Jambi, SRIWIJAYADAILY — Tidak cukup hanya pintar untuk menjadi pemimpin masa depan. Dunia membutuhkan generasi muda yang bukan sekadar berilmu, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan mampu membawa nilai moral ke tengah kehidupan yang kian kompleks. Di sinilah pentingnya menanamkan nilai kepemimpinan sejak dini — bukan dengan teori semata, melainkan lewat keteladanan, disiplin, dan empati.
Semangat inilah yang dibawa oleh Danramil 415-01/Suak Kandis, Kapten Inf Yulga Mahendri, saat memberikan materi Kepemimpinan kepada 180 siswa SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti di Aula sekolah, Jalan Jambi–Muara Bulian KM 21, Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Sabtu (1/11/2025).
Di hadapan para siswa, Kapten Yulga menegaskan bahwa pemimpin sejati bukanlah mereka yang hanya pandai memberi perintah, melainkan yang mampu menjadi teladan dan memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungannya. “Kepemimpinan itu tentang keteladanan, disiplin, dan kejujuran. Pemimpin yang baik harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat. Para siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan permainan edukatif yang menumbuhkan kerja sama, berpikir kritis, serta kemampuan berkomunikasi. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, solidaritas, dan empati disisipkan melalui setiap sesi — mengajarkan bahwa menjadi pemimpin berarti mampu memahami orang lain, bukan hanya mengatur mereka.
Kapten Yulga menambahkan bahwa pembinaan karakter dan kepemimpinan seperti ini penting untuk membentuk generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman. “Dengan memiliki karakter kuat, para siswa akan lebih siap menghadapi tekanan sosial dan lebih bijak dalam mengambil keputusan. Inilah pondasi bagi masa depan yang beretika dan berdaya saing,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah, guru, dan pembina asrama. Mereka menilai kehadiran TNI membawa warna baru dalam proses pendidikan karakter. Dunia pendidikan dan TNI, dalam pandangan mereka, memiliki semangat yang sama: mencetak manusia yang disiplin, cinta tanah air, dan memiliki tanggung jawab sosial tinggi.
Di tengah tantangan zaman digital dan derasnya arus informasi, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal nilai di rapor, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Karakter, integritas, dan kepemimpinan adalah bekal moral yang tidak lekang oleh waktu.
Lewat sinergi antara TNI dan sekolah, tampak harapan tumbuhnya generasi muda yang siap memimpin dengan hati, berpikir dengan jernih, dan bertindak dengan tanggung jawab. Sebab kepemimpinan sejati selalu berakar dari kemauan untuk melayani, bukan untuk dilayani.**










