Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Koramil Muara Bulian Gencarkan Patroli dan Sosialisasi kepada Warga Babinsa Kenali Asam Bawah Hadiri Safari Subuh Berjamaah, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan Umat Babinsa Koramil Muara Tembesi Berikan Pembekalan Persyaratan Administrasi Pendaftaran TNI kepada Siswi MAN 2 Batanghari Babinsa Koramil Sebapo Pantau Perbaikan Jalan Desa, Serap Aspirasi Warga di Suka Makmur Melalui Komsos, Babinsa Koramil Mersam Perkuat Semangat Persatuan dan Kedekatan dengan Warga

Home / Opini

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:42 WIB

Belajar dari Pohon: Daun Tidak Harus Indah, Akar Harus Kuat

Oleh: M. Rosyid – Jurnalis

Jambi – Jumat pagi, 06 Februari 2026. Matahari menembus kabut tipis, dan udara membawa aroma nasi gemuk hangat yang baru saja disantap. Di saat orang sibuk menilai siapa yang tampil paling menawan, Rosyid Jurnalis menatap dunia seperti menatap pohon: diam, sederhana, tapi menahan badai.

“Ada pohon yang ditakdirkan tidak memiliki daun yang indah, tapi ia tumbuh diberi akar yang kuat agar tidak tumbang,” ujarnya.

Baca :  Rosyid Jurnalis, Sosok Multitalenta yang Menginspirasi di Jambi

Ungkapan ini bukan sekadar puisi pagi. Ini kritik halus pada kehidupan modern: tidak semua manusia harus tampil memesona untuk dianggap berhasil. Ada yang hidupnya berat, jalannya berliku, tak banyak dipuji. Tapi di balik itu, Allah memberi keteguhan hati, kesabaran, dan daya juang. Sementara banyak orang sibuk menata daun agar terlihat indah, pohon-pohon bijak diam, menumbuhkan akar yang kokoh.

Rosyid menekankan, hidup bukan tentang siapa paling tampan, paling kaya, atau paling “viral”. Hidup adalah tentang menerima takdir, bersyukur pada apa yang diberikan, dan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Semangat kerja harus selaras dengan semangat ibadah. Kesuksesan duniawi tanpa perhatian pada Sang Pencipta hanyalah ilusi—seperti pohon tanpa akar, mudah tumbang saat angin kencang menerpa.

Baca :  PEPABRI Kota Jambi Gelar Buka Puasa Bersama di Gedung Tugu Juang

Lebih jauh, hidup akan bermakna bila kita memberi manfaat bagi sesama. Membantu orang lain, bersedekah, menjaga silaturahmi—itulah akar yang meneguhkan hidup, yang menumbuhkan keberkahan meski daun terlihat biasa saja.

Baca :  Pantau Kondisi Wilayah, Babinsa Koramil 415-03/Muara Tembesi Aktif Sambangi Warga

Renungan Jumat ini sederhana, tapi menggigit: dunia terlalu sering menilai permukaan. Daun yang hijau dan indah memikat mata, tapi akar yang kuatlah yang menentukan siapa bisa bertahan. Belajar dari pohon, kita diajarkan bahwa ketahanan jauh lebih berharga daripada penampilan, dan kesederhanaan bisa menjadi kekuatan terbesar.**

Share :

Baca Juga

Opini

KOPI PAHIT (2): Pilkada dan Gaple Syar’i

Opini

Menjaga Api Perjuangan, Merawat Masa Depan Bangsa

Opini

Sombong yang Tak Perlu dalam Bahasa Kekuasaan

Opini

JAMBI DALAM KERANGKA MULTI-LEVEL GOVERNANCE 2026

Opini

Dilema Polri, Politik, dan Arah Reformasi Kelembagaan

Opini

Lahir dari Kehilangan, Tumbuh dalam Pengabdian

Opini

Penyamaan Sawit dengan Hutan Alami: Analisis Kritis terhadap Fungsi Ekologis dan Dampak Lingkungan

Opini

74 Tahun Penerangan TNI AD: Bekerja dengan Hati, Menyatukan Negeri