FOKAL Muara Enim Harapkan Hari Bhakti Adhyaksa Jadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Publik Danrem 042/Gapu Tinjau TMMD Ke-129 di Bungo, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat Babinsa Kenali Asam Hadiri Peresmian Bank Sampah Maju Bersama, Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Kasrem 042/Gapu dan Kepala BPBD Jambi Tinjau Lokasi Karhutla di Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Penanganan Danramil 415-08/Danau Teluk Hadiri Pembukaan MTQ ke-IX, Tegaskan Dukungan TNI bagi Pembinaan Generasi Qurani

Home / Daerah

Minggu, 7 November 2021 - 15:12 WIB

Survey Udara Banjir Bandang Kota Batu, BNPB Temukan Longsor dan Bendung Alam

SRIWIJAYADAILY

Banjir bandang yang menerjang Kota Batu, Jawa Timur, pada Kamis (4/11), tak hanya dipicu oleh faktor cuaca semata. Hasil survey udara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Walikota Batu dan jajaran Forkompimda pada Sabtu (6/11), didapatkan beberapa data visual yang menunjukkan adanya titik-titik longsor di sepanjang tebing alur lembah sungai di wilayah hulu.

Pengamatan visual dari heli yang terbang rendah menemukan adanya enam alur lembah sungai yang setiap sisinya sangat terjal, tidak dilindungi oleh vegetasi yang rapat dan memiliki akar yang kuat. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, kondisi tersebut akan memicu terjadinya longsoran-longsoran yang kemudian terkumpul dan membentuk bendungan alam yang menutup alur air. Longsoran ini tidak hanya menutup alur alir dengan material tanah longsoran, tetapi juga dengan pohon-pohon yang tumbang terbawa material longsor.

Baca :  Arniwati dan Hj. Linda Astuty Resmi Nahkodai TP Sriwijaya dan Srikandi Provinsi Jambi Periode 2026–2031

Bendungan alami itu menurut analisis sementara kemudian diduga jebol dan tidak kuat menahan debit air setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu pada Kamis (4/11) pukul 14.00 WIB.

Baca :  Ini Yang Disampaikan Ketua PWI Saat Besuk Sekjen Yang Sedang Sakit

Hasil survey lain di bagian hilir, didapatkan pula data visual yang menunjukkan bahwa di sepanjang bantaran sungai terdapat perkebunan semusim yang melebar hingga di tebing sungai.

Dari pengamatan melalui udara tersebut tampak jelas bahwa perkebunan itu mengalami kerusakan seperti meleleh karena tergerus air hujan dengan intensitas tinggi. Di samping itu, jenis vegetasi yang ditanam tidak memiliki akar yang kuat untuk mengikat tanah dan menyerap air.

Baca :  Senkom Mitra Polri Kota Jambi Hadiri Apel Kebangsaan, Perkuat Sabuk Kamtibmas

Ketika ada debit air yang cukup besar dari wilayah hulu, maka lelehan atau longsoran di wilayah tengah dan hilir akan menambah kontribusi sedimen. Sehingga ketika sampai di permukiman warga ketebalan lumpur menjadi sangat besar.

Share :

Baca Juga

Daerah

Musorprov KONI Jambi 2025 Deadlock, Pemilihan Diambil Alih KONI Pusat

Daerah

Rakorwil LDII Berakhir Khidmat, Ustaz Nurhamid Hadi Ajak Peserta Pulang dengan Doa Keselamatan dan Keberkahan

Daerah

Tak Pernah Purna untuk Negeri: Pepabri Jambi Hadir di Hari Bhayangkara

Daerah

Koperasi Merah Putih Talang Jauh Teken MoU Legalitas dengan Notaris, Perkuat Tata Kelola Kelembagaan

Daerah

Sebanyak Empat Rumah Warga Madiun Rusak Berat Akibat Angin Kencang

Daerah

LDII Kelurahan Beliung Jalin Silaturahmi dengan Lurah dan Pihak Terkait untuk Sinergi Pembangunan Sosial

Daerah

Solidaritas Tak Pernah Pudar, Pepabri Kunjungi Istri Rekan yang Sakit

Daerah

Malam Keagungan Melayu Jambi Dihadiri Danrem 042/Gapu