Lanny Jaya, Papua Pegunungan — Di tengah keterbatasan infrastruktur dan minimnya tenaga pengajar di pedalaman Papua, prajurit TNI dari Satgas Yonif 614/Raja Pandita (RJP) tampil sebagai garda terdepan dalam membantu mencerdaskan anak bangsa. Para prajurit yang bertugas di Pos Popome, Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya, kini tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga turun langsung ke ruang kelas untuk mengajar anak-anak SDN Popome, Rabu (28/5/2025).
Dipimpin oleh Wadanpos Serka Akbar, kegiatan mengajar ini menjadi solusi nyata atas kekurangan guru yang dialami sekolah tersebut. Dengan semangat dan penuh tanggung jawab, para prajurit TNI mengenakan seragam loreng sembari memegang spidol dan buku pelajaran—menjadi sosok guru sekaligus pelindung bagi generasi muda Papua.
“Kami merasa terpanggil untuk ikut mencerdaskan anak-anak Papua. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak, meski di tengah keterbatasan,” ujar Serka Akbar di sela-sela kegiatan belajar mengajar.
Keceriaan tampak jelas di wajah para siswa dan siswi SDN Popome. Kehadiran para prajurit disambut penuh semangat, menciptakan suasana kelas yang hidup dan inspiratif. Tak hanya itu, kehadiran TNI juga membawa harapan baru bagi komunitas setempat.
Kepala Komite SDN Popome, Darius Wenda, S.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian TNI.
“Anak-anak jadi lebih semangat belajar. Mereka merasa diperhatikan dan disayangi. Kami sangat berterima kasih,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Aksi kemanusiaan ini membuktikan bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membangun dan memberdayakan masyarakat dari pelosok negeri. Dari balik senjata dan strategi, para prajurit menunjukkan bahwa pengabdian sejati adalah berada di tengah rakyat.**)










