SRIWIJAYADAILY.COM – Pergantian lurah di Kelurahan Paal Merah menjadi lebih dari sekadar seremoni birokrasi. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat—sekaligus pengingat bahwa kepemimpinan di tingkat kelurahan adalah garda terdepan pelayanan publik.
Acara pisah sambut dan serah terima jabatan Lurah Paal Merah digelar di kantor kelurahan, Jumat (17/10/2025). Hadir Camat Paal Merah Abd Salim, S.Pd., anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi Golkar Agus Saripudin, Ketua Forum RT, para Ketua RT se-Kelurahan Paal Merah, tokoh masyarakat, serta Babinsa Kelurahan Paal Merah Koramil 415-10/Jambi Selatan, Pelda Heriyanto.
Suasana berlangsung sederhana namun khidmat. Lurah lama dilepas dengan ucapan terima kasih atas pengabdiannya, sementara lurah baru diperkenalkan untuk melanjutkan kerja pelayanan dan pembangunan kelurahan.
Dalam sambutannya, Pelda Heriyanto menegaskan bahwa pisah sambut bukan hanya penyerahan jabatan, melainkan peneguhan komitmen bersama. “Ini bukan sekadar pergantian pimpinan, tapi momentum mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera,” ujarnya.
Dari tempat terpisah, Danramil 415-10/Jambi Selatan Mayor Inf A.R. Dalimunthe menyampaikan pandangannya melalui pesan WhatsApp kepada awak media. Ia menyebut momen ini sebagai bagian dari dinamika pemerintahan yang harus disambut dengan kedewasaan dan kolaborasi.
“Pergantian lurah adalah bagian dari proses regenerasi kepemimpinan. Yang terpenting bukan siapa yang menjabat, tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, bahkan lebih baik. Koramil dan Babinsa akan terus mendukung kelurahan dalam menjaga keamanan dan mendampingi program pembangunan,” tulis Mayor Dalimunthe.
Ia juga memberikan apresiasi kepada lurah sebelumnya atas pengabdiannya, serta berharap lurah baru dapat melanjutkan kerja-kerja pelayanan publik dengan lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan warga. “Kami siap bersinergi, karena membangun kelurahan tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah, RT, tokoh masyarakat, dan TNI harus berjalan bersama,” tambahnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada lurah lama sebagai bentuk penghargaan, disambung ramah tamah yang membuka ruang komunikasi informal antara aparat, tokoh masyarakat, dan warga.
Meski sederhana, acara ini menegaskan bahwa kekuatan kelurahan bukan hanya terletak pada struktur pemerintahan, tetapi pada jejaring kerja sama dan rasa saling percaya antarwarganya.**










