Jambi Timur, SriwijayaDaily.com – Di tengah stagnasi kebijakan ketahanan pangan yang sering kali hanya berakhir sebagai wacana, langkah kecil Babinsa kembali menjadi contoh gerakan nyata dari bawah. Di Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur, Serka MK Putra dari Koramil 415-11/Jambi Timur Kodim 0415/Jambi menginisiasi pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif—sebuah praktik sederhana yang justru terasa lebih konkret dibanding program besar pemerintah yang sering bongkar-pasang.
Pada Jumat (28/11/2025), Serka MK Putra mengajak warga, khususnya para pemuda, mengolah lahan terbengkalai di Jalan Prabu Siliwangi RT 07. Lahan yang sebelumnya kosong itu akan ditanami sayuran dan tanaman obat keluarga. Gerakan kecil ini tidak hanya menawarkan solusi praktis untuk kebutuhan pangan lokal, tetapi sekaligus mengungkap pertanyaan lebih besar: mengapa lahan-lahan potensial di berbagai daerah dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun?
Babinsa menekankan pentingnya kemandirian pangan yang dimulai dari lingkungan terdekat. “Kami mendorong hal serupa dapat diadopsi wilayah lain agar inovasi pertanian melalui pemanfaatan lahan tidur dapat benar-benar terwujud,” kata Serka MK Putra.
Langkah ini menunjukkan bagaimana inisiatif komunitas sering kali bergerak lebih cepat daripada kebijakan pusat. Sementara negara sibuk merumuskan konsep *food estate* yang tak kunjung stabil, warga justru memulai dari yang paling mungkin: menghidupkan lahan di sekitar mereka.
Dengan keterlibatan Babinsa dan partisipasi warga, program ini diharapkan menjadi preseden bahwa ketahanan pangan tidak harus menunggu proyek raksasa—cukup dengan kemauan kolektif dan sedikit ketelatenan. Jika gerakan serupa meluas, bukan mustahil kampung dan kelurahan menjadi simpul-simpul kecil ketahanan pangan yang sesungguhnya.
Tantangannya kini adalah konsistensi: apakah gerakan ini akan menjadi model berkelanjutan, atau justru berakhir sebagai inisiatif insidental yang tak diperhatikan negara?**










