Banjir Landa Merangin dan Sarolangun, Korem 042/Gapu Turun Tangan Bantu Warga Rakerwil PPN Jambi 2026 Perkuat Peran Pemuda Menuju Jambi Bahagia Danrem 043/Gatam Hadiri Penutupan Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam HUT Ke-27 Lampung Timur Tradisi Satuan Warnai Penyambutan Calon Kasrem Korem 043/Gatam di Metro Resmi Berganti! Danrem 043/Gatam Pimpin Tradisi Penyerahan Jabatan Kasrem, Kasilog dan Sertijab Kasiintel

Home / Nasional

Kamis, 10 Maret 2022 - 20:31 WIB

KST Sebar HOAX Untuk Alihkan Isu, Ini Penjelasan Danrem 173/PVB

Foto Danrem 173/PVB bersama Bupati Kab. Intan Jaya pada saat peninjauan terhadap fasilitas Kantor Bupati Kab. Intan Jaya yang diperbaiki. Courtesy: Penrem 173/PVB.**

Foto Danrem 173/PVB bersama Bupati Kab. Intan Jaya pada saat peninjauan terhadap fasilitas Kantor Bupati Kab. Intan Jaya yang diperbaiki. Courtesy: Penrem 173/PVB.**

SRIWIJAYADAILY.CO.ID ~ Ternyata video yang sempat viral pada tahun 2021 memperlihatkan bagaimana aparat TNI sedang berupaya membuka sebuah pintu yang sangat sulit dibuka di salah satu kantor Pemda Kab. Intan Jaya, kembali mendapat komentar beragam.

Oleh KST, video tersebut disebar dengan narasi Hoax memfitnah Pemerintah Daerah dan Pusat serta aparat TNI Polri untuk mengalihkan isu pembantaian warga sipil dan pelecehan seksual yang dilakukan kelompoknya.

Kejadian tersebut sejatinya merupakan kejadian tahun 2021 silam dan sudah diselesaikan dengan baik antara pihak Pemda Kab. Intan Jaya dan Aparat TNI.

Bahkan Danrem 173/PVB Brigjen TNI bersama Bupati Intan Jaya Bapak Natalis Tabuni telah melihat langsung ruang kantor Pemda yang rusak dilakukan oknum aparat TNI, namun sudah diselesaikan dengan baik dan kondisi ruangan saat ini sudah baik.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian dalam video yang viral, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro mengungkapkan bahwa kejadian dalam video tersebut adalah kejadian tahun 2021 silam dan sudah diselesaikan dengan baik antara pihak Pemda Kab. Intan Jaya dan Aparat TNI.

Baca :  Babinsa Mersam Dorong Pemuda Jadi Penjaga Arah Desa

“Kejadian sebenarnya aparat TNI dalam video itu berupaya membuka pintu yang sulit dibuka dalam rangka pelaksanakaan pengecekan dan pengamanan kantor agar tidak digunakan untuk hal-hal yang negatif,” kata Danrem 173/PVB.

“Setelah berhasil dibuka, kemudian personel Pos Holomama dari Yonif PR 501/BY yang saat itu bertugas, melakukan pengecekan ke bagian dalam kantor dengan cara masuk kedalam ruangan-ruangan kantor tersebut,” tambahnya.

Akibat dari kegiatan pengecekan dan pengamanan tersebut, mengakibatkan beberapa pintu yang dibuka paksa mengalami kerusakan.

Brigjen TNI Taufan Gestoro mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Bupati Kab. Intan Jaya Bapak Natalis Tabuni terkait rusaknya beberapa fasilitas kantor Pemda.

Baca :  Danrem 043/Gatam Lepas Cuti Gelombang Pertama, Prajurit Dibekali Pesan Keamanan dan Tali Asih

“Koordinasi pada saat itu sampai saat ini dengan Para Pejabat Pemda sudah dilakukan, bahkan saat perbaikan juga telah dikomunikasikan dengan Bapak Bupati Kab. Intan Jaya. Jadi sebetulnya sejak beredarnya video pada 2021 sudah tidak ada masalah. Hanya saja sekarang pada tahun 2022, video itu digunakan oleh orang dan kelompok tertentu untuk menyudutkan aparat TNI,” ungkap Danrem 173/PVB.

Kembali viralnya video tahun 2021 silam, Danrem 173/PVB berharap bagi masyarakat yang belum mengetahui kejadian yang sebenarnya dapat mengerti dan tidak terprovokasi dengan narasi dari tayangan video itu.

“Saat ini kondisi fasilitas yang ada di video itu telah diperbaiki dan telah berfungsi kembali serta dapat beroperasional seperti sediakala,” kata Danrem 173/PVB.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga, S.H., M.H., menegaskan agar seluruh warga masyarakat Papua tetap fokus, tetap kawal dan bantu aparat Kepolisian Polda Papua yang sedang berupaya keras untuk penegakan hukum terhadap aksi-aksi gerombolan KST yang sudah sering kali berulah diluar batas pikiran normal dan sudah diluar dari rasa peri kemanusiaan.

Baca :  Babinsa Tebing Tinggi Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla

KST dan simpatisannya selalu cari alasan pembenaran diri untuk membantai, membunuh dan memperkosa warga sipil OAP dan Non OAP yang tidak berdosa.

“Saya yakin tujuan video itu adalah untuk mengalihkan isu pelanggaran HAM Berat yang dilakukan oleh KST yang baru-baru ini terjadi. Saya berharap para oknum KST dan para simpatisannya semua sadar hati dan terketuk hatinya karena Tuhan, bahwa perbuatannya sudah diluar peri kemanusiaan dan tidak ada sama sekali mencerminkan sebagai Hamba Tuhan yang penuh cinta kasih,” tambahnya.

Sumber : Pendam XVII/Cenderawasih.

Share :

Baca Juga

Nasional

Kodim 0416/Bute Tingkatkan Kesiapan Pengamanan melalui Apel Pasukan Pilkada 2024

Nasional

Anggota TNI Tangkap Pelaku Begal Bersenjata di Ogan Ilir

Nasional

Dandim 0415/ Jambi Pimpin Sholat Zuhur Berjama’ah dan Do’a Bersama

Nasional

Mulai Hari Ini NAM Air Layani Penerbangan ke Natuna

Nasional

Dankodiklatad Terima Kunjungan Kehormatan Panglima Divisi 1 AD Australia

Nasional

Aster Panglima TNI Buka Kursus Pembina Pramuka Trisaka TNI

Nasional

Babinsa Yapen Selatan Himbau Warga Selalu Siaga Dalam Menghadapi Bencana Alam

Nasional

Prajurit Kodim 0412/LU Bantu Petani Mengairi Sawah yang Mengalami Kekeringan