Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Rangkul Pemuda, Perkuat Kesadaran Jaga Kamtibmas Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian Patroli Terpadu Bersama Tim Karhutla dan Warga Babinsa Koramil 415-12/Pasar Bersama Dinsos dan Pemerintah Kelurahan Evakuasi ODGJ Secara Humanis Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat, Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Gelar Komsos di Sungai Putri Semarak HUT ke-1 Kodam XX/TIB, Kodim 0415/Jambi Gelar Jalan Santai Bersama Keluarga Besar TNI

Home / Opini

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:42 WIB

Belajar dari Pohon: Daun Tidak Harus Indah, Akar Harus Kuat

Oleh: M. Rosyid – Jurnalis

Jambi – Jumat pagi, 06 Februari 2026. Matahari menembus kabut tipis, dan udara membawa aroma nasi gemuk hangat yang baru saja disantap. Di saat orang sibuk menilai siapa yang tampil paling menawan, Rosyid Jurnalis menatap dunia seperti menatap pohon: diam, sederhana, tapi menahan badai.

“Ada pohon yang ditakdirkan tidak memiliki daun yang indah, tapi ia tumbuh diberi akar yang kuat agar tidak tumbang,” ujarnya.

Baca :  Ketika Bonus Demografi Belum Menjadi Bonus Kecerdasan

Ungkapan ini bukan sekadar puisi pagi. Ini kritik halus pada kehidupan modern: tidak semua manusia harus tampil memesona untuk dianggap berhasil. Ada yang hidupnya berat, jalannya berliku, tak banyak dipuji. Tapi di balik itu, Allah memberi keteguhan hati, kesabaran, dan daya juang. Sementara banyak orang sibuk menata daun agar terlihat indah, pohon-pohon bijak diam, menumbuhkan akar yang kokoh.

Rosyid menekankan, hidup bukan tentang siapa paling tampan, paling kaya, atau paling “viral”. Hidup adalah tentang menerima takdir, bersyukur pada apa yang diberikan, dan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Semangat kerja harus selaras dengan semangat ibadah. Kesuksesan duniawi tanpa perhatian pada Sang Pencipta hanyalah ilusi—seperti pohon tanpa akar, mudah tumbang saat angin kencang menerpa.

Baca :  Babinsa Tanjung Raden Hadir di Rumah Duka, Perkuat Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga

Lebih jauh, hidup akan bermakna bila kita memberi manfaat bagi sesama. Membantu orang lain, bersedekah, menjaga silaturahmi—itulah akar yang meneguhkan hidup, yang menumbuhkan keberkahan meski daun terlihat biasa saja.

Baca :  Babinsa Koramil Muara Bulian Perkuat Keakraban dan Kekompakan Bersama Warga Lewat Komsos

Renungan Jumat ini sederhana, tapi menggigit: dunia terlalu sering menilai permukaan. Daun yang hijau dan indah memikat mata, tapi akar yang kuatlah yang menentukan siapa bisa bertahan. Belajar dari pohon, kita diajarkan bahwa ketahanan jauh lebih berharga daripada penampilan, dan kesederhanaan bisa menjadi kekuatan terbesar.**

Share :

Baca Juga

Opini

Panen Raya Oligarki: Saatnya Negara Kembali ke Pangkuan Rakyat..!

Opini

Bangkitkan Indonesia dari Salah Urus: Saatnya Prabowo Memimpin Revolusi Tata Kelola Negara Berdasarkan Konstitusi Asli UUD 1945

Opini

Aklamasi, Legitimasi, dan Ujian Kepemimpinan H. Budi Setiawan

Opini

Kekuasaan Tidak Ada yang Abadi

Opini

Memaknai Program Safari Subuh Pemerintah

Opini

Sombong yang Tak Perlu dalam Bahasa Kekuasaan

Opini

Partisipasi Semesta dan Investasi Dini, Kunci Pendidikan Bermutu

Opini

Sholat Sebagai Jalan Menyatu dengan Kasih Sayang Allah