Purna Tugas Bukan Purna Pengabdian, Api Perjuangan PEPABRI Tak Boleh Padam BSPP PEPABRI Kota Jambi Rawat Persaudaraan, Besuk Peltu Purn Muryanto di Rumah Sakit DIRGAHAYU PEPABRI KE 67: “MENGUATKAN API PERJUANGAN DAN PERSATUAN BANGSA” Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla di Tebo, Konservasi Gajah Jadi Perhatian Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota

Home / Nasional

Rabu, 18 Desember 2024 - 10:33 WIB

Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kaper BKKBN Papua Bahas Strategi Penanganan Stunting

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M., menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Bapak Sarles Brabar, S.E., M.Si., di Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Selasa (17/12/2024)/Pendam Cenderawasih

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M., menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Bapak Sarles Brabar, S.E., M.Si., di Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Selasa (17/12/2024)/Pendam Cenderawasih

Jayapura, sriwijayadaily.com – Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M., menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Bapak Sarles Brabar, S.E., M.Si., di Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Selasa (17/12/2024). Pertemuan ini bertujuan membahas langkah-langkah konkret dalam upaya penanganan stunting di Papua.

Dalam audiensi tersebut, Sarles Brabar menyoroti pentingnya penanganan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah krusial mencegah stunting. “Fokus kami adalah mengidentifikasi risiko stunting sejak dini dan memberikan intervensi tepat sasaran. Edukasi kepada orang tua dan keterlibatan komunitas sangat penting, terutama di daerah terpencil,” ujarnya.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

BKKBN Papua juga menegaskan perlunya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, untuk menjangkau keluarga-keluarga yang membutuhkan. Program ini melibatkan edukasi langsung, penyediaan gizi, serta kampanye masif tentang pola asuh dan sanitasi yang baik.

Baca :  Pesta Gol di Pakansari! Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 pada Laga Perdana Piala AFF 2026

Menanggapi hal tersebut, Mayjen TNI Rudi Puruwito menyatakan kesiapan TNI AD mendukung program pencegahan stunting. Ia menekankan pentingnya pemetaan data yang akurat dan penyusunan strategi berbasis kebutuhan lokal. “Data akurat menjadi dasar dalam menentukan langkah efektif. Kami juga siap membantu penyuluhan kepada masyarakat dan memastikan program ini berjalan merata hingga ke pelosok,” tegasnya.

Pangdam juga menyebutkan rencana kampanye bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting. Pendekatan ini akan melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi lokal untuk mempercepat pencapaian target penurunan angka stunting.

Baca :  Dukung HPN dan Porwanas 2027, Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Kodam XVII/Cenderawasih dan BKKBN Papua. Diharapkan, sinergi ini dapat menghasilkan dampak signifikan dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat Papua melalui penanganan stunting yang terintegrasi dan berkelanjutan.**

Share :

Baca Juga

Nasional

Pembangunan RTLH Milik Nuriah Pada Program TMMD Ke-120 Kodim 0404/Muara Enim Sudah Tahap Plester Dinding

Nasional

Laksanakan Ekonomi Kreatif, Satgas Yonif 721/Mks Bantu Masyarakat Papua Lebih Berkembang

Nasional

Dihadapan Prajurit Yonif 753/AVT, Pangdam XVII/Cenderawasih : Perkuat Kemanunggalan TNI Rakyat serta Pegang Teguh Netralitas TNI pada Pemilu 2024

Nasional

Kasum TNI Pimpin Serah Terima Jabatan Kapusada TNI

Nasional

Sepanjang 31 Tahun Indonesia 14 Kali Juarai Thomas Cup

Nasional

TMMD Ke-113 Kodim 1707/Merauke Di Kab. Mappi Resmi Dibuka

Nasional

Pimpin Sertijab Dan Tradisi Korps Pejabat Kodam, Pangdam XVII/Cenderawasih : Kita Harus Pandai Bersyukur

Nasional

Satuan Infanteri Harus Siap Operasional Setiap Saat