Ridwan Agus: Persiapan HPN 2027 Harus Dilakukan Sejak Dini GAPERKASINDO Jambi Perkuat Organisasi, Targetkan DPD Terbentuk di Seluruh Kabupaten Pangkogabwilhan I Tinjau Karhutla di Tahura Batanghari, Tekankan Penanganan Terpadu dan Pencegahan Sambut HUT ke-81 TNI, Korem 042/Garuda Putih Gelar Bazar UMKM Murah Serentak Pangkogabwilhan I Paparkan Inovasi Pengelolaan Gambut, Perkuat Strategi Pencegahan Karhutla di Jambi

Home / Nasional

Jumat, 19 November 2021 - 09:14 WIB

Tertinggi Sepanjang Sejarah, Surplus Neraca Perdagangan Oktober 2021 Cetak Rekor Baru

SRIWIJAYADAILY

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Oktober 2021 sebesar 5,73 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Surplus tersebut ditopang surplus neraca nonmigas sebesar 6,61 miliar Dolar AS dan defisit neraca migas sebesar 0,87 miliar Dolar AS.

Secara akumulatif, surplus neraca perdagangan periode Januari hingga Oktober 2021 mencapai 30,81 miliar Dolar AS. Nilai ini jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan terbesar sejak 2012 atau sepanjang 10 tahun terakhir.

Baca :  Pesta Gol di Pakansari! Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 pada Laga Perdana Piala AFF 2026

“Surplus perdagangan Oktober 2021 ini melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020 dan merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan neraca tersebut ditopang pertumbuhan ekspor yang tinggi, bahkan ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah,” ungkap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis (18/11/2021).

Beberapa negara mitra dagang Indonesia yang menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar di antaranya Tiongkok, AS, dan Filipina, dengan jumlah mencapai 3,67 miliar Dolar AS. Sementara Australia, Singapura, dan Thailand menjadi negara mitra penyumbang defisit perdagangan terbesar dengan jumlah sebesar 1,13 miliar AS.

Baca :  Garuda Tanpa Dignity

“Jika surplus perdagangan terus konsisten pada triwulan IV-2021, maka tahun ini Indonesia akan mendapatkan surplus terbesar pertama kali dalam sejarah. Sepanjang Januari hingga Oktober 2021 surplus perdagangan sudah mencapai 30,81 miliar Dolar AS,” tutur Mendag.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

Secara kumulatif, surplus perdagangan tersebut ditopang neraca nonmigas 40,08 miliar Dolar AS dan defisit migas 9,28 miliar Dolar AS. Berdasarkan negara kontributornya, surplus perdagangan Januari-Oktober 2021 berasal dari AS dengan nilai mencapai 11,52 miliar Dolar AS, Filipina 5,86 miliar Dolar AS, dan India 4,76 miliar Dolar AS.

Share :

Baca Juga

Nasional

Ini Penjelasan Kaotmil IV-20 Jayapura Terkait Kasus Mutilasi Melibatkan Prajurit TNI AD Di Timika

Nasional

Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni Pra TMMD ke-121 di Kabupaten Muaro Jambi Di Kebut

Nasional

Kunjungi Papua, Pangdam II/Swj Pompa Semangat Prajurit Satgas BKO Apter

Nasional

Pasi Intel Kodim 0415/Jambi Sampaikan Cegah Tangkal Radikalisme Kepada Tokoh Masyarakat

Nasional

Saat Tracing, Babinsa Koramil Telanaipura Disambut Senyum Pasien
Foto: ANTARA

Nasional

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan hingga Akhir 2021 Tetap Terjaga

Nasional

Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Yonif RK 751/VJS Bagikan Masker Kepada Masyarakat Jayawijaya

Nasional

Babinsa Tinjau Langsung Objek Wisata Kolam Renang: Wujud Nyata Kepedulian dan Pengamanan Wilayah