DPD PEPABRI Jambi Evaluasi dan Bubarkan Panitia HUT ke-67, Tekankan Tertib Administrasi dan Penguatan Pengabdian Purna Tugas Bukan Akhir Persaudaraan, Rekan Seperjuangan Datang Menjenguk Suhartono Danrem 042/Gapu Salurkan 25 Ribu Masker Bantuan Presiden, Lindungi Warga Jambi dari Dampak Kabut Asap Karhutla Musda X LVRI Jambi, PEPABRI Dorong Pewarisan Semangat Juang ’45 kepada Generasi Penerus SBC Soroti SOP dan Peran Askrindo-Jamkrindo dalam Sidang Kasus Semen Baturaja

Home / Opini

Rabu, 29 Januari 2025 - 09:22 WIB

TERUSAN KRA: PELUANG EMAS INDONESIA UNTUK MEMULIHKAN KEJAYAAN MARITIM

Terusan Kra merupakan kanal yang rencananya akan dibangun Thailand di sebuah daratan sempit bernama Genting Kra. Foto DOK Himaspal

Terusan Kra merupakan kanal yang rencananya akan dibangun Thailand di sebuah daratan sempit bernama Genting Kra. Foto DOK Himaspal

Oleh : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla.

Jakarta, 2025 – Dunia maritim Asia Tenggara tengah dihadapkan pada potensi perubahan besar dengan rencana pembangunan Terusan Kra di Thailand, proyek ambisius yang didukung China. Terusan sepanjang 102 km ini diproyeksikan dapat memangkas jalur pelayaran hingga 1.200 km dan menghemat waktu 72 jam, mengurangi ketergantungan kapal internasional terhadap Selat Malaka.

Banyak pihak berpendapat bahwa proyek ini mengancam kepentingan ekonomi Singapura dan Indonesia. Namun, jika ditelaah lebih dalam, justru Indonesia memiliki peluang emas untuk memanfaatkan situasi ini demi menghidupkan kembali kejayaan maritimnya.

Baca :  Babinsa Olak Kemang Beri Motivasi Anak-anak Usai Mengaji, Tanamkan Karakter dan Semangat Belajar

Terusan Kra dan Keuntungan bagi Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tidak akan kehilangan daya saingnya dalam jalur perdagangan maritim. Justru, dengan adanya Terusan Kra, Indonesia bisa mengambil alih peran Singapura sebagai pusat perdagangan dan transshipment regional, dengan cara :

✅ Mengoptimalkan Pelabuhan Sabang dan Kuala Tanjung sebagai “Gate Front” Indonesia di jalur perdagangan internasional.

✅ Meningkatkan peran Pelabuhan Belawan, Dumai, dan membangun Pelabuhan Internasional Ujung Jabung Jambi untuk menjadi alternatif pusat distribusi barang yang selama ini bergantung pada Singapura.

Baca :  Danramil 415-10/Jambi Selatan Dukung Penuh Persiapan MTQ Ke-IV Kecamatan Jelutung

✅ Mengembangkan infrastruktur pelabuhan di sepanjang pesisir Sumatera untuk menarik lebih banyak kapal asing melakukan bongkar muat di Indonesia, bukan di Singapura.

Mengapa Selat Malaka Tetap Penting..?

Meskipun Terusan Kra akan menjadi jalur alternatif, Selat Malaka tetap strategis sebagai jalur utama perdagangan Barat–Timur menuju Laut Pasifik. Hal ini berarti Indonesia masih memiliki kendali besar terhadap lalu lintas kapal di kawasan ini. Dengan memperkuat peran pelabuhan di Sumatra, Indonesia bisa memanfaatkan lalu lintas perdagangan global tanpa harus bergantung pada Singapura.

Baca :  Babinsa Koramil Mersam Gelar Komsos Bersama Warga, Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Indonesia Harus Bangkit..!

Terusan Kra bukan ancaman, tetapi peluangnbagi Indonesia untuk mengambil kembali peran sebagai Poros Maritim Dunia.

Saatnya insan maritim dan seluruh bangsa Indonesia bersatu..!

Bangun dan perkuat infrastruktur pelabuhan di Sumatra..!

Kurangi ketergantungan terhadap Singapura dan kendalikan sendiri jalur perdagangan..!

Kembalikan kejayaan maritim Indonesia seperti di masa Sriwijaya dan Majapahit..!

Jangan biarkan Indonesia hanya menjadi penonton di jalur lautnya sendiri. Mari bangkit, bergerak, dan wujudkan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia..!

Share :

Baca Juga

Opini

80 Tahun Merdeka, Rakyat Masih Menunggu Kemerdekaan Sejati

Daerah

MENJAGA MARWAH PERS, MERAWAT DEMOKRASI

Opini

Belajar dari Pohon: Daun Tidak Harus Indah, Akar Harus Kuat

Opini

Sebuah Renungan di Usia Delapan Puluh TNI

Opini

Ruang Publik di Kota Jambi ‘Melupakan’ [atau] Bahasa Indonesia Tidak Indah Untuk Diucapkan?

Opini

Merawat Indonesia: Saat Rasa, Paham, dan Semangat Kebangsaan Diuji

Opini

Ketika Bonus Demografi Belum Menjadi Bonus Kecerdasan

Opini

Problema Batubara