BSPP PEPABRI Kota Jambi Rawat Persaudaraan, Besuk Peltu Purn Muryanto di Rumah Sakit DIRGAHAYU PEPABRI KE 67: “MENGUATKAN API PERJUANGAN DAN PERSATUAN BANGSA” Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla di Tebo, Konservasi Gajah Jadi Perhatian Ketika Persaudaraan Menjadi Kekuatan: BSPP PEPABRI Jambi Hadir untuk Anggota Semangat Kebersamaan PERIP Jambi dalam Peringatan HUT ke-67 PEPABRI

Home / Opini

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:42 WIB

Belajar dari Pohon: Daun Tidak Harus Indah, Akar Harus Kuat

Oleh: M. Rosyid – Jurnalis

Jambi – Jumat pagi, 06 Februari 2026. Matahari menembus kabut tipis, dan udara membawa aroma nasi gemuk hangat yang baru saja disantap. Di saat orang sibuk menilai siapa yang tampil paling menawan, Rosyid Jurnalis menatap dunia seperti menatap pohon: diam, sederhana, tapi menahan badai.

“Ada pohon yang ditakdirkan tidak memiliki daun yang indah, tapi ia tumbuh diberi akar yang kuat agar tidak tumbang,” ujarnya.

Baca :  Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Bellingham Cetak Brace dan Singkirkan Norwegia

Ungkapan ini bukan sekadar puisi pagi. Ini kritik halus pada kehidupan modern: tidak semua manusia harus tampil memesona untuk dianggap berhasil. Ada yang hidupnya berat, jalannya berliku, tak banyak dipuji. Tapi di balik itu, Allah memberi keteguhan hati, kesabaran, dan daya juang. Sementara banyak orang sibuk menata daun agar terlihat indah, pohon-pohon bijak diam, menumbuhkan akar yang kokoh.

Rosyid menekankan, hidup bukan tentang siapa paling tampan, paling kaya, atau paling “viral”. Hidup adalah tentang menerima takdir, bersyukur pada apa yang diberikan, dan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Semangat kerja harus selaras dengan semangat ibadah. Kesuksesan duniawi tanpa perhatian pada Sang Pencipta hanyalah ilusi—seperti pohon tanpa akar, mudah tumbang saat angin kencang menerpa.

Baca :  Merawat Indonesia: Saat Rasa, Paham, dan Semangat Kebangsaan Diuji

Lebih jauh, hidup akan bermakna bila kita memberi manfaat bagi sesama. Membantu orang lain, bersedekah, menjaga silaturahmi—itulah akar yang meneguhkan hidup, yang menumbuhkan keberkahan meski daun terlihat biasa saja.

Baca :  HUT Polri ke-80: Menjaga Kepercayaan Publik di Tengah Dinamika Zaman

Renungan Jumat ini sederhana, tapi menggigit: dunia terlalu sering menilai permukaan. Daun yang hijau dan indah memikat mata, tapi akar yang kuatlah yang menentukan siapa bisa bertahan. Belajar dari pohon, kita diajarkan bahwa ketahanan jauh lebih berharga daripada penampilan, dan kesederhanaan bisa menjadi kekuatan terbesar.**

Share :

Baca Juga

Opini

Sejarah PEPABRI: Konsistensi Pengabdian dari Masa ke Masa

Opini

“Pariwisata Sumatera Utara dan Peranan Pers” Antara Promosi dan Kritik

Opini

45 Menit Ngobrol Asyik Bersama Yan Iswara Rosya Sang “Nakhoda” OJK Jambi

Opini

Seleksi Penerimaan Cata PK TNI AD di Korem 042 Gapu Dipantau Ketat Tim Wasgiat Mabesad

Opini

Menambah Menteri Potensi Melemahkan Otonomi Daerah

Opini

Jurnal Senja: Catatan Pengabdian

Opini

Wal ‘Ashri dan Akhir Tahun: Ketika Waktu Menggugat Manusia

Opini

Ini Budi