SRIWIJAYADAILY.COM – Gerakan tanam padi serentak yang digelar di persawahan Kelompok Tani Talang Inuman, Batanghari, Selasa (16 September 2025), menjadi simbol keterlibatan TNI dalam agenda besar ketahanan pangan. Acara ini dipimpin Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, didampingi Dandim 0415/Jambi Letkol Inf Putra Negara, serta dihadiri pejabat provinsi, kabupaten, hingga perwakilan kelompok tani.
Dalam sambutannya, Dandim Putra Negara menegaskan pentingnya peran TNI di sektor pertanian. Menurut dia, keterlibatan Babinsa bukan sekadar pendamping teknis, melainkan bagian dari strategi menjaga stabilitas pangan. “Kami akan terus memonitor dan mendampingi petani, sehingga hasil panen bisa maksimal dan masyarakat lebih sejahtera,” katanya.
Namun, tantangan di lapangan masih cukup besar. Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief, mengungkapkan bahwa luas sawah yang berhasil ditanami baru sekitar 7.000 hektar dari kebutuhan ideal 9.000 hektar. Masalah klasik seperti banjir dan infrastruktur irigasi yang terbatas juga kerap menjadi penghambat. Ia menilai normalisasi sungai perlu segera dilakukan agar lahan pertanian tidak kembali terendam.
Asisten I Sekda Provinsi Jambi, Arif Munandar, menambahkan bahwa upaya ini juga menyasar optimalisasi lahan tidur di berbagai kabupaten. “Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani sangat krusial. Tanpa itu, swasembada pangan hanya akan menjadi slogan,” ujarnya.
Gerakan tanam padi serentak ini diharapkan mulai menunjukkan hasil pada Januari 2026. Pemerintah provinsi menargetkan Jambi dapat menjadi salah satu lumbung pangan baru di Sumatra, meski realisasi di lapangan masih bergantung pada penyelesaian berbagai persoalan struktural pertanian.**










