Babinsa dan Manggala Agni Perkuat Strategi Sosialisasi Cegah Karhutla Babinsa Gelar Komsos di Desa Pelempang, Perkuat Kedekatan dengan Warga Babinsa Ma Bulian Ikut Gerakan Tanam Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Batanghari Babinsa Lakukan Anjangsana, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan Babinsa Bantu Warga Pasang Plafon, Perkuat Semangat Gotong Royong di Jambi

Home / Nasional

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:52 WIB

TNI AD Evaluasi Total Prosedur Pemusnahan Amunisi Usai Insiden Garut

JAKARTA – TNI Angkatan Darat memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemusnahan amunisi dan bahan peledak afkir menyusul insiden ledakan di Garut, Jawa Barat, yang menimbulkan korban jiwa. Evaluasi ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana usai menghadiri Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Panglima TNI dan Kepala Staf TNI di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Brigjen Wahyu menjelaskan bahwa tim investigasi telah menemukan dua hal pokok dalam musibah tersebut: penyebab ledakan dan faktor yang menyebabkan jatuhnya korban dari masyarakat sipil.

Baca :  Babinsa Sengeti Dorong Inovasi Pedagang Lokal Hadapi Tantangan Usaha

“Detonator yang akan dimusnahkan adalah yang sudah kedaluwarsa (expired), dengan kondisi yang tidak stabil dan sangat sensitif terhadap gesekan serta guncangan. Penanganannya membutuhkan keahlian khusus dan standar keamanan tinggi,” ujar Kadispenad.

Sayangnya, dalam pelaksanaannya terjadi pelibatan warga sipil yang melampaui tugas-tugas administratif, seperti menggali lubang dan membersihkan sisa residu ledakan. Warga bahkan turut mengangkat detonator ke lokasi pemusnahan, sebuah tindakan yang disebut Kadispenad sebagai faktor pemicu insiden.

Baca :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Sebagai langkah tegas, TNI AD menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi ke depan tidak akan lagi melibatkan masyarakat dalam bentuk apa pun, termasuk untuk urusan logistik. Sebagai gantinya, teknologi akan dimaksimalkan—seperti penggunaan mini beghoe untuk penggalian dan robot penjinak bom untuk membawa bahan peledak ke titik pemusnahan.

Baca :  Babinsa Mersam Komsos dengan Perangkat Desa, Bahas Keamanan Lingkungan

“Ini adalah pelajaran penting. Kami prihatin dan berduka atas kejadian ini. TNI AD akan menjadikan seluruh temuan dan rekomendasi sebagai dasar evaluasi menyeluruh,” pungkas Kadispenad.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap TNI AD serta komitmen institusi dalam mencegah insiden serupa di masa depan.**)

Sumber: Dispenad

Share :

Baca Juga

Nasional

Satgas Yonif 125/SMB Berikan Pengetahuan Tentang Ilmu Teknologi Kepada Anak-Anak Papua

Nasional

Jelang Ramadhan, Babinsa Koramil 09/Telanaipura Bersama Aparat Kelurahan Sambangi Warung Himbau Tidak Menjual Miras

Nasional

Babinsa Koramil Rantau Pandan Bantu Warga yang Akan Menggelar Pernikahan

Nasional

Kasad Resmikan Museum Jayakarta Kodam Jaya

Nasional

Danrem 045/Gaya Tinjau Proses Bedah RTLH Di Belitung

Nasional

B razil Travel Guidelines

Nasional

Pangdam XVII/Cenderawasih Terima Kunker Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura

Nasional

Danlantamal V Hadiri Serah Terima Jabatan Pangkoarmada II