Babinsa Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Paal Merah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan Babinsa Dampingi Penutupan TPS di Selamat, Program Kampung Bahagia Didorong Berbasis Warga Mengungkap Fakta Di Balik Insiden Munisi Nyasar Di UNP, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat Dandenpom II/2 Jambi Letkol CPM Deka Piro Sandira Pimpin Ziarah Rombongan Sambut HUT ke-80 Pomad

Home / Daerah

Kamis, 26 Juni 2025 - 07:00 WIB

Teriakan dari Pelosok Lampung: Jalan Rusak, Warga Karya Jitu Mukti Tagih Janji Pemerintah

Lampung – Di tengah gegap gempita pembangunan nasional yang digaungkan pemerintah pusat, ada suara lirih dari pelosok desa yang nyaris tak terdengar. Suara itu datang dari Desa Karya Jitu Mukti, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung—sebuah desa agraris yang menjadi salah satu lumbung pangan namun masih terjerat persoalan klasik: jalan rusak dan infrastruktur dasar yang memprihatinkan.

Akses jalan utama yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan warga kini lebih menyerupai kubangan. Lubang-lubang besar dan genangan air menjadi pemandangan sehari-hari, memperlambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas warga.

“Di tahun 2025 ini, semestinya tidak ada lagi jalan rusak seperti ini. Ini jalan utama warga kami untuk ke sekolah, ke kebun, hingga membawa hasil pertanian. Kalau jalan ini bagus, ekonomi dan pendidikan pasti ikut maju,” keluh Endrianto, tokoh masyarakat sekaligus Kepala SDN 1 Karya Jitu Mukti, melalui pesan WhatsApp kepada media, Kamis (26/6).

Baca :  PEPABRI Kota Jambi Gelar Buka Puasa Bersama di Gedung Tugu Juang

Lebih dari sekadar keluhan, pernyataan Endrianto adalah jeritan harapan kolektif warga desa. Sosok yang dikenal tegas, jujur, dan peduli terhadap pendidikan itu tak hanya menyoroti jalan rusak, tetapi juga menuntut perbaikan tanggul dan pintu air yang vital untuk irigasi dan pencegahan banjir.

Baca :  Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Kukuhkan Pencak Silat Militer Wilayah Korem 042/Gapu

Menurutnya, kerusakan infrastruktur pengairan berdampak langsung terhadap hasil pertanian warga. Jika tak segera ditangani, potensi kerugian pertanian akan semakin besar, memperparah kondisi ekonomi masyarakat yang sudah terdampak.

Endrianto pun menyampaikan aspirasi warga kepada Kepala Desa Supardi, Camat Rawajitu Selatan Romli, Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan, jajaran DPRD Kabupaten dan Provinsi, Gubernur Lampung, hingga Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini.

“Warga tidak minta yang muluk-muluk. Cukup jalan kami diperbaiki dan diaspal. Itu sudah sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya lugas.

Desa Karya Jitu Mukti hanyalah satu potret kecil dari ribuan desa di Indonesia yang masih menanti keadilan pembangunan. Mereka bukan anti kemajuan, bukan pula apatis terhadap kebijakan. Mereka hanya ingin merasakan kehadiran negara—bukan sekadar dalam pidato, tetapi nyata di jalan-jalan desa yang kini hancur, di tanggul yang jebol, dan di ladang-ladang yang kekeringan.

Baca :  Di Tengah Sakit, Solidaritas Itu Hadir Menguatkan

Jika pembangunan hanya mengalir di kota dan pusat pemerintahan, maka ketimpangan akan menjadi luka abadi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kini, bola ada di tangan para pemangku kebijakan. Akankah suara dari pelosok Lampung ini dijawab dengan tindakan nyata?

Penulis: M. Rosyid

Editor: Jagat Taniwara54

Share :

Baca Juga

Daerah

Budi Setiawan : Kontingen Jambi Optimis Juara

Daerah

SSB Golazo U-10 Harumkan Nama Kota Jambi, Raih Juara Tiga Kejurnas JPL

Daerah

Malam Keagungan Melayu Jambi Dihadiri Danrem 042/Gapu

Daerah

Satu Warga Meninggal dan Satu Lainnya Hilangnya Saat Banjir Jember

Daerah

Turnamen Domino Wartawan HUT ke-10 SJB News Berakhir, Soleh–Jefri Sabet Juara Utama

Daerah

Sinergi Pemprov Sumsel Bersama TNI/Polri Amankan Nataru

Daerah

Jakarta International Stadium Gelar Laga Perdana

Daerah

Kabel Wi-Fi Semrawut, Wajah Kota Jambi Dipertanyakan