Babinsa Koramil Mersam Perkuat Kedekatan dengan Warga Lewat Komsos, Jaga Kondusivitas Wilayah Babinsa Koramil 415-07/Pelayangan Bantu Bangun Rumah Warga, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dengan Rakyat Babinsa Telanaipura Pererat Silaturahmi dengan Purnawirawan TNI Lewat Komsos Babinsa Koramil Pasar Perkuat Kebersamaan dengan Warga Lewat Komsos, Jaga Kondusivitas Wilayah Babinsa Wijaya Pura Ajak Warga Perangi Narkoba, Judi Online, dan Hoaks Lewat Komsos

Home / Nasional

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:52 WIB

TNI AD Evaluasi Total Prosedur Pemusnahan Amunisi Usai Insiden Garut

JAKARTA – TNI Angkatan Darat memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemusnahan amunisi dan bahan peledak afkir menyusul insiden ledakan di Garut, Jawa Barat, yang menimbulkan korban jiwa. Evaluasi ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana usai menghadiri Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Panglima TNI dan Kepala Staf TNI di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Brigjen Wahyu menjelaskan bahwa tim investigasi telah menemukan dua hal pokok dalam musibah tersebut: penyebab ledakan dan faktor yang menyebabkan jatuhnya korban dari masyarakat sipil.

Baca :  Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan

“Detonator yang akan dimusnahkan adalah yang sudah kedaluwarsa (expired), dengan kondisi yang tidak stabil dan sangat sensitif terhadap gesekan serta guncangan. Penanganannya membutuhkan keahlian khusus dan standar keamanan tinggi,” ujar Kadispenad.

Sayangnya, dalam pelaksanaannya terjadi pelibatan warga sipil yang melampaui tugas-tugas administratif, seperti menggali lubang dan membersihkan sisa residu ledakan. Warga bahkan turut mengangkat detonator ke lokasi pemusnahan, sebuah tindakan yang disebut Kadispenad sebagai faktor pemicu insiden.

Baca :  Babinsa Beri Motivasi Pedagang Kecil agar Tetap Semangat Berusaha

Sebagai langkah tegas, TNI AD menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi ke depan tidak akan lagi melibatkan masyarakat dalam bentuk apa pun, termasuk untuk urusan logistik. Sebagai gantinya, teknologi akan dimaksimalkan—seperti penggunaan mini beghoe untuk penggalian dan robot penjinak bom untuk membawa bahan peledak ke titik pemusnahan.

Baca :  LDII Bungo Gelar Konsolidasi Organisasi, Perkuat Program Pengabdian Masyarakat

“Ini adalah pelajaran penting. Kami prihatin dan berduka atas kejadian ini. TNI AD akan menjadikan seluruh temuan dan rekomendasi sebagai dasar evaluasi menyeluruh,” pungkas Kadispenad.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap TNI AD serta komitmen institusi dalam mencegah insiden serupa di masa depan.**)

Sumber: Dispenad

Share :

Baca Juga

Nasional

Kodim 0415/Jambi Gelar Bazar Murah di Makorem Gapu

Nasional

Rangkul Semua Elemen Masyarakat, Babinsa Motivasi Pengrajin Kayu di Pasar Jambi

Nasional

Bersama Forkopimda Babel, Kasrem 045/Gaya Sambut Kedatangan Ketua DPR RI

Nasional

Hadapi Era Teknologi Informasi, Kasad Minta Kowad Adaptif dan Kembangkan Kompetensi Diri

Nasional

Disiplin dan Waspada, Sesepuh Kujang Berikan Wejangan Prajurit Tri Dharma

Nasional

Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni Pra TMMD ke-121 di Kabupaten Muaro Jambi Di Kebut

Nasional

Kasad : Kita Keroyok Ramai-Ramai, Demi Sejahterakan Petani

Nasional

Perayaan Ulang Tahun Bhayangkara ke-78: Danramil Mersam Geruduk Polsek Mersam dan Polsek Maro Sebo Ulu