JAMBI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi turut menghadiri Ziarah Nasional yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Satria Bhakti, Kota Jambi, Rabu (30/9/2026).
Ziarah Nasional dipimpin oleh Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan berlangsung dalam suasana khidmat, tertib serta penuh penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan tersebut diikuti para prajurit TNI, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Persit Kartika Chandra Kirana, unsur TNI/Polri, para veteran serta keluarga besar TNI/Polri. Turut hadir Kapolda Jambi, Kajati Jambi, Kepala BNN Jambi, Kepala Pengadilan Agama Jambi, Wakil Ketua Persit KCK Koorcabrem 042 PD XX/TIB beserta pengurus dan unsur terkait lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pahlawan.
Bagi DPD PEPABRI Provinsi Jambi, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi Kolonel Purn Bunadi mengatakan, ziarah nasional merupakan momentum penting untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan sekaligus melakukan refleksi terhadap makna pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kita hadir di makam para pahlawan bukan sekadar untuk menabur bunga, tetapi untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka. Kemerdekaan, persatuan dan keutuhan NKRI yang kita nikmati hari ini dibangun dengan perjuangan yang tidak ringan,” ujar Bunadi.
Menurut Bunadi, semangat perjuangan para pahlawan harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Patriotisme dan nasionalisme tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus tercermin melalui sikap menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Sebagai purnawirawan, kita memang sudah menyelesaikan tugas kedinasan. Tetapi bukan berarti pengabdian kita kepada bangsa dan negara telah selesai. Kita tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Ia menegaskan, PEPABRI sebagai bagian dari keluarga besar TNI dan Polri akan terus menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan.
“Perbedaan pilihan, pandangan maupun kepentingan jangan sampai merusak persaudaraan dan persatuan bangsa. Justru perbedaan harus kita sikapi dengan kedewasaan dan tetap menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.
Bunadi juga memaknai ziarah nasional sebagai pengingat bagi para purnawirawan bahwa masa dinas aktif boleh berakhir, tetapi pengabdian dapat dilanjutkan dalam bentuk yang berbeda.
Pengabdian dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, kemasyarakatan, organisasi, pendidikan kebangsaan maupun kepedulian terhadap sesama.
“Pensiun dari kedinasan bukan berarti pensiun dari pengabdian,” ujarnya.
Selain ziarah, rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI juga dilanjutkan dengan anjangsana kepada para warakawuri. Rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako dan tali asih sebagai bentuk kepedulian serta penghargaan kepada keluarga besar TNI yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdian para prajurit.
Bagi PEPABRI, perhatian kepada warakawuri merupakan bagian dari upaya menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar TNI/Polri. Pengabdian seorang prajurit tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga yang mendampingi dalam berbagai situasi.
Ziarah Nasional di TMP Satria Bhakti akhirnya bukan sekadar kegiatan mengenang masa lalu. Ia menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali tanggung jawab generasi sekarang dalam menjaga hasil perjuangan para pendahulu.
Bunga yang ditaburkan mungkin akan layu. Upacara akan selesai. Namun pesan yang dibawa dari makam para pahlawan seharusnya tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Menabur bunga adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Menanam kesadaran kebangsaan adalah cara meneruskan perjuangan mereka.
Bagi keluarga besar PEPABRI Provinsi Jambi, momentum HUT ke-81 TNI menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia maupun perubahan status.
Seragam boleh dilepas, pangkat boleh berakhir, jabatan boleh ditinggalkan, tetapi semangat pengabdian kepada bangsa dan negara harus tetap menyala.
Pengabdian boleh berganti bentuk, tetapi semangat perjuangan tidak boleh berhenti. (Fird’s)










