SRIWIJAYADAILY.COM – Ketahanan pangan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi fondasi penting bagi kestabilan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Di tengah tekanan ekonomi global dan perubahan iklim yang kian terasa, upaya memperkuat sektor pertanian terus dilakukan. TNI, melalui para Babinsa di wilayah pedesaan, menjadi salah satu ujung tombak dalam memastikan program ketahanan pangan berjalan di lapangan.
Sabtu (18/10/2025), Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian Kodim 0415/Jambi, Serka Agustono, turun langsung ke lahan pertanian di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari. Ia membantu petani menanam jagung di lahan warga, sebuah kegiatan sederhana yang sarat makna: membangun ketangguhan pangan dari akar rumput.
Pendampingan Babinsa bukan hal baru. Namun di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, kehadiran TNI di sawah dan ladang menjadi bentuk kehadiran negara yang konkret. “Kami dari TNI berkomitmen untuk terus hadir membantu petani di lapangan. Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa, dan keberhasilan petani merupakan keberhasilan kita bersama,” ujar Serka Agustono.
Program ketahanan pangan yang didukung TNI kini tidak lagi terbatas pada tanaman jagung. Upaya serupa juga dilakukan pada komoditas lain seperti padi dan kedelai yang menjadi penyangga utama kebutuhan pangan nasional. Di beberapa wilayah, kolaborasi antara Babinsa, kelompok tani, dan pemerintah daerah terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat desa.
Pendekatan ini sejalan dengan arahan TNI AD agar setiap Babinsa menjadi motor penggerak kemandirian pangan di wilayahnya. Bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan motivasi dan dorongan moral kepada petani agar tetap optimistis menghadapi tantangan cuaca dan harga pasar.
Dari sinergi sederhana antara TNI dan petani, lahir optimisme baru: bahwa kedaulatan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa. Desa tangguh pangan adalah cermin ketahanan nasional yang sesungguhnya.**










