BSPP PEPABRI Kota Jambi Rawat Persaudaraan, Besuk Peltu Purn Muryanto di Rumah Sakit DIRGAHAYU PEPABRI KE 67: “MENGUATKAN API PERJUANGAN DAN PERSATUAN BANGSA” Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla di Tebo, Konservasi Gajah Jadi Perhatian Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI

Home / Opini / TNI-POLRI

Jumat, 16 Mei 2025 - 06:25 WIB

Senja Solidaritas: Kisah Pengabdian Tak Berujung dalam Keluarga Besar Pepabri

Oleh: Letkol (Purn) Firdaus

SENJA memerah di ufuk barat, menyapukan cahaya keemasan yang menari di ujung dedaunan. Angin berbisik lembut, menggoyangkan ranting pohon tua yang akarnya mencengkeram kuat bumi. Di sebuah aula sederhana, berdiri para pria dan wanita dengan rambut memutih, namun sorot matanya tetap tajam, memancarkan semangat yang tak pernah pudar. Mereka adalah para purnawirawan—jiwa-jiwa pejuang yang memilih untuk tetap mengabdi, walau masa dinas aktif telah berakhir. Mereka adalah keluarga besar Pepabri.

Pepabri bukan sekadar organisasi. Ia adalah rumah bagi mereka yang pernah berdiri di garis depan, menghadapi angin badai, dan melangkah di tengah hujan peluru. Kini, mereka berkumpul bukan lagi sebagai prajurit bersenjata, tetapi sebagai saudara, terikat oleh nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Di sini, pangkat dan jabatan masa lalu tidak lagi menjadi ukuran. Semua setara, semua bersaudara.

Baca :  Babinsa Koramil Muara Tembesi Hadiri Sosialisasi P4GN, Dukung Terwujudnya Kampung Bebas Narkoba

Namun, seperti sebuah keluarga besar, menjaga keharmonisan bukanlah perkara mudah. Di tengah ragam latar belakang dan pengalaman, perbedaan pendapat kadang muncul seperti gelombang di lautan. Ada yang berbicara dengan lantang, ada yang memilih diam, dan ada pula yang lebih suka mendengarkan. Tetapi Pepabri mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjatuhkan. Sebaliknya, ia adalah peluang untuk saling memahami, untuk saling belajar.

Dalam setiap pertemuan, selalu ada canda dan tawa. Ada pula kisah-kisah masa lalu yang diceritakan kembali, menghadirkan kehangatan nostalgia. Tetapi bukan hanya cerita kemenangan yang dibagikan. Ada pula kisah kehilangan, cerita tentang sahabat yang gugur di medan laga, kenangan tentang pengorbanan yang tak ternilai. Semua itu menjadi bagian dari jalinan sejarah yang tak pernah terlupakan.

Baca :  Anjangsana ke Rumah Ketua RT, Babinsa Pasar Jambi Perkuat Silaturahmi dan Sinergi dengan Warga

Namun, Pepabri bukan hanya tentang masa lalu. Ia adalah tentang pengabdian yang terus berlanjut. Di tengah masyarakat, para purnawirawan menjadi teladan, menjadi pelita bagi generasi muda. Mereka berbagi pengalaman, memberikan nasihat, dan mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan. Keberadaan mereka adalah bukti bahwa pengabdian tidak pernah berhenti.

Tapi organisasi ini bukan panggung bagi kepentingan pribadi. Ia adalah ladang pengabdian, tempat menanam benih manfaat yang akan tumbuh bagi banyak orang. Kepentingan bersama harus selalu didahulukan, agar kehormatan keluarga ini tetap terjaga. Setiap anggota diajak untuk memiliki sikap rendah hati, saling menghormati, dan berkomitmen untuk membangun organisasi yang kuat.

“Kita mungkin telah menanggalkan seragam, tapi bukan berarti kita menanggalkan semangat juang,” kata seorang anggota senior, suaranya mantap namun penuh kehangatan. “Pepabri adalah tempat kita belajar kembali menjadi saudara. Di sini, kita saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.”

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

Matahari mulai tenggelam sepenuhnya, menyisakan semburat jingga di langit. Namun bagi Pepabri, senja bukanlah akhir. Ia adalah awal dari sebuah malam yang penuh makna, tempat cahaya solidaritas akan terus bersinar, menerangi jalan pengabdian.

Dan dalam setiap langkah mereka, dalam setiap sapa dan pelukan hangat, dalam setiap doa yang terucap, Pepabri terus menjadi bukti bahwa pengabdian bukan tentang kapan dimulai atau kapan berakhir. Pengabdian adalah nafas yang terus berhembus, selama hati masih berdetak.

“Old soldiers never die, they just fade away.”

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Babinsa Eka Jaya Berpartisipasi dalam Donor Darah, Wujud Nyata Kepedulian bagi Sesama

TNI-POLRI

Kasrem 042/Gapu Pimpin Ziarah Rombongan Peringati HUT Ke-1 Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol

TNI-POLRI

Pangdam XXI Radin Inten Ingatkan Prajurit Waspada Narkoba dan Judi Online

TNI-POLRI

Danrem 042/Gapu Tinjau Cetak Sawah Rakyat di Tebo, Pastikan Percepatan Program Ketahanan Pangan

TNI-POLRI

Babinsa Kasang Jaya dan Warga Gotong Royong Sukseskan Program Kampung Bahagia

TNI-POLRI

Peduli Generasi Muda, Babinsa Serma Petrus W\.H Gencarkan Komsos Bersama Pemuda Desa Kembang Seri Baru

TNI-POLRI

Babinsa Koramil 415-03/Muara Tembesi Tingkatkan Kedekatan dengan Warga Lewat Komsos

TNI-POLRI

Sinergi Nyata Babinsa dan Petani Wujudkan Desa Tangguh Pangan