Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Di Tengah Kabut Asap Karhutla, PEPABRI Jambi Tetap Semarakkan HUT ke-67 Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro Menhut dan Kepala BNPB Pimpin Rakor Teknis Karhutla di Jambi, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Diperkuat

Home / Nasional

Senin, 11 Juli 2022 - 21:00 WIB

Prajurit Rajawali Di Perbatasan Papua Dampingi Warga Membuat Minyak Goreng

Prajurit Rajawali Di Perbatasan Papua Dampingi Warga Membuat Minyak Goreng (Pendam Cenderawasih)

Prajurit Rajawali Di Perbatasan Papua Dampingi Warga Membuat Minyak Goreng (Pendam Cenderawasih)

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Ditengah kelangkaan minyak goreng dipasaran dan tingginya harga minyak goreng, membuat Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/RW membantu masyarakat membuat minyak goreng alami berbahan kelapa, bertempat di Kampung Kondo Distrik Naukenjerai Kab. Merauke, Minggu (10/7/2022).

Tampak Prajurit Satgas Rajawali saling bahu membahu mulai mengambil kelapa tua, mengupas, mengukur, memeras atau mengambil santan hingga memasak menjadi minyak goreng.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/RW Letkol Inf Goklas P. Silaban mengatakan pendampingan tersebut dilakukan mengingat minyak goreng dipasaran harganya masih tinggi. Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kelapa sebagai bahan baku minyak sehingga kebutuhan rumah tercukupi, dan ini juga sebagai upaya membantu Pemerintah untuk pemulihan ekonomi dan mendorong masyarakat terus berupaya untuk mendapatkan solusi di tengah-tengah kesulitan.

Baca :  Puncak Pemilihan Putera Puteri Jambi 2026 Digelar 28 Juni di Lippo Plaza

“Iya anggota Satgas kami yang berada di Pos Kondo Kampung Kondo Distrik Naukenjerai Kab. Merauke, membantu pembuatan minyak goreng dengan bahan kelapa, hal ini agar warga bisa mandiri untuk kebutuhan keluarga maupun kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut,” ungkap Dansatgas.

Baca :  Dukung HPN dan Porwanas 2027, Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Bahkan menurut Dansatgas, minyak goreng dari kelapa tersebut kualitasnya lebih bagus. Sebab masih alami semuanya mulai dari pengelolaannya dan kandungan khasiat untuk kesehatan.

“Ini lebih sehat untuk dikonsumsi, bisa buat makanan rasanya manis, begitu minyaknya juga selain buat masak bisa buat obat juga kan,” jelas Dansatgas.

Sementara itu, Danpos Kondo Letda Inf Ariel Naibaho menerangkan, saat ini membuat dari awal hingga menjadi minyak goreng siap saji, membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Setelah sari santan mengumpal dan sebagian menjadi minyak goreng lalu disaring dan lakukan pengemasan.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

“Setelah masak selesai, kita bungkus atau bisa juga dimasukkan botol,” jelasnya.

Mama Ester (50) selaku warga yang mengolah minyak goreng tradisional merasa bahagia karena pekerjaannya telat dibantu oleh Prajurit Satgas Yonif 123/RW.

“Terima Kasih Bapak TNI Yonif 123 Rajawali atas ketersediaannya membantu kami sehingga pekerjaan kami menjadi lebih mudah dan cepat selesai,” ucap Mama Ester dengan raut wajah bahagia.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Share :

Baca Juga

Nasional

Pererat Silaturahmi, Babinsa Tanjung Johor Lakukan Komsos dengan Majelis Taklim

Nasional

Purna Tugas Di Papua, Kolonel Kav Herman Taryaman Kini Menjabat Asintel Danpaspampres

Nasional

Program Pipanisasi Kasad, Wujudkan Mimpi Petani di Nganjuk

Nasional

Lestarikan Lingkungan, Babinsa Kelurahan Kasang Ikut Penanaman Pohon

Nasional

Koramil Bersama Terminal Type A dan Jasa Raharja Muaro Bungo Bersinergi Gelar Sunatan Massal

Nasional

Relaksasi Pasca Pemilu, Pangdam II/Swj Boyong 689 KBT Nobar Madame Web

Nasional

Cegah Banjir, Babinsa Tambaksari Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Parit

Nasional

Satgas Kizi Kontingen Garuda XXXVII-H/MINUSCA Siap Mengemban Misi Negara di Afrika Tengah