barisan siswa, guru, dan karyawan tersusun rapi, batik Kusuma Bangsa berkibar lembut di antara tiupan angin—tanda dimulainya upacara peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional, Selasa (25/11/2025). Dari bangku depan, Komandan Koramil 415-13/Sebapo, Kapten Inf Abdur Rauf, turut hadir, memberi pesan bahwa pendidikan adalah urusan semua pihak.
Upacara itu mengikuti format peringatan yang digelar serentak secara nasional. Dimulai pukul 08.30 WIB, rangkaian prosesi berlangsung berurutan: pengibaran Merah Putih, pembacaan Pancasila, UUD 1945, hingga lantunan Hymne Guru dan Terima Kasih Guruku—lagu yang bagi banyak guru mungkin lebih menyentuh dibanding penghargaan formal apa pun.
Dalam amanatnya, Kapten Abdur Rauf menegaskan kembali kalimat yang sudah sering terdengar, namun tak pernah kehilangan makna.
“Guru adalah pondasi kemajuan negara. Mereka pahlawan tanpa tanda jasa yang membangun karakter dan pengetahuan generasi muda,” ujarnya. Pernyataan itu, di tengah derasnya kritik terhadap sistem pendidikan, mengingatkan bahwa kualitas bangsa tetap bertumpu pada ruang kelas.
Upacara dipimpin seorang siswa SMAN 3 Muaro Jambi—simbol kecil bahwa murid bukan sekadar objek, tapi juga bagian dari representasi nilai-nilai yang ditanamkan para gurunya. Di sisi lapangan, Kepala Sekolah Harits Haikal menyampaikan terima kasih atas kehadiran Danramil. Baginya, peringatan Hari Guru bukan sekadar seremoni, melainkan momen penguatan moral bagi para pendidik agar terus memperbaiki mutu pengajaran.
Meski hanya sebuah upacara, kegiatan ini menjadi panggung singkat untuk mengingatkan publik: sekolah tetap berdiri karena guru-guru yang konsisten bekerja dalam diam. Dari ruang kelas yang kadang panas, papan tulis yang mulai kusam, hingga kerja administratif yang tak berkesudahan—guru memikul beban besar yang jarang tampak dari luar.
Peringatan di SMAN 3 Muaro Jambi itu meneguhkan satu hal: kemajuan bangsa memang tak bisa dilepaskan dari tangan-tangan yang setiap hari menulis, membimbing, dan mengulang pelajaran tanpa lelah.**










